Mainan Motif Tentara Jadi Saksi Bisu Anak Buruh di Kudus Lolos Taruna Akmil

Koleksi mainan bernuansa tentara masa kecil Fauzan Gymnastyar masih tersimpan di rumah. Mainan seharga puluhan ribu yang dibelikan kedua orang tuanya itu menjadi saksi bisu keberhasilan Fauzan lolos sebagai taruna Akademi Militer (Akmil).
Fauzan Gymnastyar (22) merupakan putra semata wayang dari pasangan Muhammad Jasmin (57) dan Suparsih (57). Mereka berdomisili di RT 6, RW 5, Desa Margorejo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Jasmin bekerja sebagai buruh. Ia biasa menggarap sawah milik orang lain. Selain itu, ia juga berjualan nasi kucing--semacam nasi rames-- pada pagi hari dan mencari rumput untuk pakan kambing pada sore hari. Penghasilannya sehari-hari tak menentu.
Sedangkan istrinya, Suparsih, dulunya bekerja sebagai buruh rokok. Namun, sejak sakit mata, ia berhenti dan membuka warung kelontong kecil-kecilan di rumah.
Jasmin menceritakan, putra satu-satunya itu sejak kecil ingin menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI). Bahkan, ia masih ingat saat mengantarkan Fauzan kecil membeli mainan motif tentara.
Tepatnya saat Fauzan berusia dua tahun. Ia membelikan mainan tank seharga Rp 25 ribu, mainan motif prajurit tentara seharga Rp 20 ribu, dan helikopter militer seharga Rp 35 ribu.
"Dulu saya kan mau nonton orkes dangdut. Saat lewat di depan pedagang mainan, Fauzan minta dibelikan tiga mainan sekaligus bermotif tentara. Dia bilang suka mainan tersebut dan besok ingin jadi tentara," katanya saat ditemui kumparan, Selasa (4/8).
Jasmin dan Suparsih masih menyimpan ketiga mainan itu. Kata mereka, sebagai kenang-kenangan. Kondisi ketiga mainan itu masih utuh. Hanya, sudah berdebu di beberapa bagian.
Sebenarnya, ada dua mainan motif tentara yang berpose merangkak sambil membawa senjata. Namun, salah satunya sudah rusak. Sedangkan mainan tank dengan motif loreng khas prajurit TNI dan helikopter militer masih kokoh bentuknya.
Kini impian anaknya terwujud. Pada 30 Juli 2026 lalu, Fauzan dinyatakan lolos sebagai taruna Akmil di Magelang, Jawa Tengah. Fauzan seakan memenuhi ucapan yang disampaikan saat berusia dua tahun kala meminta dibelikan mainan. Bunyinya, "Besok saya ingin jadi tentara."
"Pastinya ada rasa bangga. Dari kecil dia memang ingin menjadi tentara. Alhamdulillah bisa kesampaian berkat rida Allah SWT," ujar Jasmin.
Perjuangan Panjang, Berkali-kali Gagal
Perjuangan putra semata wayangnya itu bisa dibilang terjal. Fauzan bukan mendaftar sebagai tentara satu kali. Ia sudah mendaftar menjadi TNI pada 2023, 2024, 2025, dan 2026.
Pada 2023, 2024, dan 2025 perjalanannya belum berhasil karena dinyatakan belum lolos sebagai anggota TNI. Mimpinya yang sempat tertunda baru terjawab pada 2026 usai dinyatakan lolos menjadi taruna Akmil pada 30 Juli 2026.
Pada 2024, sepeda motornya sempat berkarat karena harus menerjang air rob di daerah Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Kala itu Fauzan hendak mengikuti tes seleksi di Kodam IV Diponegoro, Kota Semarang, Jawa Tengah.
"Sepeda motornya sampai berkarat karena untuk menerjang air rob. Selain itu tas berisi pakaian juga pernah hilang ketika ngekos karena mengikuti seleksi tentara. Dia juga pernah sakit kepala tetapi bersikeras untuk berangkat seleksi di Kodam IV Diponegoro," jelasnya.
Sebagai sosok ayah, Jasmin tahu betul tekad anaknya untuk meraih cita-cita menjadi TNI. Ia bersyukur keinginan putranya dapat terwujud.
"Tidak pernah bermimpi seperti ini. Alhamdulillah anak saya bisa mewujudkan cita-citanya. Sempat takut juga kalau harus bayar. Ternyata tidak ada biaya sama sekali," imbuhnya.
Suparsih, sebagai sosok ibu, juga melihat impian Fauzan yang ingin menjadi abdi negara sebagai TNI. Bahkan, setiap ada acara karnaval, Fauzan meminta memakai seragam TNI.
"Saat sekolah TK kan ada acara karnaval. Fauzan minta pakaiannya ala tentara," ungkapnya.
Fauzan di matanya merupakan anak yang cerdas, rajin, dan berbakti kepada orang tua. Bahkan, tak pernah menuntut apa pun.
Selain mainan yang serba tentara dan permintaan baju tentara saat karnaval, Fauzan juga sering terpilih menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibra). Selain itu, model potongan rambutnya sejak dulu sudah cepak atau pendek seperti tentara.
"Semoga dia tetap menjadi anak yang soleh dan sukses," imbuhnya.
Sementara itu, paman Fauzan yang juga Babinsa Koramil Dawe, Turikhan, bangga dengan pencapaian keponakannya itu. Ia menjadi saksi perjalanan Fauzan yang ingin menjadi tentara sejak 2023 hingga akhirnya berhasil pada 2026.
"2023 seleksi sampai Kodam IV Diponegoro. Kemudian pada 2024 dan 2025 sudah tes pantukhir di Akmil tetapi belum rezeki. Alhamdulillah di 2026 ini bisa lolos," ungkapnya.
Menurutnya, Fauzan merupakan pribadi yang rajin, penurut, dan tidak neko-neko. Tekadnya menjadi TNI sering diwujudkan lewat latihan fisik setiap hari. Mulai dari lari, push-up, sit-up, dan lainnya.
"Fauzan memang ingin jadi TNI. Teman-temannya beberapa juga ada yang sudah jadi TNI. Saya coba arahkan, dan dia mau. Alhamdulillah tahun ini lolos menjadi taruna Akmil," terangnya.
Sebagai seorang yang juga berprofesi sebagai tentara, ia berharap Fauzan dimudahkan selama menempuh pendidikan di Akmil. Ia berharap Fauzan menjadi prajurit yang baik.
"Semoga Fauzan menjadi prajurit sekaligus perwira yang amanah dan jujur. Kemudian bisa mengabdi sebagai bangsa dan negara," imbuhnya.
