Konten dari Pengguna

Penguatan Karakter Lewat Sejarah Lokal Bersama Giat 13 UNNES

Uswatun Chasanah
Mahasiswa Pendidikan Sejarah di Universitas Negeri Semarang
17 November 2025 13:43 WIB
·
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Penguatan Karakter Lewat Sejarah Lokal Bersama Giat 13 UNNES
Mahasiswa sejarah KKN bersama SMP Islam Sudirman memperingati Hari Pahlawan dengan upacara bendera. Kegiatan ini menumbuhkan semangat cinta tanah air melalui pemahaman sejarah lokal dan nilai kepahlaw
Uswatun Chasanah
Tulisan dari Uswatun Chasanah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Gambar 1 . Mahasiswa GIAT 13 berfoto bersama setelah pelaksanaan upacara Hari Pahlawan (Dokumentasi pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Gambar 1 . Mahasiswa GIAT 13 berfoto bersama setelah pelaksanaan upacara Hari Pahlawan (Dokumentasi pribadi)
ADVERTISEMENT
Pelaksanaan program kerja (proker) saya di SMP Islam Sudirman dimulai dengan mengikuti upacara peringatan Hari Pahlawan pada 10 November 2025. Suasana pagi di Desa Dadapayam terasa khidmat. Siswa, guru, dan mahasiswa GIAT 13 berdiri rapi mengikuti rangkaian kegiatan yang sarat nilai pendidikan.
ADVERTISEMENT
Sebagai pembina upacara, saya menyampaikan amanat yang mengajak siswa melihat sejarah lokal sebagai sumber nilai karakter. Saya menekankan bahwa keberanian, kejujuran, dan kepedulian dapat mereka contoh dari kisah tokoh dan peristiwa di lingkungan sekitar.
Gambar 2. Mahasiswa GIAT 13 menyampaikan amanat upacara (Dokumentasi pribadi)
Setelah upacara, kegiatan proker dilanjutkan dengan mengajak beberapa siswa mengenal kembali sejarah daerah mereka—mulai dari tokoh lokal hingga situs yang menyimpan cerita masa lalu. Kegiatan ini membantu siswa menyadari bahwa pelajaran berharga dapat ditemukan di lingkungan sendiri.
Kepala sekolah, Bapak Maghfur Muawwan, menegaskan bahwa pembelajaran berbasis sejarah lokal mendukung pembentukan karakter siswa. Nilai-nilai seperti disiplin, hormat kepada guru, dan kepedulian sosial dapat tumbuh melalui pemahaman sejarah yang dekat dengan kehidupan mereka.
Upacara ditutup dengan pembacaan doa dan lagu “Hari Merdeka.” Wajah para siswa menunjukkan kebanggaan dan semangat baru. Bagi saya, kegiatan proker ini menjadi pengalaman penting bahwa mengenalkan sejarah lokal bukan hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan karakter yang kuat dan positif pada peserta didik.
ADVERTISEMENT