Kopi Joss Pak Agus, Sensasi Bara Api di Tengah Hangatnya Suasana Jogja

Mahasiswa ilmu komunikasi Unisa yogya
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Vina Margaret tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Yogyakarta – Di tengah hiruk pikuk Stasiun Tugu Jogja, tepatnya di sisi timur pintu drop-off penumpang, berdiri sebuah angkringan yang selalu ramai dari sore hingga larut malam: Angkringan Kopi Joss Pak Agus. Bukan sekadar angkringan biasa, tempat ini menyuguhkan sensasi unik—kopi hitam panas yang disajikan dengan bara arang menyala langsung ke dalam gelas. Inilah yang dikenal sebagai Kopi Joss, ikon kuliner malam Jogja yang tak pernah sepi pengunjung.

Pak Agus, sang pemilik, memulai usahanya sejak tahun 2004. “Dari awal memang saya fokus ke Kopi Joss, karena itu yang paling dicari orang,” ujarnya saat ditemui di sela-sela kesibukan meracik kopi. Ia mengklaim sebagai salah satu yang pertama membuka angkringan di sekitar Stasiun Tugu. “Dulu pertama ada angkringan di seberang sana, namanya Le Man. Setelah itu baru yang lain nyusul buka,” kenangnya.
Meski kini persaingan angkringan di kawasan itu cukup ketat, Pak Agus tidak khawatir. “Saya nggak pasang strategi khusus, orang-orang datang sendiri. Mungkin karena udah viral juga, jadi orang orang carinya ya sudah tau kopi pak agus,” tambahnya santai.
Salah satu pengunjung, Farhan, mengaku pertama kali mencoba Kopi Joss karena rasa penasaran. “Awalnya cuma nganter temen ke stasiun, eh liat angkringan ini rame banget. Unik juga, kopinya dimasukin bara api. Awalnya ragu sih, tapi pas coba ternyata enak,” ujarnya. Farhan menyebut sensasi aroma ‘gosong’ dari arang justru memberi cita rasa khas yang tidak ditemukan di kopi biasa.
Tak hanya soal rasa, suasana juga menjadi alasan utama pelanggan kembali. “Duduk pinggir jalan, sambil denger suara kereta, ngobrol sama temen, itu bikin nyaman banget. Suasananya Jogja banget lah,” kata Farhan.
Sementara itu, Sinta—pengunjung setia angkringan Pak Agus—mengaku datang bukan hanya untuk kopinya. “Saya paling sering ambil nasi kucing sambel teri, terus ditambah sate usus sama sate telur puyuh. Simple, tapi enak banget,” ujarnya. Ia memilih duduk di bagian pinggir trotoar, dekat jalan. “Anginnya enak, bisa sambil liat suasana jalanan. Rasanya rileks aja gitu,” tambahnya.
Dengan harga yang bersahabat, rasa yang khas, dan suasana malam Jogja yang tak tergantikan, Angkringan Kopi Joss Pak Agus tetap menjadi magnet bagi para penikmat kuliner, wisatawan, hingga warga lokal yang rindu akan kesederhanaan.
