Hidup Bukan Perlombaan, Tapi Mengapa Kita Selalu Merasa Tertinggal?

I am a Management student at Universitas Pamulang. I enjoy watching movies, listening to music, and reading. I believe that learning is part of the journey.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dwi Apriyanti Lestari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap orang memiliki jalan hidup yang berbeda. Ada yang di usia muda sudah menyelesaikan kuliah, mendapatkan pekerjaan, membangun usaha, atau mencapai sesuatu yang selama ini diinginkan. Sementara itu, ada pula yang masih mencari arah dan berusaha memahami apa yang sebenarnya ingin dilakukan. Namun, ketika melihat pencapaian orang lain, tidak jarang muncul perasaan bahwa hidup sendiri berjalan terlalu lambat.
Ketika Pencapaian Orang Lain Menjadi Ukuran Diri Mengapa kita merasa tertinggal?
Media sosial membuat perbandingan tersebut semakin mudah terjadi. Kita bisa melihat teman yang sudah lulus, mendapatkan pekerjaan, bepergian, atau mencapai berbagai hal hanya melalui layar ponsel. Masalahnya, yang terlihat biasanya hanya bagian kehidupan yang ingin ditampilkan. Kita melihat hasil akhirnya, tetapi tidak melihat proses, kegagalan, dan masalah yang mungkin mereka hadapi.
Perasaan tertinggal juga tidak selalu muncul karena seseorang tidak memiliki pencapaian. Seseorang bisa saja sudah melakukan banyak hal, tetapi tetap merasa kurang karena membandingkan dirinya dengan orang lain. Padahal, setiap orang memiliki kondisi, kesempatan, kemampuan, dan tujuan yang berbeda.
Setiap Orang Memiliki Waktu yang Berbeda
Data Badan Pusat Statistik dalam Statistik Pemuda Indonesia 2025 menunjukkan bahwa kehidupan pemuda Indonesia memiliki kondisi yang beragam, mulai dari pendidikan, pekerjaan, hingga keadaan sosial ekonomi. BPS juga mencatat bahwa pada 2025 terdapat 19,44 persen penduduk usia 15–24 tahun yang tidak sedang bersekolah, bekerja, atau mengikuti pelatihan. Data tersebut menunjukkan bahwa perjalanan anak muda tidak selalu berjalan dengan pola yang sama.
Perbedaan tersebut seharusnya tidak membuat seseorang merasa gagal hanya karena belum mencapai sesuatu yang sudah dicapai orang lain. Ada orang yang menemukan jalannya lebih cepat, ada yang membutuhkan waktu lebih panjang, dan ada pula yang harus mengubah rencana di tengah perjalanan.
Berkembang Tidak Harus Selalu Terlihat
Kadang kita menganggap perkembangan hanya terlihat dari pencapaian besar. Padahal, belajar menjadi lebih bertanggung jawab, berani mengambil keputusan, menyelesaikan pendidikan, mempelajari keterampilan baru, atau mampu melewati masa sulit juga merupakan bentuk perkembangan diri.
Karena itu, membandingkan kehidupan sendiri dengan kehidupan orang lain tidak selalu memberikan gambaran yang adil. Kita tidak pernah benar-benar mengetahui seluruh perjalanan seseorang. Yang terlihat hanyalah satu bagian kecil dari kehidupan mereka, sementara kita menjalani seluruh proses kehidupan kita sendiri.
“Tidak semua orang harus sampai di tempat yang sama pada waktu yang sama. Yang penting, kita tetap berjalan dengan arah yang kita percaya.”
Pada akhirnya, hidup memang bukan perlombaan. Tidak ada satu usia yang menjadi batas bahwa seseorang harus sudah memiliki pekerjaan, rumah, usaha, atau pencapaian tertentu. Memiliki tujuan tetap penting, tetapi perjalanan untuk mencapainya tidak harus sama dengan orang lain. Daripada terus bertanya mengapa kita belum sejauh mereka, mungkin lebih baik melihat apa yang bisa dilakukan hari ini untuk menjadi sedikit lebih baik dari diri kita yang kemarin.
