Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Pudarnya Seni Pencak Silat
24 Juni 2022 19:41 WIB
Tulisan dari Adellia Aisyah Putri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Di Ciledug Sudimara Jaya
Pencak silat merupakan suatu seni bela diri tradisional yang berasal dari Kepulauan Nusantara (Indonesia). Perkembangan pencak silat dalam sejarah dimulai dari perkembangan pada zaman kerajaan, kemudian zaman penjajahan Belanda, lalu zaman pendudukan Jepang, yang terakhir pada zaman kemerdekaan. Pencak silat tidak hanya berkembang di Indonesia, seni pencak silat cukup dikenal di negara Asia Tenggara seperti di Malaysia, Singapura, Brunei, Thailand, dan Filipina. Seni pencak silat telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan seni kebudaya yang tak benda, penetapan berlangsung di Bogota, Kolombia, pada tanggal 9 sampai 14 Desember 2019. Pada tahun 2018, seni pencak silat juga diikutsertakan dalam Asian Games ke-18 di Indonesia, sehingga pencak silat semakin dikenal oleh beberapa negara.
ADVERTISEMENT
Seni pencak silat ini memiliki cukup banyak manfaat yaitu salah satunya baik untuk kesehatan tubuh yang didapatkan dalam melakukan gerakan pencak silat apabila dilakukan sebagai suatu rutinitas, gerakan pencak silat tersebut seperti melakukan latihan pernapasan, dengan begitu cukup menyehatkan untuk paru-paru dan jantung, lalu seni pencak silat juga untuk mempertahankan diri sendiri dari serangan lawan yang tak terduga maupun serangan dengan keadaan siap. Lalu dapat bermanfaat untuk melatih kepercayaan diri dan kecerdasan anak secara menyeluruh, bukan hanya fisik tetapi juga mental bahkan spiritual serta seni pencak silat dapat membina sportivitas dan jiwa ksatria.
Dari banyaknya manfaat seni pencak silat, tetapi saat ini seni bela diri tersebut semakin lama semakin kehilangan pamor dan semakin lama terlihat adanya pemudaran seni pencak silat di zaman sekarang. Hal itu dapat saya rasakan sendiri, disebabkan karena anak muda zaman sekarang lebih banyak memilih bermain gadget seperti media sosial instagram, twitter, facebook serta games online. Walaupun tidak menutup kemungkinan masih terdapat anak muda yang menyukai seni pencak silat ini tetapi saya sebagai anak muda dan saya dapat melihat serta merasakan dalam lingkungan anak muda saat ini kebanyakan sudah pasti lebih menyukai bermain gadget daripada harus berlatih, mempelajari, serta mendalami seni budaya pencak silat.
ADVERTISEMENT
Hal itu terbukti dan dapat terlihat di salah satu daerah Ciledug tepatnya pada desa Sudimara Jaya kota Tangerang, dimana sebelum-sebelumnya di desa ini terdapat sebuah perguruan pencak silat yang biasanya didatangi pemuda pemudi untuk berlatih seni pencak silat tepatnya dimalam hari. Perguruan pencak silat di desa Sudimara Jaya ini bukan hanya diikuti oleh anak-anak muda saja melainkan anak-anak yang masih berusia dibawah umur juga mengikuti latihan seni bela diri tersebut dengan sangat meriah dan penuh semangat, bahkan hampir setiap beberapa bulan selalu mengikuti acara pertunjukan seni bela diri seperti mengikuti perlombaan, mendatangi acara pernikahan dengan menjadi palang pintu yang identik dengan menggunakan seni bela diri pencak silat ini, serta acara-acara yang diadakan didesa lain.
ADVERTISEMENT
Saat ini di desa Sudimara Jaya sudah cukup jarang sekali dan cukup sulit menemukan perguruan bela diri pencak silat, mungkin kesenian ini hanya terdapat pada eskul dalam bersekolah. Seharusnya seni pencak silat ini dapat selalu hidup dan berkembang dari waktu kewaktu, karena seni pencak silat merupakan seni bela diri asli dari Indonesia yang sudah diakui oleh dunia. Maka itu kita sebagai generasi penerus bangsa Indonesia harus mampu melestarikan, merawat serta mengembangkan seni pencak silat ini agar tidak pudar dan tidak hilang termakan waktu.