Konten dari Pengguna

Mengintip Dunia dari Mata Seorang Anak dalam Film Na Willa

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Novita Vidya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto diambil penulis saat sedang menonton film Na Willa
zoom-in-whitePerbesar
Foto diambil penulis saat sedang menonton film Na Willa

Judul: Na Willa

Sutradara: Ryan Adriandhy

Penulis: Ryan Adriandhy dan Reda Gaudiamo

Rumah produksi: Visinema Pictures

Pemeran: Luisa Adreena, Irma Rihi, Junior Liem, Freya Mikhayla, dan lainnya

Genre: Drama, keluarga

Durasi: 118 menit

Tahun rilis: 2026

Isi dan Makna Film

Na Willa adalah film yang menceritakan kehidupan Willa, seorang anak perempuan berusia enam tahun yang tinggal di Surabaya pada tahun 1960-an. Kehidupan Willa sebenarnya sederhana. Sehari-hari ia bermain bersama teman-temannya dan menjalani masa kecilnya dengan penuh rasa ingin tahu.

Tapi, keadaan mulai berubah ketika teman-temannya mulai punya kesibukan masing-masing. Willa yang biasanya punya banyak teman untuk bermain akhirnya mulai merasakan kesepian. Dari situ, Willa mulai mengenal hal-hal yang mungkin belum pernah ia pikirkan sebelumnya, seperti kehilangan, perubahan, dan bagaimana rasanya ketika sesuatu yang biasanya ada tiba-tiba tidak lagi sama.

Salah satu adegan yang menurut saya cukup berkesan adalah ketika Willa mulai merasa kesepian setelah keadaan di lingkungan bermainnya berubah. Teman-temannya mulai memiliki kesibukan masing-masing, sementara Willa masih ingin merasakan suasana bermain seperti sebelumnya. Adegan ini terlihat sederhana, tetapi menurut saya justru punya makna yang cukup dalam. Dari sini terlihat bahwa bertambah besar berarti kita harus siap menghadapi perubahan. Orang-orang yang dulu selalu ada belum tentu akan terus berada di sisi kita seperti sebelumnya.

Opini Penulis

Menurut saya, Na Willa adalah film yang nggak perlu punya konflik besar untuk bisa menarik. Justru karena ceritanya sederhana, film ini terasa dekat. Saat menontonnya, saya seperti diajak mengingat masa kecil ketika bermain bersama teman saja sudah cukup untuk membuat hari terasa menyenangkan.

Saya paling suka cara film ini menggunakan sudut pandang Willa. Hal-hal yang bagi orang dewasa mungkin terlihat sepele ternyata bisa menjadi sesuatu yang besar bagi seorang anak. Dari situ saya merasa film ini bukan cuma tentang Willa, tapi juga tentang bagaimana kita semua pernah berada di posisi seperti dia.

Menurut saya, pesan yang paling terasa adalah tentang menerima perubahan. Ada masa ketika kita ingin keadaan tetap sama karena sudah merasa nyaman. Tapi, seiring bertambahnya usia, kita akan bertemu dengan banyak perubahan dan harus belajar menerimanya.

Kalau ada kekurangannya, menurut saya alur film ini cukup pelan. Buat orang yang lebih suka film dengan konflik besar dan cerita yang cepat, mungkin beberapa bagian terasa sedikit membosankan. Tapi kalau dinikmati dengan santai, menurut saya justru suasana tenang itu yang menjadi daya tariknya.

Penilaian

⭐ 9/10

Nilai 9/10 sangat layak diberikan karena Na Willa sukses menyajikan narasi tentang keluarga dan masa kecil secara apik tanpa terkesan menggurui. Film ini menyentil sanubari lewat pesan hangatnya: bahwa bertumbuh berarti belajar melepaskan dan menerima bahwa perubahan adalah bagian dari kehidupan.