Konten dari Pengguna

Dari Infaq Mahasiswa, Tumbuh Kepedulian di Kampus UNPAM

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aida Nur Himayati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar diambil dari foto pribadi ketika di kampus UNPAM serang
zoom-in-whitePerbesar
Gambar diambil dari foto pribadi ketika di kampus UNPAM serang

Kampus Bukan Hanya Tempat Menuntut Ilmu

Kehidupan kampus tidak hanya berkaitan dengan perkuliahan, tugas, dan pencapaian akademik. Di balik berbagai aktivitas tersebut, ada kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar tentang kepedulian, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial. Salah satu bentuknya dapat ditemukan melalui kegiatan berbagi yang tumbuh di lingkungan Universitas Pamulang (UNPAM).

Saya mendapatkan pengalaman berharga melalui kegiatan “Seribu Senyum untuk Sahabat”, sebuah program yang mengajak mahasiswa untuk berinfaq secara sukarela sesuai dengan keikhlasan dan kemampuan masing-masing. Kegiatan ini dilaksanakan setiap dua minggu sekali di kelas reguler CK dan CS.

Kegiatan tersebut dijalankan oleh Duta Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang berada di bawah naungan Lembaga Kajian Keagamaan Universitas Pamulang. Dalam pelaksanaannya, para duta mengajak teman-teman mahasiswa untuk menyisihkan sebagian rezeki mereka guna mendukung tiga program, yaitu UNPAM Cerdas, UNPAM Takwa, dan UNPAM Peduli.

Bagi saya, kegiatan ini bukan sekadar mengumpulkan infaq. Ada nilai kebersamaan yang ingin dibangun, yaitu mengajak mahasiswa menyadari bahwa kepedulian dapat dimulai dari hal sederhana. Kita tidak harus menunggu memiliki banyak harta untuk membantu sesama. Selama dilakukan dengan ikhlas dan dikelola secara bertanggung jawab, kontribusi kecil pun dapat menjadi bagian dari kebaikan bersama.

Berkunjung ke UNPAM Serang, Membawa Semangat Berbagi

Pelaksanaan kegiatan “Seribu Senyum untuk Sahabat” kali ini menjadi pengalaman tersendiri karena dilakukan di Universitas Pamulang Kampus Serang. Dalam kegiatan tersebut, Duta UPZ dari UNPAM Viktor berkolaborasi dengan Duta UPZ Serang untuk melaksanakan ajakan berinfaq kepada mahasiswa.

Bagi saya, kunjungan ini memiliki makna lebih dari sekadar menjalankan agenda program. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas hubungan antarmahasiswa, membangun komunikasi, dan menumbuhkan semangat kebersamaan di lingkungan Universitas Pamulang.

Bertemu dengan teman-teman di Kampus Serang memberikan ruang untuk saling mengenal dan berbagi pengalaman. Perbedaan lingkungan kampus tidak menjadi penghalang untuk menjalankan tujuan yang sama. Justru melalui pertemuan dan kerja sama, kami dapat melihat bahwa kepedulian sosial merupakan tanggung jawab bersama yang dapat dilakukan oleh siapa saja.

Saya menyadari bahwa menjalankan suatu program tidak cukup hanya dengan memiliki tujuan yang baik. Diperlukan komunikasi, koordinasi, dan kesediaan untuk bekerja sama agar kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

Pengalaman ini juga mengingatkan saya bahwa mahasiswa dapat belajar banyak hal di luar ruang kelas. Ketika bertemu dengan orang-orang baru dan terlibat dalam kegiatan sosial, kita belajar menghargai perbedaan, membangun kepercayaan, serta memahami arti kontribusi bagi lingkungan sekitar.

UNPAM Cerdas: Membuka Kesempatan Melalui Pendidikan

Salah satu program yang didukung melalui penghimpunan infaq “Seribu Senyum untuk Sahabat” adalah UNPAM Cerdas. Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa berprestasi yang memiliki keterbatasan finansial melalui bantuan beasiswa.

Menurut saya, pendidikan merupakan salah satu jalan penting untuk membuka kesempatan dan mengembangkan potensi seseorang. Namun, tidak semua mahasiswa memiliki kondisi ekonomi yang sama. Ada mahasiswa yang memiliki semangat belajar dan prestasi yang baik, tetapi menghadapi keterbatasan finansial dalam menempuh pendidikan.

Dalam keadaan tersebut, bantuan beasiswa dapat menjadi bentuk dukungan yang berarti. Bantuan bukan hanya membantu dari sisi pembiayaan, tetapi juga dapat memberikan dorongan agar mahasiswa terus berusaha mengembangkan kemampuan dan menyelesaikan pendidikannya.

Melalui UNPAM Cerdas, semangat berbagi dapat diarahkan untuk mendukung kesempatan belajar bagi mahasiswa yang membutuhkan dan memenuhi kriteria program. Hal ini menunjukkan bahwa kepedulian sosial juga dapat diwujudkan melalui dukungan terhadap masa depan generasi muda.

Bagi saya, membantu pendidikan berarti ikut memberikan ruang bagi seseorang untuk terus bertumbuh. Setiap mahasiswa berhak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan potensi dirinya, dan solidaritas di lingkungan kampus dapat menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut.

UNPAM Takwa: Merawat Kerukunan dalam Keberagaman

Selain pendidikan, penghimpunan infaq juga dialokasikan untuk program UNPAM Takwa. Program ini mendukung kegiatan peringatan hari besar keagamaan dari seluruh agama yang ada di lingkungan Universitas Pamulang.

Menurut saya, program ini memiliki pesan penting tentang kehidupan bersama dalam lingkungan kampus yang beragam. Mahasiswa datang dengan latar belakang, keyakinan, dan pengalaman yang tidak selalu sama. Perbedaan tersebut perlu disikapi dengan rasa hormat, keterbukaan, dan semangat hidup berdampingan.

Kehidupan kampus seharusnya menjadi ruang untuk belajar menghargai perbedaan sekaligus membangun hubungan yang baik antarsesama. Kegiatan keagamaan dapat menjadi bagian dari kehidupan komunitas kampus selama dilaksanakan dengan menghormati keyakinan masing-masing.

Melalui dukungan terhadap program UNPAM Takwa, semangat berbagi tidak hanya berkaitan dengan bantuan materi, tetapi juga dengan upaya merawat nilai spiritual dan kebersamaan dalam keberagaman.

Bagi saya, kepedulian yang baik adalah kepedulian yang mampu mendekatkan manusia, bukan menciptakan jarak di antara mereka. Karena itu, sikap saling menghormati menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan kampus yang harmonis.

UNPAM Peduli: Hadir Ketika Sesama Membutuhkan

Program ketiga adalah UNPAM Peduli, yang ditujukan untuk membantu sivitas akademika Universitas Pamulang yang mengalami musibah, seperti sakit atau meninggal dunia.

Musibah dapat terjadi kepada siapa saja dan sering kali datang tanpa diduga. Dalam situasi seperti itu, dukungan dari lingkungan sekitar dapat memberikan arti tersendiri bagi mereka yang sedang menghadapi masa sulit.

Melalui UNPAM Peduli, infaq yang dihimpun diarahkan untuk mendukung kepedulian terhadap sivitas akademika yang mengalami musibah sesuai dengan ketentuan program. Inisiatif ini menjadi pengingat bahwa hubungan di lingkungan kampus tidak seharusnya berhenti pada urusan akademik semata.

Kita mungkin tidak selalu mampu menyelesaikan persoalan yang dihadapi orang lain. Namun, kita tetap dapat menunjukkan kepedulian melalui bantuan yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan mereka.

Menurut saya, inilah salah satu makna penting dari berbagi. Kepedulian bukan hanya tentang memberikan sesuatu ketika keadaan sedang baik-baik saja, tetapi juga tentang kesediaan untuk hadir ketika orang lain membutuhkan dukungan.

Melalui UNPAM Peduli, semangat kebersamaan diharapkan dapat tumbuh menjadi tindakan nyata yang membantu memperkuat hubungan antarsesama sivitas akademika.

Duta UPZ dan Arti Amanah dalam Menghimpun Infaq

Dalam pelaksanaan kegiatan “Seribu Senyum untuk Sahabat”, Duta UPZ berperan mengajak mahasiswa untuk berinfaq secara sukarela. Mereka menjadi bagian dari upaya mengenalkan program sekaligus membangun partisipasi di lingkungan kampus.

Kolaborasi antara Duta UPZ UNPAM Viktor dan Duta UPZ Serang pada kegiatan kali ini memperlihatkan pentingnya kerja sama untuk mendukung tujuan bersama. Melalui koordinasi dan komunikasi, kegiatan dapat menjadi kesempatan bagi mahasiswa dari lingkungan kampus yang berbeda untuk saling mendukung.

Namun, ajakan berbagi juga perlu disertai dengan tanggung jawab. Infaq merupakan amanah yang harus dikelola dengan baik, sehingga kejelasan tujuan, pencatatan, dan informasi mengenai penyalurannya menjadi hal yang penting.

Selain itu, partisipasi mahasiswa harus tetap didasarkan pada keikhlasan. Setiap orang mempunyai kondisi finansial yang berbeda, sehingga tidak seharusnya ada tekanan atau penilaian terhadap besar kecilnya pemberian.

Menurut saya, kepercayaan merupakan salah satu fondasi utama dalam kegiatan sosial. Ketika mahasiswa memahami tujuan program dan mengetahui bahwa dana dikelola secara bertanggung jawab, semangat berbagi dapat tumbuh dengan lebih baik.

Dua Minggu Sekali, Membiasakan Kebaikan

Pelaksanaan kegiatan setiap dua minggu sekali di kelas reguler CK dan CS menjadi kesempatan untuk menjaga semangat berbagi secara berkelanjutan. Kebiasaan ini mengingatkan kita bahwa kepedulian tidak harus menunggu adanya peristiwa besar atau ajakan yang muncul sesekali.

Kebaikan dapat dimulai dari rutinitas sederhana yang dilakukan bersama. Akan tetapi, konsistensi tersebut perlu berjalan seiring dengan penghormatan terhadap kemampuan setiap mahasiswa dan keterbukaan dalam pengelolaan dana.

Bagi saya, keberhasilan “Seribu Senyum untuk Sahabat” tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya infaq yang terkumpul. Hal yang juga penting adalah bagaimana kegiatan ini menumbuhkan kesadaran bahwa berbagi merupakan bentuk kepedulian yang dapat dilakukan sesuai kemampuan masing-masing.

Melalui dukungan untuk UNPAM Cerdas, UNPAM Takwa, dan UNPAM Peduli, kegiatan ini menghubungkan semangat berbagi dengan berbagai kebutuhan di lingkungan kampus, mulai dari pendidikan, kegiatan keagamaan, hingga bantuan bagi mereka yang mengalami musibah.

Jika dijalankan dengan konsisten, sukarela, dan bertanggung jawab, kebiasaan berbagi dapat menjadi bagian dari budaya positif mahasiswa.

Dari UNPAM Serang, Belajar Tentang Arti Kepedulian

Pengalaman pelaksanaan “Seribu Senyum untuk Sahabat” di UNPAM Kampus Serang memberikan pengingat bagi saya bahwa sebuah kegiatan dapat membawa makna yang lebih luas daripada agenda yang dilaksanakan.

Kolaborasi Duta UPZ dari UNPAM Viktor bersama Duta Serang menunjukkan bahwa semangat kepedulian dapat menyatukan mahasiswa dalam tujuan yang sama. Melalui kegiatan ini, ada kesempatan untuk memperkuat komunikasi, membangun kebersamaan, dan mengajak lebih banyak orang memahami pentingnya berbagi.

Saya berharap kegiatan “Seribu Senyum untuk Sahabat” dapat terus dilaksanakan dengan semangat yang sama, yaitu mengajak mahasiswa berinfaq secara sukarela dan memastikan amanah tersebut dikelola dengan baik untuk mendukung tiga program yang telah ditetapkan.

Pada akhirnya, kepedulian tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Terkadang, kepedulian tumbuh dari ajakan sederhana, pertemuan antarmahasiswa, dan kesediaan menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu sesama.

Sebab, makna seribu senyum bukan hanya tentang jumlah orang yang memberi atau besarnya dana yang terkumpul, melainkan tentang harapan agar semakin banyak orang merasakan manfaat dari kebaikan yang dilakukan bersama.