LDKM FH : Tempat Belajar Musyawarah dan Public Spiking

Mahasiswa Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Surabaya
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Febiyana Dwi V tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kenapa Harus Belajar Musyawarah di LDKM ?
Di dunia hukum, yang namanya beda pendapat itu makanan sehari-hari. Lewat LDKM FH Universitas Muhammadiyah Surabaya, Kegiatan rutin tahunan yang di selenggarakan oleh BEM ( Badan Eksekutif Mahasiswa ) Fakultas Hukum. Kita di latih untuk simulasi sidang atau forum diskusi ilmiah. Di sini, ego mahasiswa bener-bener di uji.
1. Menghargai pendapat orang lain yang beda jauh sama pemikiran diri kita sendiri, ini sangat terasa pas forum. Kadang pendapat teman itu 180 derajat berbeda dengan diri kita, tapi kita dipaksa dengerin sampai habis dulu, gak boleh langsung motong. Jadi belajar kalau menghargai itu bukan berarti harus setuju, tapi cara kita rispac terhadap sesuatu.
2. Menyampaikan sanggahan tanpa emosi yang meledak-ledak, biasanya kalau gak setuju bawaannya pengen ngegas. Di sini diajarin cara nyanggah yang adem, pakai data atau pasal, bukan pakai nada tinggi. Jadi diskusinya tetap jalan, tapi juga ga ribut.
3. Mengambil keputusan bersama untuk mufakat, karena di sini tujuan nya mengambil jalan tengah agar bisa memutuskan hal yang tepat. Bukan menang-menangan sendiri. Ini yang paling susah karena harus nurunin ego masing masing. Tujuannya bukan siapa paling pinter ngomong, tapi gimana semua bisa sepakat dan enak jalanin keputusannya bareng.
Serunya, dinamika forum seperti ini disajikan lewat cara yang interaktif. Jadi, ngga ngerasa bosen seperti lagi dengerin kuliah teori di kelas formal.
Public Speaking Dari Gemeteran Jadi Berani Mengutarakan Pendapat
Banyak yang mengira public speaking itu bakat dari lahir. Padahal, itu skill yang bisa dilatih. Di LDKM FH, kita bakal dipaksa dalam artian positif buat berani bersuara, Karena menjadi calon penegak hukum kita adalah representasi dalam mewakili suara masyarakat.
Nggak perlu takut salah atau dihakimi, karena semua yang ikut LDKM statusnya sama-sama belajar. Salah satu teknik public speaking yang aku ingat ketika di sampaikan oleh pemateri yaitu. Mau topik seberat apapun, selipin satu cerita pribadi. Contoh pas disuruh ngomong keadilan sosial, aku cerita tentang tetangga di Sidoarjo yang ngurus surat kehilangan ribet, harus bolak-balik polsek. Cerita kecil kayak gitu yang bikin audiens nyambung dan lebih gampang paham, bukan karena pasalnya.
