Konten dari Pengguna

TPA BLE Banyumas Sulap 100 Ton Sampah Perhari, Jadi Bahan Yang Lebih Bermanfaat

Vioni Ava Velita Amy

Vioni Ava Velita Amy

Lulusan Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Purwokerto

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Vioni Ava Velita Amy tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Para pekerja TPA BLE Banyumas sedang memilah sampah menggunakan mesin pemilah. (08/01/2024)
zoom-in-whitePerbesar
Para pekerja TPA BLE Banyumas sedang memilah sampah menggunakan mesin pemilah. (08/01/2024)

TPA BLE Banyumas berhasil mengubah 100 ton sampah perhari menjadi olahan yang lebih bermanfaat. Beberapa olahan sampah yang berhasil di produksi yaitu bahan untuk pembuatan semen, bahan untuk pembuatan paving, pakan ternak, pupuk kompos, dan bahan baku jembatan padat (BBJP).

"Sampah yang masuk ke TPA BLE itu satu hari bisa mencapai 100 ton maksimal. Dan itu dihabiskan." Hafidh, Teknisi listrik dan jaringan TPA BLE Banyumas.

Bahan-bahan hasil olahan TPA BLE Banyumas akan didistribusikan ke beberapa perusahaan seperti PT SBI, Perusahaan Greenprosa, Pabrik Plastik, dan PLTU Cilacap. Dalam sehari, TPA BLE Banyumas berhasil mengirim RDF ke pabrik semen di Cilacap sebanyak 40 ton. Tak hanya itu, TPA BLE Banyumas juga mengirimkan olahan plastik murni ke perusahaan pembuat paving plastik dengan hasil produksi paving bisa mencapai 400 - 600 pcs.

"Sementara yang dari kita itu pabrik semen, kemudian Greenprosa yaitu maggot, kemudian pabrik plastik yang nanti akan jadi paving dari plastik, terus ada BBJP itu ke PLTU di Cilacap. Kita kirim ke prabik semen biasanya satu hari bisa sampai 40 ton RDF. Untuk Pavingnya sendiri itu sehari bisa memproduksi sampai 400 - 600 pcs." Hafidh, Teknisi listrik dan jaringan TPA BLE Banyumas.

Staff Administrasi Pengelolaan Keuangan, Lalas Wiwit, berharap pemerintah dapat menambah fasilitas dan tenaga kerja di TPA. Menurutnya sarana prasarana di TPA BLE Banyumas masih memiliki banyak kekurangan seperti ketersediaan jumlah mesin dan gedung kantor. Sarana prasarana yang lengkap diharapkan dapat memberikan kinerja lebih optimal dalam pengolahan sampah.

"Untuk pemerintah harapannya menambah fasilitas disini dan menambah tenaga kerja. Karena tentunya disini kan pengolahan sampah harus banyak mesin, itu sarana prasarana. Kemudian gedung kantor kita belum punya, agar lebih optimal untuk pengolahan sampahnya." Lalas Wiwit, Staff Administrasi Pengelolaan Keuangan.

Mandor TPA BLE Banyumas, Istianto, berharap masyarakat juga bisa ikut andil dengan cara memilah sampah dari rumah, entah itu sampah organik maupun non-organik. Hal ini sangat membantu para pekerja TPA agar proses pemisahan sampah di TPA lebih cepat.

"Saya bangga sekali. Sebagai orang Banyumas mempunyai tempat pembuangan sampah akhir ini dan diolah menjadi serbaguna. Untuk masyarakat diharapkan dari rumah kerumah mulai dipilah yang organik sama yang itu. Sampai sini kan lebih cepat terselesaikan." Istianto, Mandor TPA BLE Banyumas.