Peran Instagram dalam Penyebaran Budaya Korea di Indonesia

Mahasiswa D3 Teknik Telekomunikasi IT Telkom Purwokerto
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Vani Widya Lestari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sebagaimana diketahui, teknologi internet berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Perkembangan teknologi internet tidak dapat dilepaskan dari kemunculan budaya populer. Keduanya memiliki keterkaitan yang kuat, yaitu perkembangan teknologi internet dapat digunakan sebagai cara untuk menyebarluaskan budaya populer.
Maka tidak heran jika istilah Budaya Populer atau yang biasa disebut dengan Budaya Pop telah mendapat akses dan dukungan dari penggunaan teknologi internet yang sedang berkembang saat ini.
Seperti demam Korea (Korean wave) yang saat ini telah merajai negeri Indonesia. Hal itu dikarenakan penyebaran dan pengaruh budaya Korea di Indonesia, terutama melalui produk-produk budaya populer.
Dengan perkembangan teknologi internet, penyebaran budaya populer menjadi cepat, serta mendapat respons dari sebagian besar kalangan masyarakat. Dalam perspektif industri budaya, budaya populer juga seringkali dimaknai sebagai budaya yang lahir atas kehendak media yang difasilitasi oleh perkembangan konvergensi media (Sugihartati, 2017).
Media adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi kepada penerima informasi. Media yang telah menyebarkan budaya populer adalah media baru yang memilki karakteristik mudah di akses, mudah digunakan di mana saja, bisa melalui komputer dan smartphone, serta memiliki koneksi antar jaringan yang melibatkan internet. Contohnya adalah facebook, instagram, twitter, dan lain-lain. Melalui media baru, segala jenis budaya populer dapat disebarluaskan secara global.
Adapun media baru yang sangat berperan dalam dalam penyebaran budaya populer adalah Instagram. Menurut Aurinawati dan Rostika (2019), Instagram adalah sebuah aplikasi media sosial yang digunakan pengguna untuk mengambil foto dan video, me-repost foto dan video, menerapkan filter digital atau pemberian efek pada foto dan video, serta membagikannya. Berdasarkan observasi penulis, saat ini banyak akun-akun media sosial
instagram yang berisi konten-konten budaya populer korea (Hallyu wave/Korean wave), seperti makanan atau kuliner, fashion, pariwisata, musik, dance, artis korea, bahasa, maupun film/drama korea. Bahkan, produk-produk budaya korea yang diposting dan atau dikenakan oleh aktor dan aktris k-drama dan k-pop di media sosial Instagramnya menjadi hits dan digemari oleh masyarakat Indonesia, terutama kalangan remaja.
Tanpa disadari, efek dari peniruan budaya populer Korea melalui Instagram, budaya yang kita kenal sebelumnya yang berasal dari nilai-nilai mendasar dalam sebuah kebudayaan Indonesia justru mengalami pergeseran.
Seperangkat nilai berupa kearifan lokal dari budaya yang diwariskan secara turun temurun atau sering disebut sebagai budaya tinggi (adiluhung) mulai mendapatkan budaya-tandingan (counter culture). Hal ini sebagaimana yang dikatakan Ferrucci (2018) bahwa budaya populer memiliki potensi yang sangat kuat dalam mempengaruhi pandangan dan opini masyarakat terhadap nilai-nilai budaya.
