Konten dari Pengguna

Pemerataan Fasilitas Sekolah Di Desa Untuk Pendidikan Yang Berkualitas

Viona Puspita Rini

Viona Puspita Rini

saya adalah mahasiswi Universitas Sebelas Maret jurusan pendidikan biologi, saya suka menulis untuk keseharian saya.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Viona Puspita Rini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Dokumen Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Dokumen Pribadi

Saat ini sekolah-sekolah di desa belum optimal karena fasilitas yang kurang memadai. Rata-rata sekolah di desa mengalami kendala dalam pembelajaran karena kurangnya fasilitas buku serta pendukung pembelajar lainnya. Pendidikan membutuhkan sarana dan prasarana yang dapat menunjang pendidikan untuk tercapainya tujuan dari pendidikan yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi seseorang yang berilmu. Fasilitas belajar merupakan salah satu faktor eksternal yang mendukung hasil belajar siswa di sekolah. Maka dari itu, keberadaan fasilitas belajar tidak bisa dibiarkan begitu saja dalam masalah belajar. Pemerintah kurang mengoptimalkan pemerataan pada daerah terpencil, berbeda dengan fasilitas yang berada di kota yang sudah sangat memadai dan mendukung proses pembelajaran untuk pendidikan.

Pendidikan merupakan hal yang penting untuk membuka wawasan anak-anak penerus bangsa. Pemerataan fasilitas belajar juga berarti usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran yang nyaman agar peserta didik dapat secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk kepribadian dan kecerdasannya. Pendidikan menjadi garda terdepan yang mencerminkan sebuah negara. Saat ini pemerintah mewajibkan 9 tahun minimal menempuh jenjang sekolah. Berdasarkan data Indonesia ide dikatakan “Angka putus sekolah meningkat tinggi pada tahun 2022, walaupun tidak setinggi pada tahun 2016 namun angka penurunan anak yang mengharuskan putus sekolah wajib diperhatikan”. Fasilitas yang memadai juga berpengaruh terhadap semangat anak-anak untuk mengikuti pembelajaran.

Langkah-langkah yang perlu diambil oleh pemerintah adalah mendata apa saja kekurangan dan kebutuhan fasilitas yang berada di desa, kemudian dapat melengkapi supaya pembelajaran di desa bisa meningkat, namun pastinya terdapat rintangan-rintangan yang ada dalam mewujudkan hal ini. Rintangan tersebut bisa jadi bagaimana akses jalan yang berada di desa atau kemungkinan pemerintah tidak melirik sekolah-sekolah yang berada di desa, padahal siswa-siswi yang berada di desa juga ingin merasakan fasilitas yang memadai untuk kegiatan belajar mengajar mereka. Dari bangunan sekolah yang kurang layak yang ditemukan yang sangat mengganggu kegiatan belajar contohnya seperti atap yang bocor, tembok yang sudah rapuh, dan lantai yang belum sepenuhnya menggunakan keramik yang membuat suasana belajar kurang nyaman, hal ini jelas sangat mengganggu kegiatan belajar, tidak

jarang banyak siswa-siswi di desa yang memiliki potensi yang dapat membawa prestasi. Banyak sekali kemudahannya yang bisa dirasakan jika fasilitas yang berada di desa bisa sangat baik dan lengkap. Mereka bisa belajar dengan tenang tanpa adanya khawatir mengenai kondisi sekolah mereka.

Harapannya hal ini bisa menjadi pandangan pemerintah bahwa sekolah-sekolah yang berada di desa juga membutuhkan fasilitas yang merata untuk menunjang belajar mengajar mereka, sehingga mereka dapat merasakan kemudahan dalam belajarnya. Pendidikan membawa peserta didik ke pengalaman nilai-nilai yang lebih nyata, karena dengan kepedulian pemerintah terhadap pendidikan berarti sedang berusaha dalam mempersiapkan generasi mudanya bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik di masa depan.