Konten dari Pengguna

Rawakalong: Jejak Kalong di Tengah Rawa yang Menjadi Desa

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Vany Eka Lestari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan


  Sumber: Kantor kepala desa Rawakalong, Dokumen Pribadi 2025
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Kantor kepala desa Rawakalong, Dokumen Pribadi 2025

Desa Rawakalong merupakan salah satu wilayah administratif yang berada di Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Desa ini memiliki luas wilayah kurang lebih 525 hektar. Letaknya cukup strategis karena berbatasan dengan beberapa daerah lain. Di sebelah utara, Desa Rawakalong bersinggungan langsung dengan Kelurahan Bakti Jaya yang termasuk dalam Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan. Sementara di bagian timur, desa ini berbatasan dengan Kelurahan Pondok Petir yang merupakan bagian dari Kecamatan Bojongsari, Kota Depok. Adapun batas selatan Desa Rawakalong adalah Desa Curug yang juga berada di wilayah Kecamatan Gunung Sindur. Sedangkan di sisi barat, desa ini berbatasan dengan Desa Pengasinan yang masih termasuk dalam lingkup Kecamatan Gunung Sindur. Dengan posisi geografis tersebut, Desa Rawakalong menjadi kawasan yang cukup penting karena berada di pertemuan beberapa daerah berbeda, baik dari lingkup kabupaten maupun kota.

Nama Rawa Kalong atau Rawakalong muncul dari penggabungan dua kata, yakni “rawa” yang berarti daerah berair atau tanah tergenang, dan “kalong” yang merujuk pada hewan kelelawar. Konon, pada masa lampau di wilayah kampung ini terdapat banyak kelelawar yang masyarakat setempat menyebutnya “kalong”. Binatang tersebut biasanya berdiam di sebuah pohon mangga besar yang tumbuh di tengah-tengah area rawa. Pohon mangga itu menjadi tempat utama bagi kawanan kalong untuk bergelantungan, baik pada siang hari maupun ketika malam tiba. Setiap waktu, pemandangan puluhan hingga ratusan kelelawar yang hinggap di pohon itu menjadikan kawasan tersebut seolah menjadi lokasi persinggahan tetap bagi hewan-hewan malam tersebut. Dari kebiasaan inilah kemudian masyarakat menamai daerah itu sebagai Desa RawaKalong.

Buah mangga yang tumbuh besar didesa tersebut menjadi santapan favorit berbagai jenis burung, terutama burung kalong. Kebiasaan burung kalong yang kerap datang untuk memakan buah mangga tersebut, jadi inilah yang kemudian menginspirasi masyarakat setempat dalam memberi nama daerah tersebut dengan sebutan “Desa Rawakalong.” Namun, bukan hanya pohon mangga yang tumbuh subur di kawasan ini. Di sekitar pedesaan tersebut terdapat pula berbagai jenis pohon besar lain yang menghasilkan buah-buahan melimpah. Burung kalong dikenal sebagai hewan pemakan buah yang sudah hampir matang, seperti buah mangga, jambu, pepaya, pisang, serta beragam buah lainnya. Karena itu, tidak heran jika setiap pagi warga sering menemukan sisa-sisa buah yang telah disantap oleh kawanan kalong yang sudah berserakan di tanah.

Sumber: hari jadi desa Rawakalong, Dokumen Pribadi, 2024

Desa Rawakalong menetapkan tanggal 3 Januari 1943 sebagai tonggak sejarah yang sangat berarti bagi seluruh warganya. Tanggal tersebut diperingati sebagai hari jadi Desa Rawakalong, sebuah momen bersejarah yang setiap tahun dirayakan bersama oleh masyarakat. Peringatan ini tidak sekadar menjadi ajang formal untuk menandai bertambahnya usia desa, melainkan juga menjadi lambang persatuan, kebersamaan, dan rasa syukur warga terhadap perjalanan panjang Desa mereka. Penetapan hari jadi ini berakar pada cerita dan tradisi turun-temurun yang diwariskan oleh para leluhur serta tokoh masyarakat terdahulu. Lebih dari itu, perayaan hari jadi Desa Rawakalong juga mengandung nilai penting dalam upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya lokal, agar tetap hidup, dikenal, serta diwariskan kepada generasi berikutnya.

Desa Rawakalong dan Kecamatan Gunung Sindur tidak hanya sebatas urusan administratif, tetapi juga terjalin dalam aspek sejarah, letak wilayah, serta kehidupan sosial dan budaya masyarakatnya. Sebagai salah satu desa yang sudah ada sejak lama di wilayah tersebut, Rawakalong memiliki peranan penting dalam perkembangan Gunung Sindur dari masa ke masa. Secara letak, Rawakalong berada di bagian utara dan menjadi salah satu jalur utama menuju kota-kota sekitar seperti Depok dan Tangerang Selatan. Posisi ini membuatnya menjadi kawasan yang strategis untuk kegiatan ekonomi dan mobilitas warga. Selain itu, masyarakat Rawakalong juga aktif mendukung berbagai program pembangunan yang dijalankan oleh pemerintah kecamatan, baik di bidang pertanian, pendidikan, maupun pelestarian lingkungan. Kedekatan dan kerja sama ini menjadikan Rawakalong bagian yang penting dalam kemajuan Kecamatan Gunung Sindur secara keseluruhan.