Konten dari Pengguna

Anak Muda Masuk Pabrik: Cari Cuan atau Cari Aman?

Mutiara Ramadani

Mutiara Ramadani

Saya adalah mahasiswi dari Universitas Pamulang prodi Akuntansi

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Mutiara Ramadani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

foto di ambil dengan kamera sendiri. foto: pabrik
zoom-in-whitePerbesar
foto di ambil dengan kamera sendiri. foto: pabrik

Di tengah gempuran era digital dan maraknya profesi yang kreatif, ternyata banyak anak muda yang justru memilih bekerja di pabrik. Bukan karena tidak punya pilihan, karena justru di anggap sebagai jalan "pasti" untuk mendapat penghasilan tetap.

Mutiara (19), lulusan SMK dari Parung, mengaku sengaja melamar ke pabrik karena ingin segera mandiri. "Kerja di pabrik, ya meskipun capek, tapi jelas setiap bulan ada gaji," ujarnya sambil tersenyum.

hal serupa juga dirasakan oleh Yoga (20), operator produksi di sebuah pabrik packaging skincare (softtube). Meski dulu bercita-cita menjadi pekerja pertambangan. ia ,merasa bekerja di pabrik juga memberikan stabilitas. "ya namanya hidup, kadang cita-cita harus di sesuaikan dengan keadaan dan kemampuan. Kerja di pabrik itu realistis," katanya.

Namun, di sisi lain, tak sedikit yang merasa dunia pabrik terlalu monoton dan penuh tekanan. "kerja 12 jam, shift-shiftan, target produksi tinggi. kadang mikir, apa ini yang aku mau?" kata sendi (20) yang baru 2 bulan bekerja dan masih dalam masa adaptasi.

Meski begitu, bagi sebagian anak muda, pabrik justru menjadi batu loncatan. Ada yang sambil menabung untuk kuliah, membuka usaha, atau bahkan ingin naik jabatan ke level yang lebih tinggi seperti level supervisor. "yang penting sekarang kerja dulu. Nanti sambil jalan, rezeki bisa datang dari mana saja," ucap mutiara optimis.

Di tengah tantangan ekonomi dan persaingan kerja yang semakin ketat, pilihan kerja di pabrik bukan berarti kalah bersaing. Justru banyak anak muda yang menjadikan itu sebagai bentuk kemandirian dan bukan sekedar "pelarian".

Jadi, kerja di pabrik:cari cuan atau cari aman? mungkin keduanya. Yang penting, tetap di jalankan dengan penuh semangat.