Konten dari Pengguna

34 Pakaian Adat Indonesia Beserta Nama-namanya

Viral Food Travel

Viral Food Travel

Berita viral seputar Food dan Travel

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Viral Food Travel tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pemakaian salah satu dari 34 pakaian adat Indonesia. Sumber: Portal resmi Provinsi Sumatera Barat
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pemakaian salah satu dari 34 pakaian adat Indonesia. Sumber: Portal resmi Provinsi Sumatera Barat

34 pakaian adat Indonesia merupakan pakaian tradisional yang berasal dari 34 provinsi yang ada di Indonesia. Berbagai suku bangsa dari masing-masing provinsi memiliki keunikan dan ciri khas tersendiri, begitu juga dengan pakaian adat milik mereka.

Dilansir melalui laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 34 Pakaian adat Indonesia biasanya dipakai untuk memperingati hari besar seperti pernikahan, hari besar keagamaan, kelahiran, bahkan kematian. Pakaian adat juga merupakan sebuah simbol kebudayaan suatu daerah.

Ilustrasi pemakaian salah satu dari 34 pakaian adat Indonesia. Sumber: Portal Berita Resmi Polda Jateng

Selain simbol kebudayaan, menurut buku Pakaian Adat Tradisional Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta (1995) yang ditulis oleh Abdurachman, dkk, pakaian adat Indonesia juga merupakan salah satu unsur kebudayaan daerah yang memiliki pesan atau nilai di dalamnya. Pesan atau nilai ini bisa dilihat melalui berbagai ragam hias yang ada pada baju adat masing-masing daerah.

Pesan serta nilai ini ternyata juga memiliki keterkaitan dengan beberapa aspek lain seperti aspek ekonomi, sosial, politik dan juga keamanan.

34 Pakaian Adat Indonesia

Berikut nama-nama 34 pakaian adat Indonesia yang tersebar di seluruh nusantara:

  1. Aceh – Ulee Balang

  2. Sumatera Utara – Ulos

  3. Sumatera Barat – Bundo Kanduang, Limpapeh Rumah Nan Gadang

  4. Riau – Teluk Belanga dan Kebaya Labuh

  5. Kepulauan Riau – Kebaya Laboh dan Teluk Balanga

  6. Jambi – Baju Kurung Tanggung

  7. Bengkulu – Rejang Lenong

  8. Sumatera Selatan – Aesan Gede

  9. Bangka Belitung – Paksian

  10. Lampung – Tulang Bawang

  11. Banten – Pangsi

  12. Jawa Barat – Bedahan

  13. DKI Jakarta – Sadariah

  14. Jawa Tengah – Kebaya

  15. DI Yogyakarta – Kebaya Kesatrian

  16. Jawa Timur – Pesa’an

  17. Bali – Payas Agung

  18. NusaTenggara Barat – Rimpu

  19. Nusa Tenggara Timur – Baju Adat Nusa Tenggara Timur

  20. Kalimantan Barat – King Baba / King Tompang

  21. Kalimantan Tengah – Sangkarut

  22. Kalimantan Timur – Kustin

  23. Kalimantan Utara – Ta’a dan Sapei Sapaq

  24. Kalimantan Selatan – Babaju Kun Galung Pacinan

  25. Sulawesi Barat – Pattuqduq Towaine

  26. Sulawesi Utara – Laku Tepu

  27. Sulawesi Tengah – Nggembe

  28. Sulawesi Selatan – Bodo

  29. Sulawesi Tenggara – Babu Nggawi

  30. Gorontalo – Biliu dan Makuta

  31. Maluku – Cele

  32. Maluku Utara – Manteren Lamo dan Kimun Gia

  33. Papua Barat – Ewer

  34. Papua –Koteka dan Rok Rumbai

Fungsi 34 Pakaian Adat Indonesia

Mengutip Studi Tentang Bentuk, Fungsi, dan Makna Pakaian Adat Pangulu Kanagarian Sungai Janiah Kecamatan Gunung Talang Kabupaten Solok Propinsi Sumatra Barat (2015) milik Urfi Hanifah, Koentjaraningrat menjelaskan bahwa pakaian setidaknya memiliki 4 fungsi yakni, sebagai pelindung diri dari hawa panas dan dingin, melambangkan kekuasaan dan gengsi, melambangkan kesucian, dan sebagai penghias tubuh.

Ilustrasi pemakaian salah satu dari 34 pakaian adat Indonesia. Sumber: Dinas Pariwisata Kota Pariaman

Keempat fungsi pakaian menurut Koentjaraningrat ini juga merupakan fungsi dari pakaian adat. Sebagai contoh, pakaian adat Minangkabau untuk kaum laki-laki bernama Pangulu yang ternyata dikenakan oleh seorang laki-laki terpilih untuk menjadi seorang kepala atau pemimpin masyarakat di Minangkabau. Hal ini membuktikan bahwa pakaian adat juga berfungsi sebagai sebuah lambang kekuasaan.

34 Pakaian adat Indonesia juga tentunya memiliki fungsi yang menjadi identitas terhadap kebudayaan yang ada.

Nah itu dia 34 pakaian adat Indonesia beserta fungsinya. Semoga salah satu kekayaan budaya nusantara yang satu ini tetap lestari ya!

(SYA)