Konten dari Pengguna

Membersamai Pemdes Wonopringgo, Mahasiswa KKN UIN GusDur Sukseskan Ngaji Budaya

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Muhammad Amhar Dany tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dokumentasi Ngaji Budaya Desa Wonopringgo
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi Ngaji Budaya Desa Wonopringgo

Pekalongan - Mahasiswa KKN UIN Gus Dur Pekalongan angkatan 59 kelompok 73 Desa Wonopringgo membersamai pejabat pemerintah desa, dan para pemuda Desa Wonopringgo sukseskan kegiatan Ngaji Budaya. Kegiatan ini diadakan dalam rangka Kampung Nasi Goreng Bersholawat yang dilaksanakan pada selasa malam, tanggal 20 Agustus 2024 kemarin. Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Wonopringgo, Babinsa dan Bhabinkamtibmas desa Wonopringgo, tokoh agama desa Wonopringgo dan seluruh masyarakat desa Wonopringgo yang sangat antusias sekali.

"Kegiatan kampung nasi goreng bersholawat ini sudah berjalan setiap tahunnya. Kenapa kok dinamakan kampung nasi goreng bersholawat? Bahwasanya di desa Wonopringgo ini banyak masyarakatnya yang berjualan nasi goreng. Maka dari itu, desa Wonopringgo dijuluki sebagai kampung nasi goreng. Sehingga kegiatan ini mengambil dari julukan desa tersebut" Tutur Kepala Desa Bapak H. Slamet Haryanto

Dalam sambutannya, Bapak H. Slamet Haryanto juga menyampaikan dalam kegiatan di tahun ini disediakan nasi goreng dengan jumlah lebih dari 1000 bungkus, yang mana nasi goreng tersebut dari masyarakat wonopringgo yang dibagikan ke seluruh pengunjung yang hadir. "dari masyarakat kembali ke masyarakat."

Sambutan Bapak H. Slamet Haryanto (Kepala Desa Wonopringgo)

Pada tahun ini turut menghadirkan Ki Haryo Susilo Entus Susmono, penerus Abahnya yakni Almarhum Ki Enthus Susmono yang dikemas dalam programnya yakni NGAJI BUDAYA. Kegiatan ini diawali dengan pembacaan maulid dari grup hadroh desa Wonopringgo kemudian dilanjutkan acara inti Ngaji Budaya.

Ki Haryo Susilo dalam menguraikan pesan profetiknya menampilkan wayang khusus yakni sosok Lupit dan Slentheng yang kocak, namun sangat menginspirasi. Ki Haryo Susilo menyampaikan, orang yang bertakwa kepada Allah dengan sungguh-sungguh maka akan diberi jalan keluar dalam segala urusan hidupnya.

"Orang yang bertakwa dengan benar maka akan dimudahkan urusan rezekinya. Bahkan rezeki itu datang dari arah yang tidak terduga." Tuturnya

Dalam pementasan nya, ki haryo juga menuturkan bahwasannya Allah menciptakan kamu (manusia) dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, yakni berasal dari keturunan yang sama yaitu Adam dan Hawa. Semua manusia derajat kemanusiaannya sama saja.

Penjelasan tersebut tertera dalam Al-Qur'an surat Al-Hujurat ayat 13, "Allah menjadikan kamu (manusia) berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Dengan demikian, manusia saling membantu satu sama lain, bukan saling mengolok-olok dan saling memusuhi antara satu kelompok dengan lainnya." Tutur Ki Haryo

Diakhir pementasan wayang, Ki Haryo berharap seluruh pengunjung yang hadir khususnya masyarakat desa Wonopringgo agar turut menjaga esensi dari ayat Al-Qur'an diatas yang mana berkesinambungan dengan semboyan bangsa Indonesia yakni Bhineka Tunggal Ika (berbeda-beda tetapi tetap satu jua) agar masyarakat wonopringgo hidup rukun, dan sentosa, serta beliau juga memberikan sebuah amalan, besar harapan amalan tersebut diamalkan seluruh pengunjung yang hadir.

Penulis : Muhammad Amhar Dany