Konten dari Pengguna

Mengenal Asmara, Kota Penuh Romansa di Afrika

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Vina Novianti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bersepeda (berjalan dengan sepeda?) melintasi pusat kota Asmara. (Foto: Koleksi pribadi.)
zoom-in-whitePerbesar
Bersepeda (berjalan dengan sepeda?) melintasi pusat kota Asmara. (Foto: Koleksi pribadi.)

Di manakah Asmara itu? Ada di sebuah negara nun jauh di sana bernama Eritrea, di Semenanjung Tanduk Afrika.

Asmara, kota yang bersih, dengan penduduk disiplin, jujur, sopan, dan pekerja keras. Banyak warganya bersepeda sederhana menyusuri kota antik penuh romansa Italia ini.

Tentu saja di kota yang indah ini, banyak hal yang bisa didatangi dan ditelusuri, seperti pasar induk. Rasanya sayang jika dilewatkan tempat yang satu ini.

Kamu bisa mengunjungi pasar induk yang dihiasi segarnya warna-warni buah dan sayuran lokal segar. Bukan hanya itu, di sana juga bisa membeli oleh-oleh unik, dari kerajinan tangan hingga emas.

Bukan hanya pasar, orang yang berkunjung ke sana dapat mampir di Masjid Al Khulafa Al Rashiudin di pusat kota. Apalagi kalau didatangi di hari jumat. Kamu bisa melihat keramaian di waktu salat Jumat.

Suasana salat Jumat di suatu masjid di Asmara, dari kejauhan. (Foto: Koleksi pribadi.)

Berbicara tempat yang bisa dikunjungi di Asmara memang tidak ada habisnya. Sebab, di sana juga rerdapat Katedral, Gereja Ortodoks, museum, dan objek arsitektur bersejarah memikat lainnya.

Selain itu, kamu juga dapat jalan-jalan memutari perbukitan dengan mobil hingga ke puncak Asmara. Benar-benar perjalanan yang memabukkan, sebelum kita disuguhkan dengan pemandangan yang sangat cantik.

Menikmati pemandangan cantik dari puncak Asmara. (Foto: Koleksi pribadi.)

Kuliner di Kota Asmara

Sangat pas untuk berdua dan bersuap-suapan. (Foto: Koleksi pribadi.)

Untuk masalah kuliner, di Kota Asmara banyak bertebaran restoran Italia. Namun, tentu saja di Asmara ada sebuah restoran makanan lokal untuk menikmati injera (crepes tebal) dengan kari ayam. Porsinya besar, kurang cocok untuk solo traveller. Disantap dengan tangan. Memang lebih pas dinikmati jika berdua.

Bukan hanya itu, langkah kaki dan dahaga dapat membawa kita ke Liberation Avenue, dengan jajaran pohon palemnya, seperti berada di Beverly Hills.

Ada banyak kafe untuk menikmati kentalnya secangkir kecil kopi tradisional. Jangan lupa mencoba beles, si buah kaktus. Hati-hati dengan duri di kulitnya, namun isinya nan lembut.

Beverly Hills a la Afrika. Liberation Avenue di Asmara. (Foto: Koleksi pribadi.)
Mencoba buah beles khas Eritrea. (Foto: Koleksi pribadi.)

Asmara yang Terkenang

Mie instan "oleh-oleh" dari Asmara. (Foto: Koleksi pribadi.)

Tentu saja selama berada di kota ini, tak jarang kamu rindu akan tanah air. Karena hal tersebut, ada beberapa hal yang bisa ditemukan untuk mengurangi rasa rindu tersebut.

Seperti kamu bisa saja bertemu Anita. Sabun mandi produk Indonesia yang dipakai sebuah hotel lokal. Bukan hanya itu, kamu juga bisa menikmati semangkuk mi instan panas di dinginnya pagi Kota Asmara.

Produk mi instan Indonesia memang dapat ditemukan dengan mudah di toko sebelah. Mungkin saja ada andil diplomasi ekonomi Indonesia di dalamnya.

Jika ke Asmara, siap-siaplah terbuai. Gemilangnya, candunya akan membuat Anda ingin kembali mengunjunginya.