Konten dari Pengguna

Mahasiswa KKN UMY Kenalkan Biopestisida Ramah Lingkungan melalui Program UTAMA

Vanesa Juliana Abimanyu

Vanesa Juliana Abimanyu

Mahasiswa Manajemen Umiversitas Muhammadiyah Yogyakarta

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Vanesa Juliana Abimanyu tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dokumentasi: Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi: Pribadi

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 002 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melaksanakan sosialisasi dan pelatihan pembuatan biopestisida di Dusun Jetis, Kapanewon Saptosari. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Usaha Tani Prima Desa (UTAMA) yang berfokus pada penguatan pertanian berbasis ramah lingkungan.

Program tersebut dilatarbelakangi oleh permasalahan serangan hama ulat pada tanaman jagung yang kerap dialami petani setempat. Hama ini dinilai menjadi salah satu penyebab menurunnya produktivitas hasil panen dalam beberapa musim terakhir.

Berdasarkan hasil observasi lapangan, mahasiswa menemukan bahwa sebagian petani masih bergantung pada pestisida kimia sebagai solusi utama. Penggunaan berulang dalam jangka panjang dikhawatirkan dapat menurunkan kualitas tanah dan berdampak pada kesehatan lingkungan.

Melalui Program UTAMA, mahasiswa memperkenalkan konsep pertanian berkelanjutan dengan memanfaatkan biopestisida sebagai alternatif pengendalian hama. Biopestisida dipilih karena lebih aman, minim residu kimia, dan dapat dibuat dari bahan alami yang mudah diperoleh.

Dalam sesi sosialisasi, mahasiswa menjelaskan perbedaan mendasar antara pestisida kimia dan biopestisida, termasuk cara kerja serta dampaknya terhadap ekosistem pertanian. Penjelasan disampaikan secara sederhana agar mudah dipahami oleh warga.

Dokumentasi: Pribadi

Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 25 peserta yang terdiri dari Ibu Dukuh dan masyarakat RT 8 Dusun Jetis. Antusiasme warga terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan selama diskusi berlangsung.

Selain penyampaian materi, mahasiswa juga memfasilitasi praktik langsung pembuatan biopestisida. Peserta diajak memahami tahapan mulai dari persiapan bahan, proses pencampuran, hingga teknik aplikasi yang tepat pada tanaman jagung.

Ketua KKN Reguler 002, Levina Dzakiyah Jayapraja, menyampaikan bahwa program ini bertujuan mendorong perubahan pola pikir petani menuju sistem pertanian yang lebih berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kelestarian lingkungan.

Warga menyambut baik inovasi tersebut dan menyatakan kesediaan untuk mencoba metode baru pada musim tanam berikutnya. Mereka berharap pendekatan ramah lingkungan ini mampu memberikan hasil yang lebih stabil.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UMY berharap Dusun Jetis dapat menjadi contoh penerapan pertanian yang lebih sehat dan berorientasi jangka panjang, sehingga keberlanjutan sektor pertanian desa dapat terjaga.