Konten dari Pengguna

5 Bahasa Daerah yang Paling Banyak Digunakan di Indonesia

Viral Food Travel

Viral Food Travel

Berita viral seputar Food dan Travel

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Viral Food Travel tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Interaksi Menggunakan Bahasa Daerah. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Interaksi Menggunakan Bahasa Daerah. Foto: Pixabay

Indonesia adalah negara kepulauan yang luas dan masing-masing wilayahnya memiliki keunikan tersendiri. Keunikan tersebut mencakup banyak hal, seperti bentang alam, budaya, hingga bahasa daerahnya.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bahasa daerah didefinisikan sebagai bahasa yang lazim digunakan di suatu daerah. Bahasa daerah adalah identitas suatu daerah, makanya bisa bermacam-macam.

Menurut data Ethnologue 2022, terdapat sekitar 715 bahasa daerah yang tersebar di seluruh Indonesia. Papua menjadi provinsi dengan bahasa daerah terbanyak, yaitu 326 bahasa, dikutip dari data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2019.

Jumlah tersebut membuat Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara dengan bahasa daerah terbanyak di dunia, tepat di bawah Papua Nugini yang memiliki 840 bahasa.

Bahasa Daerah yang Paling Banyak Digunakan di Indonesia

Ilustrasi Interaksi Menggunakan Bahasa Daerah. Foto: Pixabay

Di antara banyaknya bahasa daerah di Indonesia, ada sejumlah bahasa yang mendominasi, atau yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia. Penasaran apa saja? Yuk, simak daftarnya di bawah ini.

1. Bahasa Jawa

Di urutan pertama ada bahasa Jawa. Diperkirakan ada sekitar 100.000.000 jiwa yang menggunakan bahasa daerah ini.

Bahasa Jawa sendiri adalah identitas untuk warga di Pulau Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di Yogyakarta sendiri, bahasa Jawa adalah satu-satunya bahasa daerah mereka.

Bahasa Jawa sangatlah unik dan khas. Bahasa Jawa memiliki beberapa tingkatan, yaitu Ngoko, Madya, dan Krama. Kemudian dialek bahasa Jawa juga beragam, di antaranya adalah dialek Banyumas, Cirebon, Malang, Surabaya, Surakarta, Suriname, dan Tegal.

2. Bahasa Sunda

Bahasa Sunda adalah cabang Melayu-Polinesia dalam rumpun bahasa Austronesia. Di Indonesia, setidaknya ada sekitar 42.000.000 jiwa yang menjadikan bahasa Sunda sebagai bahasa sehari-hari.

Penutur bahasa Sunda hampir seluruhnya ada di provinsi Jawa Barat dan Banten. Sama seperti bahasa Jawa, bahasa Sunda juga memiliki banyak dialek antara lain:

  • Dialek barat (Banten Selatan)

  • Dialek utara (Bogor dan sekitarnya)

  • Dialek selatan/dialek Priangan (Bandung dan sekitarnya)

  • Dialek tengah timur (Majalengka dan sekitarnya)

  • Dialek timur laut (Kuningan dan sekitarnya)

  • Dialek tenggara (Ciamis dan sekitarnya)

3. Bahasa Madura

Masih di wilayah Jawa, bahasa Madura menempati posisi ketiga. Bahasa yang banyak digunakan suku Madura ini tercatat dituturkan sekitar 16.600.000 jiwa di seluruh Indonesia.

Bahasa Madura banyak mendapatkan pengaruh dari bahasa Jawa, Melayu, Bugis, dan juga Tionghoa. Akar dari bahasa Madura adalah bahasa Melayu dan Minangkabau.

Bahasa ini mayoritas dipakai oleh masyarakat di Pulau Madura, tepatnya di kawasan yang disebut kawasan Tapal Kuda. Bahasa Madura sendiri memiliki beberapa dialek, yaitu dialek Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, dan Kangean.

4. Bahasa Minangkabau

Bahasa Minangkabau merupakan salah satu bahasa Melayu-Polinesia dari rumpun Austronsesia. Terdapat sekitar 6.500.000 jiwa di berbagai wilayah Indonesia yang menggunakan bahasa Minangkabau.

Penutur bahasa Minangkabau mayoritas adalah masyarakat di Provinsi Sumatera Barat, bagian barat Riau, serta bagian utara Jambi dan Bengkulu.

Bahasa Minangkabau memiliki banyak sekali dialek seperti bahasa Jawa, di antaranya adalah Minangkabau Baku (dialek Padang), Mandahiling Kuti Anyie, Padang Panjang, Pariaman, Ludai, Sungai Batang, Kurai, Kuranji, Salimpaung Batusangkar, dan Rao-Rao Batusangkar.

5. Bahasa Musi

Di posisi kelima ada bahasa Musi dengan jumlah penutur sekitar 3.930.000 jiwa. Bahasa ini adalah bahasa yang dipakai masyarakat di sepanjang sisi sungai Musi, Provinsi Sumatera Selatan.

Bahasa Musi dikenal juga dengan sebutan bahasa Sekayu dan bahasa Palembang. Bahasa ini masih termasuk dalam rumpun bahasa Austronesia.

Bahasa Musi memiliki beberapa dialek, diantaranya Pegagan, Musi Sekayu, Penukal, Kelingi, Rawas; Palembang, Palembang Lama, Meranjat, Penesak, Belide, Burai, dan Lematang Ilir.

(ADS)

Frequently Asked Question Section

Provinsi apa yang paling banyak memiliki bahasa daerah?

chevron-down

Papua merupakan provinsi dengan bahasa daerah terbanyak, yaitu 326 bahasa, dikutip dari data Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan 2019.

Apa itu bahasa daerah?

chevron-down

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bahasa daerah didefinisikan sebagai bahasa yang lazim digunakan di suatu daerah.

Berapa jumlah bahasa daerah di Indonesia?

chevron-down

Menurut data Ethnologue 2022, terdapat sekitar 715 bahasa daerah yang tersebar di seluruh Indonesia.