Perempuan Penggerak Ekonomi: Dari Rumah ke Pasar Global

Mahasiswa Politeknik Keuangan Negara STAN yang memiliki ketertarikan besar pada isu sosial, ekonomi, dan pengembangan masyarakat. Melalui tulisan, saya ingin menyuarakan hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Vira Yunita tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, perempuan memegang peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian. Tidak hanya di sektor formal, tetapi juga di sektor informal, UMKM, dan industri kreatif, kontribusi perempuan terbukti signifikan.
Data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan bahwa lebih dari 60% pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan. Dari usaha kuliner rumahan, kerajinan tangan, hingga bisnis berbasis digital, perempuan menunjukkan kemampuan beradaptasi dan berinovasi di tengah perubahan zaman.
Kekuatan Inovasi dan Ketahanan
Salah satu keunggulan perempuan dalam dunia usaha adalah kemampuannya menggabungkan kreativitas dengan ketelitian. Contohnya, produsen kain tenun di Nusa Tenggara Timur yang memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produknya ke mancanegara, atau pengusaha kuliner di Jawa Barat yang mengemas resep tradisional menjadi produk siap saji modern.
Kombinasi antara inovasi dan ketahanan inilah yang membuat banyak usaha perempuan bertahan, bahkan tumbuh, di tengah tantangan ekonomi global.
Ekonomi Digital: Ruang Baru untuk Berkarya
Perkembangan teknologi membuka peluang lebih besar bagi perempuan untuk mengembangkan usaha. E-commerce, media sosial, dan platform pembayaran digital memungkinkan bisnis kecil bersaing di pasar yang lebih luas. Tak hanya itu, perempuan juga semakin aktif di sektor teknologi finansial, baik sebagai pengguna maupun sebagai pencipta inovasi.
Dampak Positif bagi Pembangunan Berkelanjutan
Ketika perempuan maju secara ekonomi, dampaknya meluas ke berbagai aspek kehidupan. Peningkatan pendapatan keluarga, kesempatan pendidikan bagi anak, dan partisipasi aktif dalam komunitas adalah beberapa di antaranya. Hal ini sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 5 (Kesetaraan Gender) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).
Masa Depan di Tangan Bersama
Memberdayakan perempuan bukan hanya soal memberi kesempatan, tetapi juga soal menciptakan ekosistem yang mendukung: akses permodalan yang inklusif, pelatihan keterampilan, dan jaringan pemasaran yang luas.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, perempuan dapat terus menjadi motor penggerak ekonomi—dari rumah hingga pasar global. Karena ketika perempuan tumbuh, perekonomian pun ikut berkembang.
