Gelaran KKN Universitas Pendidikan Indonesia di Cirebon
Tulisan dari KKN DANAMULYA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
26 Juli 2023 hingga 26 Agustus 2023, Universitas Pendidikan Indonesia menggelar kegiatan kuliah kerja nyata yang terbagi dari beberapa kota di Jawa Barat, Salah satunya ada di Kabupaten Cirebon tepatnya di Kecamatan Plumbon yang tersebar menjadi 12 kelompok kecil dalam pelaksanaannya.
Desa Danamulya menjadi salah satu desa yang didatangi mahasiswa kkn Universitas Pendidikan Indonesia untuk bersinergi dan mengamalkan ilmu yang sudah mereka pelajari dalam bangku kuliah.
Berkaitan dengan kampus yang mengusung pendidikan, di Desa Danamulya pendidikan menjadi permasalahan yang cukup mengkhawatirkan. Dari kurangnya tenaga pendidik hingga fasilitas yang terbatas.
Di Desa danamulya terdapat 2 sekolah dasar dan 1 PAUD, yaitu SD Negeri 1 Danamulya dan SD Negeri 2 Danamulya dan PAUD Nur Huda. Dalam pendidikan, sekolah dasar menjadi landasan awal bagi anak untuk menuju jenjang-jenjang selanjutnya, namun menjadi masalah jika hal-hal yang membantu mencukupi kebutuhan dalam belajar itu kurang memadai.
Di dua SDN tersebut sangat keterbatasan fasilitas-fasilitas untuk pembelajaran motorik, ucap Diah salah satu mahasiswa kkn yang membantu mengajar di SD tersebut “Pada saat kami turun langsung ke lapangan sangat banyak kendala mulai dari fasilitas pembelajaran dalam bidang olahraga, alat-alat yang seharusnya diperlukan untuk kebutuhan bahan ajar pada setiap tingkatan kelas dan materi yang sesuai dengan modul dan kurikulum serta kendala dalam penyesuaian terhadap kebiasaan siswa di SD tersebut”.
Maka dari itu siswa di SD tersebut kurang mengetahui berbagai bentuk gerak dan materi olahraga lainnya. Serta kurang terasah keterampilan motoriknya, saat diberi materi kebanyakan siswa selalu mengeluh dan merasa ingin bermain bebas, karena faktor keterbiasaan yang biasanya diberi kebebasan oleh gurunya.
Lalu kondisi PAUD yang keterbatasan tenaga pendidik sehingga pembelarjaran tidak kondusif, dengan orang tua yang masih ngintil -ngintil anak anaknya menjadikan mereka sulit beradaptasi dengan sekolahnya.
“hal-hal yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah tuh terkadang ngga sesuai dengan kondisi lapangan, hal-hal yang seharusnya dibaca dan disesuaikan dengan kondisi lapangan seperti sarana prasana sekolah ya begitu akhirnya tidak ada keselarasan” begitu menurut Abdul Wachid sebagai kepala sekolah SD Negeri 2 Danamulya.
Sulitnya penyesuaian antar kebijakan dan kondisi lapangan serpertinya sudah menjadi ciri khas untuk kita, soal pendidikan saja yang seharusnya menjadi poin utama yang harus diselesaikan tapi ternyata masih saja tertinggal, sulit untuk berkembang jika hal-hal yang menjadi dasar pun kita tidak tahu caranya menginjak, kita dibiarkan saja tenggelam dalam ketidak pastian.

