Konten dari Pengguna

Lindungi Pantai Cangkring Bantul dari Sampah Plastik lewat Project Fikih Hijau

Vina Margaret

Vina Margaret

Mahasiswa ilmu komunikasi Unisa yogya

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Vina Margaret tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pantai Cangkring di Bantul, Yogyakarta, terkenal dengan keindahan alamnya yang masih alami dan suasana yang tenang, menjadi favorit wisatawan lokal maupun dari luar daerah. Namun, pantai ini menghadapi masalah serius berupa pencemaran sampah plastik. Survei yang dilakukan oleh mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta pada Juni 2025 menunjukkan bahwa banyak pengunjung belum membuang sampah pada tempatnya, sementara fasilitas tempat sampah dan edukasi lingkungan masih minim.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unisa Yogya yang melaksakan kegiatan Project Fikih Hijau (Sumber: dokumentasi pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unisa Yogya yang melaksakan kegiatan Project Fikih Hijau (Sumber: dokumentasi pribadi)

Menanggapi hal tersebut, sekelompok mahasiswa dari UNISA mengadakan kegiatan bertajuk “Project Fikih Hijau: Lindungi Laut Kita!” pada 5 Juli 2025 di Pantai Cangkring. Kegiatan ini mengintegrasikan nilai-nilai Islam tentang kepedulian lingkungan, ilmu komunikasi, dan aksi sosial. Dengan slogan “Sekecil apapun aksi kita, besar dampaknya untuk laut dan generasi selanjutnya”, mereka membersihkan sampah plastik di sepanjang pantai, memasang banner edukasi yang menjelaskan dampak sampah terhadap lingkungan, serta menanam 12 bibit pohon cemara udang yang berfungsi menjaga kestabilan ekosistem pesisir dan mencegah abrasi.

Aksi pemungutan dan pengumpulan sampah plastik yang menjadi ancaman (Sumber: dokumentasi pribadi)

Kegiatan ini bertujuan tidak hanya untuk membersihkan pantai, tetapi juga meningkatkan kesadaran pengunjung agar lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Penanaman pohon menjadi simbol harapan untuk kelestarian Pantai Cangkring dan generasi yang akan datang. Walau sederhana, aksi ini diyakini dapat memicu perubahan besar jika dilakukan secara berkelanjutan dan bersama-sama.

Penanaman perdana bibit Pohon Cemara Udang (Sumber: dokumentasi pribadi)

Project Fikih Hijau menegaskan bahwa menjaga alam adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab bersama. Semangat ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat luas untuk terus merawat bumi, terutama kawasan pesisir yang rentan terhadap pencemaran.