Para Ayah di Camplong Jadi Model Atasi Stunting

Kepala Lembaga Penelitian, Pengembangan dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP3M) Universitas Citra Bangsa
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Vinsen Belawa Making tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dosen Universitas Citra Bangsa (UCB) dan Universitas Nusa Cendana (UNDANA) melakukan kegiatan Ayah Siaga Berdaya: Integrasi Ayah Sadar Gizi Dan Tumbuh Kembang Anak Serta Peningkatan Ekonomi Keluarga Melalui Pupuk Bokashi di Desa Kuamasi, Camplong Kecamatan Fatuleu Kabupaten Kupang Jumat (03/07/2026).
Ns. Angela Muryanti Gatum, S.Kep., M.Sc., salah satu dosen UCB menyampaikan bahwa yang bertujuan kegiatan ini Adalah untuk mengatasi persoalan stuning. “Kita ingin meningkatkan peran ayah dalam pencegahan stunting melalui edukasi gizi, stimulasi tumbuh kembang anak, serta pemberdayaan ekonomi keluarga berbasis pupuk bokashi. Harapannya para Ayah menjadi motor dalam pemberantasan stunting”. Jelas Gatum.
Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang ayah yang memiliki anak stunting di Desa Kuamasi, Camplong. Narasumber dalam kegiatan ini yaitu: Ns. Maria Yasintha Goa, S.Kep., M.Kep., dosen Keperawatan UCB, menyampaikan materi pentingnya nutrisi anak. Ns. Angela Muryanti Gatum, S.Kep., M.Sc., menyampaikan materi stimulasi tumbuh kembang anak. Maria Fransiska Darlen, S.P., M.Si., dosen Program Studi Agribisnis Universitas Nusa Cendana Kupang, memberikan pelatihan pembuatan pupuk bokashi. Suzanty Tresly, Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi dan Usaha Mikro, menjelaskan tata cara pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ayah dalam memenuhi kebutuhan gizi dan stimulasi perkembangan anak sebagai langkah pencegahan stunting, sekaligus memperkuat ekonomi keluarga melalui pemanfaatan pupuk bokashi yang memiliki nilai ekonomi.
Kegiatan diawali dengan edukasi mengenai pencegahan stunting, dilanjutkan demonstrasi penyusunan menu bergizi menggunakan konsep Isi Piringku dan praktik stimulasi perkembangan balita. Peserta kemudian mengikuti pelatihan pembuatan pupuk bokashi, pelatihan desain stiker atau label produk menggunakan Canva sebagai strategi pemasaran, proses packing pupuk Bokashi serta memperoleh edukasi mengenai pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB). Kegiatan ditutup dengan penyampaian testimoni dari Kepala Desa Kuamasi Maksen A. F. Lifu yang mengapresiasi manfaat program dalam mendukung penurunan stunting dan peningkatan ekonomi keluarga. Jajaran perangkat Desa Kuamasi, camplong juga akan melakukan pemantauan tentang pemanfatan pupuk bokashi. Salah seorang peserta, Johni Suat, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut meningkatkan pemahamannya mengenai pentingnya nutrisi dan stimulasi perkembangan anak. Seluruh rangkaian kegiatan diakhiri dengan deklarasi komitmen Kelompok Ayah SIAGA Berdaya untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan stunting di Kabupaten Kupang.
