Konten dari Pengguna

Soft Girl vs Clean Girl: Gaya Gen Z yang Lagi Viral, Tapi Kok Bikin Insecure?

VAHRIA WIBAWA
Mahasiswa prodi Farmasi Universitas Islam Indonesia
25 Juli 2025 11:39 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tulisan dari VAHRIA WIBAWA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
"Ilustrasi Soft Girl dan Clean Girl aesthetic yang viral di kalangan Gen Z" (Source: canva)
zoom-in-whitePerbesar
"Ilustrasi Soft Girl dan Clean Girl aesthetic yang viral di kalangan Gen Z" (Source: canva)
ADVERTISEMENT
Lagi scroll TikTok terus nemu konten cewek-cewek dengan pipi pink dan gaya super gemas? Atau yang glowing parah, alis rapi, terus rambut dicepol sleek? Yup, itu dia dua aesthetic yang lagi rame banget: Soft Girl dan Clean Girl.
ADVERTISEMENT
Dua gaya ini emang keliatan beda, tapi dua-duanya jadi semacam "standar baru" buat tampil di medsos. Nah, pertanyaannya: ini bentuk ekspresi diri, atau malah bikin kita ngerasa harus tampil “sempurna” terus?
Soft Girl Vibes: Lucu, Imut, Feminin Banget
Soft Girl tuh identik sama warna pastel, blush on di pipi dan hidung, gaya cewek gemas yang suka pake kardigan, rok mini, sama aksesori lucu. Banyak yang ngerasa gaya ini nunjukin sisi lembut dan bebas jadi diri sendiri tanpa takut dibilang lemah.
Tapi di sisi lain, ada juga yang bilang tren ini justru bikin image cewek harus selalu imut dan manis—kayak ada tekanan buat tampil cute 24/7.
Clean Girl Aesthetic: Rapi, Glowing, Tapi Elit?
ADVERTISEMENT
Nah, beda lagi sama Clean Girl. Gaya ini lebih ke minimalis dan “rapi natural”—makeup tipis tapi flawless, outfit netral kayak putih-beige, dan rambut slick bun yang super neat. Banyak yang terinspirasi dari seleb kayak Hailey Bieber atau Sofia Richie.
Cuma masalahnya, gak semua orang bisa tampil kayak gitu. Skincare mahal, lighting bagus, dan kulit mulus tuh sering datang dari privilege. Jadi ya, buat sebagian orang gaya ini gak se-"santai" yang keliatannya.
Dua Aesthetic, Tekanannya Sama
Mau soft atau clean, ujung-ujungnya banyak yang ngerasa tertekan. Karena kalau gak “masuk” ke dua kategori ini, suka muncul perasaan FOMO atau ngerasa gak estetik. Padahal, gak semua orang harus sesuai template kan?
Jadi Gimana? Ngikutin Tren Gak Salah, Tapi Jangan Lupa Jadi Diri Sendiri
ADVERTISEMENT
Gaya itu bebas, dan sah-sah aja kalau kamu pengen tampil ala Soft Girl, Clean Girl, atau bahkan campur dua-duanya. Tapi jangan sampai kamu ngerasa harus jadi orang lain cuma buat “masuk” ke standar yang dibentuk medsos.
Yang paling penting, tampil dengan versi terbaik kamu—yang real, bukan yang dipaksain.