Konten dari Pengguna

AU: Sekadar Cerita Fiksi atau Dapat Meningkatkan Literasi Anak Muda?

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Salsabila Hanifatun Nisa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di tengah pesatnya perkembangan media sosial saat ini, semakin sedikit anak muda yang terbiasa membaca, terutama bacaan fisik seperti buku, majalah, koran, novel, dan masih banyak lagi. Meskipun masih ada anak muda yang gemar membaca, sebagian lainnya lebih sering mendapatkan informasi melalui media sosial, baik dari unggahan singkat maupun berbagai konten digital. Kebiasaan tersebut membuat cara anak muda dalam membaca dan memahami sebuah cerita ikut berubah. Saat ini, aktivitas membaca dapat ditemukan dalam berbagai bentuk dan platform di media sosial. Salah satunya melalui Alternative Universe (AU) yang sedang populer di media sosial. Cerita AU banyak ditemukan di berbagai platform seperti Instagram, X (Twitter), TikTok, dan platform digital lainnya. Namun, bukan berarti AU telah menggantikan buku, justru AU menjadi langkah awal untuk membuat seseorang tertarik membaca dan lebih banyak mengenal bacaan lainnya. AU merupakan cerita fiksi yang menggunakan karakter atau tokoh tertentu dengan latar dan jalan cerita yang berbeda dari kehidupan aslinya. AU ini berbeda dengan novel, terutama terletak pada media, format penyajian, dan kedalaman ceritanya. Kalau AU lebih fleksibel, dibuat dengan bagian-bagian pendek seperti percakapan pendek melalui bubble chat, dan dibaca secara bertahap melalui media sosial, sedangkan novel ceritanya cenderung lebih panjang dan terstruktur.

Menurut saya, AU bukan hanya hiburan atau bacaan ringan yang diunggah di media sosial, justru adanya AU dapat lebih mudah untuk meningkatkan minat baca anak muda di zaman sekarang. Ketika seseorang sudah mulai tertarik dengan cerita AU, mereka akan terus membaca rangkaian ceritanya, mengikuti alurnya, memahami karakter, dan selalu menunggu kelanjutan ceritanya. Secara tidak langsung, hal ini dapat membuat mereka jadi terbiasa untuk membaca melalui media sosial yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-harinya.

Hal ini didukung oleh penelitian Fitri Endi Aprillia dan Ika Krismayani (2025) "Pengaruh Cerita Fiksi AU terhadap Minat Baca Siswa SMP Negeri 17 Semarang". Penelitian tersebut menemukan adanya perubahan minat baca pada kelompok eksperimen yang mendapatkan perlakuan berupa cerita AU. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi 0,003 pada kelompok eksperimen, sehingga peneliti menyimpulkan terdapat pengaruh cerita AU terhadap minat baca siswa dalam kelompok tersebut.

Bukan Hanya Hiburan, AU Bisa Menjadi Media Promosi

AU sebagai media promosi kampus (Sumber: Instagram @mahasiswautm)

Hal yang lebih menarik menurut saya, AU bukan hanya sebuah hiburan dan bacaan, saat ini, konsep cerita AU sudah banyak dimanfaatkan sebagai media kreatif untuk mempromosikan berbagai kegiatan, baik kegiatan kampus, organisasi, maupun acara lainnya.

Misalnya, sebuah kampus membuat AU dengan cerita tentang kehidupan mahasiswa seperti mengenai jurusan, bagaimana beradaptasi dengan lingkungan kampus, atau mengikuti kegiatan organisasi. Dengan cara tersebut, informasi tidak disampaikan secara langsung dalam bentuk iklan, tetapi dirangkai melalui cerita yang lebih menarik dan dekat dengan anak muda.

AU sebagai media promosi kegiatan open recruitment English Club (Sumber: Instagram @ec.smanis)

Menurut saya, promosi dengan cara seperti ini sangat menarik, karena tidak hanya mengandalkan poster atau pengumuman, tetapi mengajak audiens untuk mengikuti alur ceritanya terlebih dahulu. Ketika pembaca sudah merasa tertarik dengan alurnya, mereka akan lebih mudah memahami informasi yang disisipkan di dalam cerita. Hal ini dapat diterapkan untuk mempromosikan kegiatan organisasi, seminar, lomba, maupun acara kampus lainnya. Menurut saya, pendekatan seperti ini lebih dekat dengan kebiasaan anak muda yang memang sudah terbiasa menikmati konten di media sosial.

Tetap Kritis Dalam Membaca AU

Walaupun AU dapat dimanfaatkan dengan baik, tetap ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. AU dapat menggunakan bahasa informal, slang, atau bahkan memuat informasi yang belum tentu benar. Oleh karena itu, pembaca harus bersikap dan berpikir kritis terhadap apa yang mereka baca. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan terutama ketika AU digunakan sebagai media promosi atau penyampaian informasi. Jika AU digunakan untuk mempromosikan kampus atau kegiatan, maka informasi yang disampaikan harus akurat berdasarkan fakta. Cerita boleh dibuat kreatif, tetapi informasi yang diberikan tidak boleh menyesatkan pembaca. Pembaca juga harus bisa membedakan antara informasi yang bersifat fiksi dan informasi yang berdasarkan fakta. Hal ini dapat melatih kemampuan anak muda zaman sekarang dalam berpikir secara kritis di ruang digital.