Mendefinisikan Tugas Manajer Untuk Hasil Pengoprasian Perusahaan Yang Sejahtera

Mahasiswa Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Bandung
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Vieka yassin azzahra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perbedaan tingkat manajemen tersebut diikuti dengan perbedaan ketrampilan manajamen yang diperlukan, yang meliputi ketrampilan teknis, ketrampilan kemanusiaan, dan ketrampilan konseptual. Semakin tinggi level manajemen semakin tinggi pula kualifikasi konseptual yang harus dipunyai, sebaliknya kualifikasi teknis tidak begitu dituntut.
Tingkatan manajemen umumnya dibagai 3 level, yaitu;
Manajer lini pertama (first line manager), seperti mandor, supervisor adalah tingkatan terbawah dalam manajemen suatu organisasi yang memimpin dan mengawasi langsung serta bertanggung jawab terhadap kelancaran pekerjaan para tenaga operasional di lapangan.
Manajer madya (middle management), yang bertugas memimpin dan mengawasi manajer lini pertama seperti kepala departemen, superintenden, manajer keuangan, dan manajer fungsional yang lain, namun dibawah dan bertanggung jawab ke manajer puncak. Manajer ini bertanggung jawab mengimplementasikan kebijakan serta mendapatkan keselarasan antara tuntutan manajer puncak dengan kemampuan bawahannya.
Manajer puncak yang bertanggung jawab atas keseluruhan kegiatan organisasi biasa disebut Direktur, Presiden Direktur (Presdir), General Manager, CEO (chief executive officer). Tugasnya adalah menetapkan kebijakan dan mengarahkan organisasi agar dapat beradaptasi dengan lingkungan mikro dan makro perusahaan dan menjamin tercapainya tujuan perusahaan.
Dalam hal ini seorang manager harus memiliki hard skill yang berupa pengetahuanyang luas akan bidangnya dan soft skill keterampilan yang ada dalam dirinya. Hard skill yang harus dimiliki oleh seorang manager menurut (Sudarmawan Danim, 2004:77) yaitu keterampilan konsepsional dan keterampilan teknis. keterampilan konsepsional, manager harus memiliki keterampilan untuk membuat konsep, ide, gagasan demi kemajuan organisasi. Gagasan atau ide serta konsep tersebut kemudian haruslah dijabarkan menjadi suatu rencana kegiatan untuk menciptakan gagasan atau konsepnya itu. Kedua keterampilam teknis, keterampilan teknis adalah keterampilan menerapkan pengetahuan teoristis ke dalam tidakan-tindakan praktis, kemampuanmemecahkan masalah-masalah melalui taktik yang baik atau kemampuan menyelesaikan tugas secara sistematis. Sedangkan soft skill yang harus dimiliki oleh seorang manager adalah Keterampilan hubungan manusiawi yaitu kemampuan untuk menempatkan diri di dalam kelompok kerja dan keterampilan menjalin komunikasi yang mampu menciptakan kepuasa kedua belah pihak. Selain keterampilan tersebut seoran manager juga harus memiliki sikap percaya diri (self-confidence) dan dapat membangkitkan sikap kesejawatan (esprit de corps)
