Menjemput Mimpi di 'Surga' Bulu Tangkis PB Djarum

kumparanSPORTverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Para peraih Super Tiket pada Audisi Umum PB Djarum Kudus 2026. Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Para peraih Super Tiket pada Audisi Umum PB Djarum Kudus 2026. Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

Bagi ribuan anak yang datang ke Audisi Umum PB Djarum setiap tahunnya, klub bulu tangkis legendaris ini bukan sekadar tempat latihan. PB Djarum menjadi klub impian bagi para atlet muda dan orang tua mereka pun rela ke sana seberapa pun jauhnya.

Sejak digelar pertama kali pada 2006, Audisi Umum PB Djarum telah menjadi pintu masuk bagi ribuan anak muda yang bermimpi menjadi pebulu tangkis profesional. Dari klub inilah lahir nama-nama besar seperti Kevin Sanjaya Sukamuljo, Tontowi Ahmad, Liliyana Natsir, dan masih banyak lagi.

Daya tarik PB Djarum tidak lepas dari fasilitas yang mereka sediakan bagi atlet binaannya, mulai dari sarana latihan, asrama, kebutuhan makan, hingga asupan vitamin. Kombinasi pembinaan yang konsisten dan fasilitas yang lengkap inilah yang membuat klub asal Kudus ini kerap disebut sebagai "surga bulu tangkis" oleh mereka yang datang dari berbagai daerah.

Zeni Mulyani, pelatih PB Pangkas asal Bandung, adalah salah satu yang merasa begitu. Menurutnya, PB Djarum menjawab kebutuhan orang tua yang ingin anaknya berkembang tanpa harus memikirkan biaya.

Atlet putri bertanding di Audisi Umum PB Djarum 2026 yang berlangsung di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah pada Kamis (10/9/2026). Foto: Vega Maarijil Ula/kumparan

"Surga badminton di PB Djarum. Orang tua juga ingin anaknya masuk sini. Di sini benar-benar wadah badminton," katanya kepada kumparan.

"Orang tua sudah nggak berpikir soal biaya apa pun, semuanya sudah ditanggung PB Djarum. Inilah yang disebut dengan surga bulu tangkis," lanjutnya.

Kesan serupa datang dari para orang tua yang mengantar anaknya jauh-jauh ke Kudus. Sigit Purnomo, ayah dari salah satu peserta asal Pati, menilai PB Djarum sudah lama dikenal sebagai klub unggulan di Indonesia yang punya fasilitas lengkap, komplet, dan nyaman.

"PB Djarum ini kan terkenal unggulan bulu tangkis di Indonesia. Kita sebagai orang tua ingin anak main di sini jangan disia-siakan kesempatan ini," katanya.

Atlet mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2026 di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (10/9/2026). Foto: Vega Ma'arijil Ula/kumparan

Kesan yang sama diutarakan Much Irfan Fathur Rahim, ayah seorang atlet asal Kendal. Baginya, PB Djarum sudah lama menjadi tolok ukur klub bulutangkis di Indonesia.

"Djarum sendiri adalah klub papan atas nasional Indonesia. Yang pasti juga jadi idola dan impian untuk setiap anak yang bermain bulu tangkis atau yang hobi bulu tangkis di Indonesia ini," ujarnya.

Bakti Olahraga Djarum Foundation dan PB Djarum menyelenggarakan Audisi Umum PB Djarum 2026 Kudus yang dihelat di GOR Djarum, Jati, pada Rabu (9/9) hingga Minggu (13/9). Sebanyak 1.601 peserta yang tersebar di kategori U-11, KU-11, dan KU-12 dari Sumatera hingga Papua bersaing meraih Djarum Beasiswa Bulu Tangkis dan bergabung dengan PB Djarum.

Untuk mengamankan Super Tiket menuju fase karantina, peserta putra wajib menembus babak semifinal & putri tembus final. Selain itu ada juga Super Tiket Pilihan Tim Pencari Bakat yang diberikan kepada peserta dengan potensi menjanjikan. Nantinya di karantina, semua atlet akan digembleng latihannya dan difasilitasi asupan gizinya.

Dan hasilnya, sebanyak 36 pebulu tangkis muda berhasil meraih Super Tiket di Audisi Umum PB Djarum Kudus 2026. Adapun para peraih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 Kudus terdiri dari 18 atlet putra dan putri yang lolos melalui jalur turnamen di tiga kelompok usia yakni U-11, KU 11, dan KU 12 baik putra maupun putri. Sementara 18 atlet lainnya memperoleh Super Tiket berdasarkan hasil pemantauan Tim Pencari Bakat PB Djarum.

Selanjutnya, para atlet akan menjalani karantina selama empat pekan di asrama PB Djarum dengan dua kali fase eliminasi yang bertujuan melihat bakat dan mentalitas atlet. Mereka yang lolos Tahap Karantina akan mendapatkan Djarum Beasiswa Bulutangkis dari Bakti Olahraga Djarum Foundation dan bergabung sebagai atlet binaan PB Djarum.