Konten dari Pengguna

Membaca Ekstensif dan Membaca Instensif

Dwi Norma Apriyanti

Dwi Norma Apriyanti

Mahasiswa Sarjana Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dwi Norma Apriyanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Makalah Membaca Ekstensif dan Intensif Dwi Norma Apriyanti (Sumber: Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Makalah Membaca Ekstensif dan Intensif Dwi Norma Apriyanti (Sumber: Pribadi)

Membaca adalah proses menginterpretasikan dan memahami teks tertulis. Membaca memiliki manfaat kognitif seperti meningkatkan kosakata, memperluas wawasan, dan meningkatkan pemahaman. Terlebih lagi, membaca juga dapat merangsang imajinasi, meningkatkan keterampilan berpikir kritis, serta membantu pengembangan keterampilan sosial dan emosional. Kurangnya kebiasaan membaca dapat mengurangi kemampuan seseorang dalam menyampaikan ide dengan jelas dan efektif. Kurangnya minat membaca di Indonesia yang salah satunya disebabkan oleh kurangnya kesadaran akan pentingnya membaca. Sebagai anak muda yang berlabel Gen Z hendaknya kita menumbuhkan kesadaran membaca bagi orang-orang yang dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu. Membaca terdapat berbagai macam jenis salah satunya yaitu membaca Ekstensif dan Intensif.

Ilustrasi anak membaca buku (:https://kumparan.com/editor/membaca-ekstensif-dan-membaca-instensif-21maZoAlhTu)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak membaca buku (:https://kumparan.com/editor/membaca-ekstensif-dan-membaca-instensif-21maZoAlhTu)

Henry Guntur Tarigan dalam bukunya yang berjudul Membaca sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa (2008), menyebutkan bahwa membaca ekstensif adalah membaca sebanyak mungkin teks bacaan dalam waktu yang sesingkat mungkin. Menurut Grellet (dalam Ghazali, 2010:207) bahwa membaca ekstensif merupakan membaca teks-teks panjang untuk tujuan rekreasi (bersenang-senang) dan untuk menambah pengetahuan umum atau meningkatkan kelancaran dalam berbahasa. Jadi dapat disimpulkan membaca ekstensif adalah proses membaca yang dilakukan untuk memperoleh informasi secara luas dan menyeluruh tentang suatu topik atau subjek.

Jenis membaca ini tidak mendalami detail atau konten secara mendalam, tetapi lebih bertujuan untuk mendapatkan gambaran umum atau rangkuman tentang topik tersebut. Membaca ekstensif membantu seseorang memperluas pengetahuan secara luas dalam berbagai topik. Dengan membaca ekstensif kita dapat memahami inti bacaan secara cepat, tepat dan efektif, selain itu juga mempersingkat waktu karena tujuannya ialah untuk memahami atau menemukan informasi dengan dalam waktu sesingkat mungkin karena membaca ekstensif ialah membaca secara luas.

Dalam membaca ekstensif terdapat empat teknik yaitu Skimming, melihat cepat isi keseluruhan teks untuk mendapatkan gambaran umum. Ini melibatkan melihat judul, subjudul, paragraf awal, dan paragraf terakhir dari setiap bagian teks untuk mendapatkan pemahaman cepat tentang isinya; Scanning, mencari informasi kunci atau detail tertentu dengan cepat. Teknik ini digunakan dengan melihat cepat teks untuk menemukan kata-kata kunci atau informasi spesifik yang dicari; Skipping (Melewati) adalah tindakan langsung untuk melewatkan atau tidak membaca bagian-bagian tertentu dari teks yang dianggap kurang relevan atau tidak penting. Teknik ini seringkali digunakan untuk bagian-bagian yang dianggap tidak berkontribusi pada pemahaman umum dari materi yang sedang dibaca; dan Selecting (Memilih) yaitu melibatkan pemilihan bagian-bagian tertentu dari teks yang dianggap lebih penting atau relevan. Ini bisa meliputi fokus pada subjudul, poin-poin utama, atau bagian-bagian yang dianggap lebih relevan terhadap tujuan membaca tertentu.

Membaca Ekstensif terbagi menjadi tiga jenis, yang pertama yaitu Membaca Survei yaitu membaca yang meninjau dan meneliti bagian tertentu saja seperti saat kita hendak membeli buku maka hal yang dilakukan pertama kali ketika menerapkan metode membaca survei ialah melihat seperti judul , sub bab, daftar isi serta yang lainnya yang masuk ke dalam bagian awal. Kemudian dilanjut dengan mensurvei bagian kedua yaitu seperti meninjau sub judul dan yang terakhir meninjau bagian akhir buku. Membaca survei dengan tujuan yang jelas dapat membantu memperoleh informasi yang relevan dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik dalam berbagai konteks. Yang kedua yaitu membaca sekilas, dari judulnya saja sudah dapat diartikan bahwa membaca sekilas adalah membaca dengan cepat tanpa perhatian yang mendalam untuk mendapatkan informasi contohnya pada saat kita membaca headline berita maka kita cukup melihat judul-judul artikel di situs berita untuk mendapatkan gambara cepat mengenai informasi yang sedang hangat diperbincangkan tanpa membeca keseluruhannya. Yang terakhir yaitu membaca dangkal yaitu membaca secara cepat dan kurang mendalam, contohnya pada kehidupan sehari-hari ketika membuka media social maka kita hanya membaca judul secara singkat dari unggahannya tanpa membaca kontennya sevara utuh.

Sedangkan membaca inteksif adalah membaca secara cermat untuk mendapatkan informasi yang akurat. Menurut Tarigan (2008:36) bahwa membaca intensif adalah belajar saksama, telaah teliti, penangan terperinci yang dilaksanakan di ruang kelas terhadap suatu tugas yang pendek kira-kira dua sampai empat halaman setiap hari. Adapun jenis-jenis membaca intensif terbagi dua yaitu membaca telaah bahasa dan membaca telaah isi yang meliputi membaca teliti, membaca pemahaman, membaca, membaca kritis dan membaca ide. Dengan membaca secara intensif seseorang akan pendapatkan pengetahuan yang mendalam, tepat dan akurat karena menguasai isi teks secara keseluruhan yang dapat meningkatkan daya ingat terhadap suatu bacaan agar lebih tahan lama sehingga dapat mengasah dan menumbuhkan kemampuan berpikir kritis pada seseorang terutama jika diterapkan pada anak sekolah, namun dibalik semua kelebihan itu semua, membaca intensif memiliki kekurangan salah satunya yaitu terbatasnya wawasan umum pada anak karena Kurangnya pengetahuan terhadap berbagai bidang yang disebabkan fokus yang terlalu dalam pada satu topik.

Ada beberapa metode dalam melakukan membaca intensif yaitu dengan SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review): Metode ini melibatkan langkah-langkah seperti memeriksa secara cepat materi bacaan, merumuskan pertanyaan sebelum membaca, membaca secara aktif sambil mencari jawaban atas pertanyaan tersebut, mengulang kembali informasi yang penting, dan meninjau kembali materi yang telah dibaca untuk memastikan pemahaman yang baik sehingga informasi yang didapatkan sangat akurat seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Adapun penerapan membaca ekstensif dalam kehidupan sehari-hari ketika saya mendapat tugas untuk membuat suatu artikel ilmiah tertentu seperti membuat jurnal maka langkah pertama saya ialah mencari buku referensi, dengan membaca buku-buku referensi dari berbagai sumber untuk mendukung pemahaman mendalam terhadap mata kuliah yang sedang dipelajari maka akan memudahkan saya dalam memperoleh informasi secara luas dan menyeluruh tentang suatu topik atau subjek yang menjadi tugas saya tersebut.

Sedangkan penerapan membaca intensif dalam kehidupan sehari-hari adalah ketika hendak melaksanakan ujian lisan maka saya harus memahami secara dalam materi-materi yang akan diujikan untuk memastikan pemahaman yang komprehensif.

Terlebih dari semua kelebihan dan kekurangan yang terdapat di dalam kedua jenis membaca tersebut hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan membacanya/konteksnya karena setiap situasi dan tujuan membaca membutuhkan pendekatan yang berbeda dan jangan sampai jarang membaca karena buku adalah sarana kita mengetahui banyak hal. Dengan membaca buku kita bisa tahu tentang segala hal yang sebelumnya tak pernah kita ketahui. Dan Membaca ialah upaya merekuk makna ikhtiar untuk memahami alam semesta. Itulah mengapa buku disebut jendela dunia, yang merangsang pikiran agar terus terbuka (Najwa Shihab).