Konten dari Pengguna

5 Aktivitas Petualang yang Bikin Wisata di Sekitaran Toba Kalian Penuh Warna

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Vina Novianti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kawan-kawan, jika kalian berkunjung ke kawasan-kawasan di sekitar Danau Toba, coba lima aktivitas ini, yah. Dijamin kunjungan kalian akan lebih berwarna bagai pelangi di mata si ayang.

1. Ngobrol-ngobrol dengan Inang dan Ito di Pasar

Kata siapa orang Batak itu galak? Kalian bisa buktikan dengan mengajak ngobrol atau gombalin inang dan ito di pasar. Kunjungan kalian ke pasar tentunya akan semakin menyenangkan dan berwawasan. Beli teri medan tanpa ajak ngobrol penjualnya? Tentunya kurang asyik dan terlalu mainstream. Cobalah ajak ngobrol mereka untuk menambah pengetahuan kalian tentang ikan asin dan harga pasaran. Emak kalian di rumah pasti akan bangga.

Kenali ragam ikan asin dengan ngobrol dengan penjual. (Foto: dokumentasi pribadi)

2. Mengamati Tingkah Laku Si Anabul

Berjemur dulu, gaes, biar kuning langsat. (Foto: dokumentasi pribadi).

Anjing merupakan hewan peliharaan yang digemari di tanah Toba. Tidak seperti pegawai kantoran, para anabul bebas berkeliaran dan beraktivitas. Rebahan, berjemur, duduk sambal menguap, dan main-main sore menjadi aktivitas anabul yang dapat membuat pecinta anjing tersenyum-senyum sendiri. Kalau gemas, difoto saja ya kawan, jangan bandel nanti digigit.

Bobo siang dulu, gaes, sambil ngawasin sawah majikan. (Foto: dokumentasi pribadi).

3. Makan Indomie

Indomie, Indomie apa yang paling enak? Indomie yang dimasakin orang lain, tentunya. Kalau berkunjung ke sekitaran Balige, kamu perlu cobain Indomie di Kedai Kopi Partungkoan atau di warung-warung makan di Jalan Lintas Raya Pematangsiantar. Indomienya semakin lezat dengan tambahan bawang merah dan irisan cabai lokal. Masih kurang Sumatera Utara? Kamu bisa pesan Indomie rasa Soto Medan.

Makan Indomie bareng pengemudi truk lintas Sumatera. (Foto: dokumentasi pribadi).

4. Melihat Arsitektur Makam

Sebuah makam di Balige. (Foto: dokumentasi pribadi)

Kecintaan, rasa hormat dan terima kasih orang Batak Toba kepada orang tua dan nenek-kakek moyang dapat dilihat dari arsitektur makam yang beraneka ragam. Makam tersebut biasanya menghadap jalan raya atau berdiri di atas perbukitan menghadap danau. Bentuk makam juga mencerminkan status sosial keluarga, jadi jangan kaget kalau lihat makam a la sultan. Bagi kalian pecinta arsitektur dan sosiologi, sempatkan waktu untuk observasi lapangan, yah.

Makam di Desa Wisata Pulau Sibandang. (Foto: dokumentasi pribadi)

5. Berkeliling dengan Becak Motor

Becak motor di sebuah pasar di Kabupaten Toba. Let's hop on it, gaes. (Foto: dokumentasi pribadi)

Di Balige, becak motor (bentor) merupakan sarana transportasi publik yang harganya cukup terjangkau. Satu bentor bisa untuk dinaiki sekitar 3-4 orang penumpang. Tidak ada AC? Jangan khawatir karena angin berhembus dengan penuh energi. Jika di Balige, jangan tanya apakah kita bisa naik bentor hingga ke Medan. Saya sempat bertanya ke pengemudinya dan dijawab: “Bisa Dek, tapi dua hari.” Oke, bisa masuk angin ya Bang.

P.S.: Aktivitas bonus: Menyapa Kerbau

Kalian tidak jarang akan menemui kerbau karena banyaknya lahan sawah di sekitaran Toba. Kalau berpapasan, jangan lupa ucapkan terima kasih atas kontribusi mereka dalam ketahanan pangan nasional, ya. Sore itu kebetulan saya dan sahabat saya bertemu si Rambo yang sedang pulang kerja.

Berterimakasih kepada si Rambo atas kerja kerasnya membajak sawah. (Foto: dokumentasi pribadi)

Jangan lupa sharing pengalaman kalian jika kalian coba aktivitas-aktivitas anti-mainstream ini, yah. Selamat mencoba dan berpetualang di Toba.