Mahasiswa Sastra UNPAM Mengenalkan Pentingnya Literasi pada Siswa SMA Al-Mubarok

Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Pamulang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Vania Indriani Puspita tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

TANGERANG SELATAN — Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Universitas Pamulang (UNPAM), kembali mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) pada 16 September 2025. Bertempat di SMA Al-Mubarok, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca siswa-siswi kelas 11 melalui pemanfaatan media sosial. Mengusung tema “Pemanfaatan Media Sosial untuk Meningkatkan Minat Baca pada Bidang Sastra”, acara diawali dengan ice breaking yang berhasil mencairkan suasana. Mahasiswa Sastra Indonesia UNPAM kemudian memaparkan materi yang interaktif, menekankan bahwa media sosial, yang sering dianggap sebagai distraksi, dapat menjadi alat efektif untuk menumbuhkan kecintaan terhadap sastra. Para peserta diajak untuk melihat contoh-contoh nyata bagaimana platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube bisa digunakan untuk mempublikasikan dan mengulas karya sastra. Tim PKM juga membagikan tips dan trik agar konten sastra menjadi menarik dan mudah diakses oleh generasi muda. Kegiatan dilanjutkan dengan materi mengenai penggunaan Canva sebagai media kreasi visual. Siswa-siswi diajarkan cara membuat poster dan infografis sederhana untuk mempromosikan karya sastra. Puncak acara adalah lomba membuat puisi dengan templat yang telah disediakan. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi dan kreativitas tanpa batas, berhasil menciptakan puisi-puisi pendek yang unik dan relevan dengan kehidupan remaja saat ini. Kegiatan ini membuktikan bahwa dengan sedikit panduan, kreativitas siswa dapat berkembang pesat. Acara ditutup dengan pengumuman pemenang lomba. Para pemenang mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi. Mahasiswa UNPAM berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan, sehingga minat baca dan apresiasi sastra di kalangan siswa-siswi SMA Al-Mubarok semakin meningkat. Wakil Kepala Sekolah SMA Al-Mubarok mengapresiasi inisiatif mahasiswa ini. "Kegiatan PKM ini adalah bukti nyata bahwa sastra tidak harus selalu kaku. Dengan sentuhan teknologi, sastra bisa menjadi lebih hidup dan relevan," ujarnya. Siswa-siswi SMA Al-Mubarok pun menyambut baik kegiatan ini. "Saya jadi lebih semangat baca puisi setelah tahu kalau kita bisa bikin kontennya di media sosial," kata salah satu peserta. Kegiatan PKM ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga membuka sudut pandang bahwa kolaborasi antara sastra dan teknologi bisa menciptakan ruang baru untuk berekspresi dan berkreasi. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi model bagi kegiatan serupa di masa depan, menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan kebutuhan generasi muda yang serba digital.
