Streak TikTok: Ketika Menjaga Api Lebih Mudah daripada Menjaga Komunikasi

Mahasiswi Universitas Pamulang - Ilmu Komunikasi
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Valliza Aqila tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernah enggak sih, kamu tetap mengirim video TikTok ke teman padahal sebenarnya sudah nggak tahu mau membahas apa? Bukan karena ada cerita baru atau sedang ingin ngobrol, tetapi karena sayang kalau Streak yang sudah berjalan berhari-hari tiba-tiba putus.
Fenomena ini cukup menarik di kalangan anak muda. Fitur Streak membuat pengguna terbiasa berinteraksi setiap hari melalui pertukaran pesan atau video. Hal sederhana yang awalnya menyenangkan akhirnya menjadi rutinitas untuk menjaga simbol api tetap menyala.
Namun, di balik kebiasaan tersebut, ada hal yang menarik untuk dipertanyakan: apakah kita benar-benar sedang menjaga komunikasi, atau hanya mempertahankan kebiasaan?
Streak TikTok sebagai Cara Menjaga Komunikasi
Media sosial memang membuat komunikasi menjadi lebih mudah. Kita bisa tetap terhubung dengan teman tanpa harus bertemu langsung. Mengirim video lucu atau konten yang sesuai dengan selera teman juga bisa menjadi bentuk perhatian sederhana. Terkadang, hal kecil seperti itu cukup untuk menunjukkan bahwa kita masih mengingat seseorang.
Streak TikTok Tidak Selalu Berarti Dekat
Akan tetapi, komunikasi tidak selalu bisa dinilai dari seberapa sering kita berinteraksi. Dalam komunikasi interpersonal, kualitas hubungan juga berkaitan dengan bagaimana seseorang memahami, merespons, dan berbagi pengalaman dengan orang lain.
Mempertahankan Streak tidak otomatis membuat dua orang semakin dekat. Kita bisa saja rutin bertukar video setiap hari, tetapi jarang membicarakan hal-hal yang benar-benar penting bagi satu sama lain.
Bagi sebagian anak muda, Streak menjadi cara sederhana untuk menjaga hubungan pertemanan, terutama ketika jarang bertemu secara langsung. Kebiasaan saling mengirim video setiap hari bisa menjadi bentuk perhatian kecil yang menunjukkan bahwa komunikasi masih terjaga, meskipun tidak selalu disertai percakapan panjang.
Ketika Streak TikTok Menjadi Kewajiban
Persoalannya muncul ketika Streak mulai terasa seperti kewajiban. Kita mengirim video bukan karena ingin berbagi, melainkan karena merasa harus melakukannya agar api tidak padam. Pada titik ini, interaksi yang seharusnya menyenangkan bisa berubah menjadi rutinitas yang dilakukan sekadar untuk memenuhi kebiasaan.
Fenomena ini menunjukkan bahwa teknologi bukan hanya mengubah cara anak muda berkomunikasi, tetapi juga cara mereka memaknai kedekatan. Simbol digital bisa menjadi bagian dari hubungan pertemanan, tetapi bukan satu-satunya ukuran kualitas hubungan.
Menjaga Komunikasi Pertemanan di Era Digital
Kita tidak perlu menganggap Streak sebagai sesuatu yang buruk. Mempertahankannya boleh saja selama kegiatan itu tetap terasa menyenangkan dan tidak menjadi beban. Namun, sesekali kita juga perlu bertanya: kapan terakhir kali kita benar-benar mengobrol dengan teman, bukan sekadar saling mengirim video?
Pada akhirnya, menjaga api di TikTok mungkin hanya membutuhkan satu interaksi sederhana setiap hari. Namun, menjaga pertemanan membutuhkan kemauan untuk saling memahami, mendengarkan, dan hadir ketika dibutuhkan. Sebab, yang membuat sebuah hubungan bertahan bukan hanya seberapa lama simbol api itu menyala, tetapi juga bagaimana kita menjaga komunikasi di baliknya.
