Djarum Foundation Gelar Kursus Lisensi D untuk 30 Pelatih di Kudus

Bakti Olahraga Djarum Foundation menyelenggarakan kursus kepelatihan lisensi D untuk para pelatih sepak bola. Peserta diajarkan memahami struktur Filosofi Filanesia.
Filosofi Filanesia merupakan kurikulum yang dirancang oleh PSSI untuk membentuk karakter sepak bola Indonesia. Hal ini sebagai identitas permainan sepak bola di Indonesia.
Acara kursus kepelatihan lisensi D digelar di Supersoccer Arena, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Senin (5/10). Kegiatan ini fokus pada materi teori dan praktik di lapangan. Sebanyak 30 peserta dari Kabupaten Kudus dan sekitarnya ikut serta.
Coach Educator Kursus Lisensi D, Didik Lestiyantoro, mengatakan, kursus lisensi D merupakan tonggak awal bagi seorang pelatih untuk memulai karier kepelatihan sepak bola.
"Untuk menjadi pelatih harus memulai kursus lisensi D. Kami berterima kasih kepada Bakti Olahraga Djarum Foundation yang telah memfasilitasi kursus lisensi D ini," katanya kepada kumparan, Senin (5/10).
Melalui kursus lisensi D ini diharapkan dapat membangun sumber daya manusia di Kabupaten Kudus dan sekitarnya. Dalam hal ini menyalurkan ilmu sepak bola kepada pesepakbola usia dini level grassroot.
Salah satu materi yang diberikan ke peserta lisensi D ini yakni memberikan pemahaman soal struktur Filosofi Filanesia. Sebuah filosofi bermain sepak bola Indonesia.
"Kami memberikan pemahaman Filosofi Filanesia sepak bola Indonesia kepada pelatih untuk disampaikan kepada para pemainnya. Cara bermain sepak bola Indonesia harus dikenalkan ke pemain usia grassroot," terangnya.
Selain persoalan Filosofi Filanesia, Didik Lestiyantoro juga mengenalkan praktik di lapangan. Materi yang diberikan meliputi passing, first touch, running with the ball, dan lainnya.
Didik menyampaikan, memiliki lisensi D sangatlah penting sebagai jembatan untuk menaikkan lisensi kepelatihan yang lebih tinggi. Berawal dari lisensi D ini seorang pelatih pemula dibekali untuk membina dan melatih pemain usia dini level grassroot, yakni usia enam tahun hingga 13 tahun.
"Jadi harapannya dengan pembekalan kursus lisensi D ini para pelatih pemula di dalam melatih anak-anak usia grassroots berada pada jalur yang benar dan tepat," ujarnya.
Seusai mengambil lisensi D ini, tentu ia berharap agar para peserta dapat mengimplementasikan ilmunya kepada para pemain. Selain itu juga dapat menerapkan pola latihan yang fun untuk pemain.
"Jadi, mereka bisa memberikan ilmu yang menyenangkan untuk anak-anak, sehingga mereka gemar bermain bola," imbuhnya.
Didik berharap kursus kepelatihan lisensi D ini memberikan bekal berharga untuk para pelatih pemula. Sehingga dapat menyalurkan ilmunya kepada anak-anak di level grassroot.
"Seiring berjalannya waktu, kami juga berharap mereka dapat menaikkan level memiliki lisensi C, B dan seterusnya," imbuhnya.
Sementara itu, Wakil dari Bakti Olahraga Djarum Foundation, Edi Mulyono, mengatakan, kursus lisensi D ini bertujuan membentuk para pelatih agar dapat memberikan ilmu dasar sepak bola yang benar. Di sisi lain, semakin banyak pelatih berlisensi memberikan dampak positif untuk sepak bola ke depannya.
"Apalagi saat ini kami juga sedang fokus melatih sepak bola putri. Keinginan kami juga semakin banyak pelatih sepak bola putri," katanya, Senin (5/10).
Pihak Bakti Olahraga Djarum Foundation memberikan subsidi untuk para peserta. Puluhan peserta lisensi D ini hanya membayar biaya kursus lisensi D sebesar Rp 2 juta saja per peserta.
"Kalau biaya aslinya lebih dari Rp 2 juta. Kami coba berikan subsidi untuk para peserta. Sasaran kami merupakan pelatih SSB, guru olahraga dan pelatih yang sudah pernah ikut ajang Milklife Soccer Challenge dan Hydroplus Soccer League," terangnya.
Edi berharap kursus lisensi D ini memberikan dampak positif untuk pelatih dan pemain level grassroot. Pihaknya berkomitmen menyelenggarakan kegiatan ini sebagai agenda rutin.
"Setelah lisensi D, rencananya kami juga akan menggelar lisensi C di tahun berikutnya," imbuhnya.
