Konten dari Pengguna

Meditasi: Cara Jitu Mempertahankan Mental Atlet

ANNISA VANYA ARSITA WIDYA

ANNISA VANYA ARSITA WIDYA

Mahasiswa Psikologi Universitas Brawijaya

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari ANNISA VANYA ARSITA WIDYA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber foto: pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Sumber foto: pixabay.com

Halo, sahabat kumparan! Kalian pasti sudah sering dengar bahwa atlet adalah sebuah profesi yang pencapaian akhirnya yakni sebuah prestasi dan apresiasi, latihan yang keras menjadi makanan sehari-hari. Nah, hal tersebut menjadi alasan bahwa fisik daripada seorang atlet sangat penting untuk dijaga kesehatannya karena fisik yang kuat akan menghasilkan mental yang kuat pula. Mental sendiri adalah salah satu komponen psikologis seseorang yang harus dijaga karena merupakan kumpulan dari sikap, perilaku, dan emosi yang mempengaruhi kondisi seorang atlet dalam mempertahankan dirinya ketika berada dalam situasi yang penuh hambatan dan tekanan. Ketika mental kuat, maka kepercayaan diri akan terbangun dengan sendirinya, lho. Hal tersebut membuat para atlet merasa lebih legowo saat bertanding apapun hasilnya nanti. Maka dari itu, sangat penting untuk seorang atlet dalam melatih dan menjaga mentalnya.

Bagaimana Sih Cara Menjaga Mental yang Efektif dan Ampuh?

Sumber foto: pixabay.com

Sahabat kumparan, kalian pasti penasaran dan bertanya-tanya tips and trick untuk para atlet dalam menjaga mentalnya, kan? Yuk, simak penjelasannya! Jadi, ada banyak cara untuk seorang atlet dalam menjaga mental masing-masing dilihat dari karakter dan problem solving yang mereka miliki. Salah satu cara yang paling mudah yang bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja adalah meditasi. Apa sih meditasi itu, sahabat? Meditasi adalah aktivitas untuk menjernihkan dan menenangkan pikiran guna untuk mengurangi stress. 

Bishop, dkk. (2004) menjelaskan bahwasanya meditasi terbagi menjadi dua unsur, yaitu self regulation of attention dan orientation to experience. Self regulation of attention adalah kondisi dimana seorang atlet mampu mengelola emosi dan perhatian, serta peka terhadap sensasi pada fisik yang mereka rasakan. Dengan begitu, atlet dapat menangani dirinya ketika berada dalam situasi yang menguras emosi, pikiran, dan fisiknya. Sedangkan orientation to experience adalah proses pelatihan mental atlet agar dapat menerima segala sesuatu yang sudah terjadi selama ia meniti karir tanpa diberikan evaluasi yang rentan membuat atlet tersebut stress. Ketika kedua unsur tersebut diterapkan, maka akan efektif bagi seorang atlet untuk menangani mental yang down

Sumber foto: pixabay.com

Apakah Meditasi Hanya Dapat Meningkatkan Mental? Mitos atau Fakta?

Sahabat kumparan, pernyataan diatas adalah mitos, ya! Faktanya, meditasi tidak hanya meningkatkan mental saja, lho. Kebugaran fisik dan mental yang terus-menerus dijaga dan dilatih oleh para atlet tersebut ternyata kurang cukup, butuh kebugaran pikiran untuk dapat menstabilkannya. Kebugaran pikiran inilah yang merupakan manfaat lain dari meditasi selain peningkatan mental. Karena dengan meditasi, dapat mengubah otak baik secara struktural maupun fungsional. Contohnya, ketika seorang atlet dalam kondisi istirahat dengan tujuan recovery bagian tubuh yang cedera akan lebih cepat sembuh ketika pemikiran atlet dalam keadaan bugar.

Selain meningkatkan kebugaran pikiran, meditasi juga mempengaruhi emosi yang datang dari dalam diri kita. Emosi yang tidak pada tempatnya tentu sangat mengganggu aktivitas sehari-hari apalagi sebagai seorang atlet karena dalam regulasinya, emosi yang kita berikan terhadap suatu hal jika direalisasikan namun tidak pada tempatnya akan menghambat seseorang dalam mencapai tujuannya, terlebih atlet dalam pencapaian prestasinya. Pengelolaan emosi ini dapat dilakukan secara sadar maupun tidak sadar, emosi dikelola dengan menaik-turunkan reaksi yang dipengaruhi oleh memori, kognisi, dan ekspresi. 

Gross & John (2003) menyebutkan bahwa terdapat beberapa hal yang menjadi proses munculnya regulasi emosi, yaitu seleksi situasi, dimana kondisi seseorang untuk memilih situasi yang diinginkan dan tidak diinginkan. Selanjutnya ada modifikasi situasi, yaitu seseorang dapat mengubah situasi yang sedang terjadi menjadi lebih nyaman. Ketiga, penyebaran perhatian, penyebaran perhatian adalah pemberian atensi kedalam satu hal yang menjadi penyebab utama munculnya emosi. Yang keempat adalah perubahan kognitif atau pemaknaan ulang terhadap pengalaman yang terjadi dan yang terakhir adalah modulasi respon, merupakan usaha seseorang dalam mengelola (mengatur dan mengganti) kecenderungan reaksi yang diberikan, baik secara pikiran, fisik, dan perilaku.

Macam-Macam Teknik Meditasi yang Perlu Kita Ketahui

Sumber foto: pixabay.com

Benarkah sahabat, jika meditasi yang kita tahu selama ini hanya sekedar duduk bersila saja? Padahal ternyata, dalam melakukan meditasi juga terdapat tekniknya, lho! Perhatikan baik-baik ya penjelasannya! Teknik yang pertama adalah meditasi mindfulness, menurut Brown, Ryan, dan Creswell (dalam Ciarrochi, Bilich, & Godsell, 2010) meditasi mindfulness dapat membuat seseorang berkemampuan dalam penyesuaian perasaan yang ada dalam diri dengan situasi tertentu. Sedangkan teknik yang kedua adalah loving kindness, dimana seorang atlet mengendalikan emosi-emosi negatif sebelum bertanding dan menggantinya dengan emosi positif demi pertandingan yang maksimal. 

(Brantley & Hanauer 2008) memaparkan bahwa loving kindness exercise membantu seseorang dalam meningkatkan emosi positif dengan membawa aspek yang terdapat dalam diri dan orang lain tanpa syarat. Sudah jelas, kan, sahabat? Ternyata meditasi dapat berpengaruh terhadap banyak aspek, ya! Itulah sebabnya mengapa seorang atlet harus mengetahui hal-hal apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan meditasi supaya meditasi yang dilakukan berjalan efektif. Mulai dari, pengertian, fungsi, manfaat, dan teknik-teknik meditasi yang ternyata juga sangat mudah untuk dipahami. So, jangan ragu lagi untuk merutinkan diri dengan melakukan meditasi, ya, sahabat! Karena meditasi sangat berpengaruh terhadap kesehatan mental dan emosi kita.

Referensi:

https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=meditasi+psikologi&btnG=#d=gs_qabs&t=1669839854745&u=%23p%3DYDRieHTKHbMJ

https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=meditasi+psikologi&btnG=#d=gs_qabs&t=1669839868627&u=%23p%3DCiZemYxI4_cJ

https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=meditasi+psikologi&btnG=#d=gs_qabs&t=1669839885094&u=%23p%3DJ755Qcp_NRUJ