Konten dari Pengguna

Cara Mencegah Gigi Berlubang

Veronika Maria Christianti

Veronika Maria Christianti

Mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Pamulang

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Veronika Maria Christianti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perawatan gigi (Foto oleh Karolina Grabowska dari Pexels)
zoom-in-whitePerbesar
Perawatan gigi (Foto oleh Karolina Grabowska dari Pexels)

Sakit yang disebabkan gigi berlubang dapat membuat kesulitan dalam menjalankan aktivitas apapun. Gigi berlubang sering terjadi, pada orang dewasa dan anak-anak. Kondisi ini dikarenakan adanya kerusakan pada lapisan terluar gigi yang memiliki sifat keras. Sehingga, menyebabkan rasa sakit yang tidak tertahan. Padahal, mencegah gigi menjadi, berlubang bukanlah hal yang sulit. Anda juga dapat rutin memeriksakan gigi ke Dokter Gigi untuk mendeteksi gigi berlubang sejak dini. Karena, gigi yang berlubang kemudian dibiarkan akan membuat tidak nyaman. Rasa nyeri yang ditimbulkan dapat menyebabkan susah makan.

Gigi berlubang yang bisa terbentuk secara tersembunyi disela - sela gigi. Oleh karena itu, ada baiknya anda mengenali faktor penyebab gigi berlubang dan juga cara mencegah gigi berlubang.

Berikut faktor penyebab gigi berlubang, yaitu:

  • Jarang membersihkan gigi setelah makan.

  • Rutin mengonsumsi obat atau vitamin yang mengandung gula.

  • Makanan dan minuman yang banyak mengandung gula ataupun asam.

  • Tidak menggunakan obat kumur untuk membersihkan gigi.

  • Kekurangan vitamin A , D , E dan K .

  • Memiliki mulut yang selalu dalam keadaan kering.

  • Mempunyai riwayat penyakit asam lambung.

Setelah mengetahui faktor penyebab, adakalanya kita mengikuti beberapa cara untuk mencegah gigi berlubang, yaitu:

  1. Menyikat gigi dengan rajin

Membersihkan gigi yang benar adalah sebanyak dua kali sehari yaitu setelah sarapan dan sebelum tidur. Hal ini bertujuan untuk membersihkan gigi dari sisa makanan serta bakteri yang menempel rongga mulut.

  1. Memilih sikat gigi yang tepat

Pilihlah sikat gigi yang memiliki bulu lembut serta memiliki kepala sikat yang pas dengan mulut.

  1. Mengurangi makanan yang mengandung gula

Makanan yang mengandung gula tinggi dapat mempercepat lubang pada gigi. Sehingga, perlu membatasi mengonsumsi makanan yang manis.

  1. Memakai benang

Makanan masih bisa terselip disela - sela gigi apabila sikat gigi saja. Sisa makanan dapat dihilangkan dengan menggunakan benang gigi bahkan bakteri yang menempel akan terangkat. .

  1. Mengunyah permen karet yang tidak mengandung gula

Kegiatan ini dipercaya dapat mencegah gigi berlubang karena bisa memicu permukaan gigi untuk memproduksi mineral baru, sehingga mineral yang hilang tidak menjadi, lubang.

  1. Rutin memeriksakan gigi ke dokter

Periksalah gigi anda dengan rutin 6 bulan sekali untuk mendeteksi lubang pada gigi. Dokter gigi akan memberikan konsultasi dan juga perawatan sesuai dengan keluhan pada gigi anda.

Apabila, sakit gigi muncul secara mendadak dan belum bisa mengunjungi dokter, ada beberapa pertolongan pertama yang dapat anda lakukan, yaitu :

  1. Mengompres dengan es batu

  2. Menggigit batang cengkeh

  3. Berkumur dengan air garam

  4. Meminum obat anti nyeri.

Dengan mencegah gigi berlubang dapat membantu untuk menghindari dari bau mulut, sakit gigi dan gigi ompong. Oleh karena itu, mari menjaga kebersihan mulut serta gigi agar tidak berlubang dan sehat. Semoga informasi diatas bermanfaat untuk anda.

Dari pengalaman pribadi penulis, gigi berlubang pada awalnya hanya sebuah lubang yang sangat kecil dan tidak dapat terlihat. Namun, lama kelamaan lubang semakin membesar dan menyebabkan sisa makanan masuk ke dalam lubang tersebut. Apabila sisa makanan tersebut terlalu lama berada di lubang dapat menyebabkan infeksi saluran akar dan menyebabkan rasa sakit yang sangat hebat. Untuk permasalahan ini, Dokter menyarankan untuk melakukan penambalan yang sebelumnya dilakukan perawatan saluran akar. Oleh karena itu, rajinlah periksa gigi anda ke Dokter gigi untuk mengetahui apa bila terdapat lubang pada gigi lebih dini.

Penulis :

Veronika Maria Christianti

(Mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Pamulang)