Sakit Pinggang pada Lansia, Benarkah Hanya karena Faktor Usia?

Siswi SMA Trinitas Bandung yang memiliki ketertarikan pada penulisan dan komunikasi. Menulis untuk belajar, berbagi informasi, dan memahami berbagai fenomena yang terjadi di sekitar.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Veronica Caroline tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Penulis: Veronica Caroline, Elizabeth Erllyn Melinda, Vanessa Oxcelia Agatha

Sakit pinggang bisa dialami oleh siapa saja, baik usia muda maupun lanjut usia. Namun, keluhan ini sering kali dianggap sebagai hal yang wajar pada lansia dan dikaitkan dengan proses penuaan. Padahal, rasa nyeri yang muncul di bagian pinggang tidak selalu sesederhana itu. Ada berbagai faktor yang dapat menjadi pemicunya dan penting untuk dikenali agar tidak berujung mengganggu aktivitas sehari-hari.
Jika diperhatikan, aktivitas sehari-hari penderita sakit pinggang dapat terganggu akibat nyeri yang dirasakan. Mulai dari kesulitan bangkit dari posisi duduk, berjalan, hingga munculnya rasa kebas. Keluhan tersebut kerap dianggap sebagai bagian dari proses penuaan dan dibiarkan begitu saja. Namun, benarkah sakit pinggang pada lansia selalu sekadar tanda bertambahnya usia? Berbagai faktor ternyata dapat berada di balik keluhan tersebut.
Mengenali Perubahan yang Terjadi
Salah satu perubahan yang umum terjadi adalah berkurangnya massa dan kekuatan otot. Seiring proses penuaan, kemampuan otot untuk menopang tubuh dapat menurun. Kondisi ini membuat beban pada bagian punggung bawah menjadi lebih besar sehingga nyeri lebih mudah muncul, terutama ketika tubuh melakukan aktivitas tertentu.
WHO menjelaskan bahwa nyeri yang berkaitan dengan saraf tulang belakang dapat disertai kebas, kesemutan, atau kelemahan otot tertentu.
Selain perubahan pada otot, sendi dan tulang belakang juga mengalami perubahan seiring bertambahnya usia. Bantalan di antara tulang belakang dapat mengalami perubahan sehingga pergerakan tulang belakang tidak lagi sefleksibel sebelumnya. Pada kondisi tertentu, perubahan tersebut dapat menimbulkan rasa nyeri atau kaku pada punggung bawah.
Aktivitas Sehari-hari Juga Berpengaruh
Kurangnya aktivitas fisik dan tekanan fisik tertentu termasuk faktor yang dapat berhubungan dengan nyeri punggung bawah.Posisi duduk yang terlalu lama, kurang bergerak, mengangkat benda dengan posisi tubuh yang kurang tepat, atau melakukan aktivitas secara berlebihan dapat memberikan tekanan pada bagian pinggang.
Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan sakit pinggang?
Sakit pinggang merupakan rasa nyeri atau tidak nyaman yang dirasakan pada bagian punggung bawah, tepatnya di sekitar area tulang belakang lumbal. Keluhan ini dapat muncul secara tiba-tiba maupun berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Intensitasnya pun beragam, mulai dari rasa pegal dan kaku hingga nyeri yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Bukan Selalu Berarti Sakit Pinggang Biasa
Nyeri pada bagian pinggang tidak selalu berarti seseorang mengalami nyeri punggung bawah nonspesifik. Keluhan di area tersebut juga dapat berkaitan dengan kondisi tertentu, termasuk masalah pada tulang belakang atau nyeri yang berasal dari organ lain.
WHO menjelaskan bahwa sebagian besar kasus nyeri punggung bawah bersifat nonspesifik, yaitu tidak dapat dikaitkan dengan penyakit atau kerusakan struktural tertentu. Namun, terdapat pula kasus yang memiliki penyebab spesifik, termasuk kondisi tertentu pada tulang belakang atau nyeri yang dirujuk dari organ lain.
Karena itu, lokasi nyeri saja belum cukup untuk menentukan penyebabnya. Gejala yang dirasakan secara subjektif juga tidak dapat digunakan untuk memastikan diagnosis suatu penyakit.
Untuk mengetahui penyebab nyeri secara tepat, diperlukan pemeriksaan dan penilaian oleh tenaga medis. Dengan begitu, keluhan yang muncul dapat dibedakan berdasarkan penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang sesuai.
Tak Hanya Dialami Lansia
Meski sakit pinggang sering dikaitkan dengan proses penuaan, keluhan ini sebenarnya tidak hanya dialami oleh lansia. Sakit pinggang dapat dirasakan oleh berbagai kelompok usia, termasuk orang dewasa hingga usia yang lebih muda. Penyebab dan faktor pemicunya pun dapat berbeda-beda, tergantung kondisi tubuh serta aktivitas sehari-hari.
Pada usia produktif, misalnya, sakit pinggang dapat berkaitan dengan kebiasaan duduk terlalu lama, kurang bergerak, aktivitas fisik yang berlebihan, maupun posisi tubuh yang kurang tepat. Pekerjaan yang mengharuskan seseorang duduk atau berdiri dalam waktu lama juga dapat memberikan tekanan pada bagian punggung bawah.
Sementara itu, pada usia yang lebih muda, keluhan dapat muncul setelah melakukan aktivitas fisik tertentu, olahraga, membawa beban, atau akibat kebiasaan sehari-hari yang memberikan tekanan pada punggung. Hal ini menunjukkan bahwa sakit pinggang bukan semata-mata persoalan usia, melainkan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor.
Perbedaan penyebab tersebut membuat keluhan sakit pinggang pada setiap orang tidak selalu sama. Karena itu, penting untuk memperhatikan kondisi tubuh dan tidak langsung menganggap setiap nyeri sebagai akibat dari aktivitas biasa atau faktor usia.
Apa yang Bisa Dilakukan Saat Nyeri Pinggang?
Saat nyeri pinggang muncul, seseorang dapat mengurangi aktivitas yang membuat keluhan semakin berat dan tetap melakukan gerakan ringan sesuai kemampuan. Beristirahat terlalu lama justru dapat membuat tubuh semakin kaku, sehingga aktivitas sehari-hari sebaiknya tetap dilakukan secara bertahap selama tidak memperburuk nyeri.
Menjaga posisi tubuh saat duduk, berdiri, maupun mengangkat benda juga penting untuk mengurangi tekanan pada punggung. Aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur sesuai kemampuan dapat membantu menjaga kekuatan otot dan fungsi tubuh.
Namun, penanganan nyeri pinggang tidak dapat disamakan untuk setiap orang. Jika nyeri berlangsung terus-menerus, semakin berat, sering kambuh, atau disertai keluhan seperti kebas, kesemutan, maupun kelemahan, pemeriksaan oleh tenaga medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Pada akhirnya, sakit pinggang bukan sekadar keluhan yang harus dianggap wajar karena usia atau aktivitas sehari-hari. Keluhan tersebut perlu diperhatikan, terutama ketika mulai mengganggu aktivitas. Jadi, jangan hanya membiasakan diri dengan rasa sakit. Kenali keluhannya, perhatikan perubahan yang terjadi, dan jangan ragu mencari bantuan medis ketika nyeri mulai mengganggu aktivitas.
