Konten dari Pengguna

Candi Muara Takus dan 3 Fakta Bangunan Zaman Keemasan Kerajaan Sriwijaya Ini

Viral Food Travel

Viral Food Travel

Berita viral seputar Food dan Travel

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Viral Food Travel tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Candi Muara Takus. Sumber: Kemdikbud
zoom-in-whitePerbesar
Candi Muara Takus. Sumber: Kemdikbud

Candi Muara Takus adalah situs candi tertua yang ada di Sumatera. Candi ini sekaligus merupakan situs candi Budha yang berlokasi di Provinsi Riau, tepatnya bertempat di muara Sungai Kampar Kanan, Desa Muara Takus, Kecamatan XIII Kato, Kabupaten Kampar.

Candi Muara Takus telah ada sejak zaman Kerajaan Sriwijaya. Kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan Hindu-Budha yang terbesar di Indonesia. Kerajaan ini juga menjadi kerajaan maritim terbesar di Nusantara yang menguasai Selat Malaka dan Selat Sunda.

Komplek percandian Muara Takus telah ditetapkan oleh Keputusan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata sebagai Benda Cagar Budaya yang dilindungi oleh Undang-Undang Republik Indonesia. Berikut tiga fakta Candi Muara Takus yang wajib untuk disimak yang dirangkum dari situs resmi Kemdikbud.

1. Asal Muasal Nama Candi Muara Takus

Candi Muara Takus. Sumber: Kemdikbud

Candi ini terkenal dengan dua pendapat mengenai asal-usul nama yang dimilikinya. Pendapat pertama menyebutkan bahwa nama candi diambil dari nama anak sungai kecil yang bermuara ke sungai Kampar Kanan bernama Takus.

Pendapat kedua, Muara Takus merupakan gabungan dari dua kata, yaitu muara yang berarti tempat sungai mengakhiri alirannya ke sungai yang lebih besar ataupun ke laut. Sementara takus adalah kata "Ta", "Ku", dan "Se" yang berasal dari bahasa Cina. Ta memiliki arti besar, Ku berarti tua, dan Se yang berarti candi ataupun kuil. Jika disimpulkan, candi ini memiliki arti candi tua besar yang terletak di muara sungai.

2. Candi Muara Takus adalah Candi dengan Nuansa Budha

Candi Muara Takus. Sumber: Kemdikbud

Penelitian yang dilakukan seorang berkebangsaan Belanda bernama W. P. Groenevald, pada 1880 menyebutkan, bahwa candi ini adalah bangunan Budha yang terdiri atas beberapa candi dan biara. Candi dengan nuansa Buddhisme ini dapat terlihat melalui bentuk stupa yang merupakan lambang Budha Gautama dan fragmen Vajra yang berisi mantra agama Budha dengan huruf Nagari dan Jawa Kuno.

3. Empat Candi di Candi Muara Takus

Candi Muara Takus. Sumber: Kemdikbud

Terdapat empat candi yang ada di Muara Takus. Mereka adalah Candi Mahligai, Candi Palangka, Candi Bungsu, dan Candi Tua.

  • Candi Mahligai memiliki bentuk bujur sangkar yang berukuran 10,44 x 10,60 meter. Bangunan candi ini memiliki tinggi sekitar 14,30 meter dan berdiri di atas Astakoma dan berisi sejumlah 28.

  • Candi Palangka merupakan candi terkecil. Dalam penyusunannya, bangunan candi ini tidak sama dengan dinding Mahligai. Bangunan Palangka terdiri dari batu bata merah yang dicetak.

  • Candi Bungsu dibuat di atas pasir yang ada pada bagian depan dan batu bata yang ada pada bagian belakangnya. Candi ini terdapat di sebelah barat Candi Mahligai.

  • Candi Tua memiliki sisi timur dan barat yang mempunyai tangga dan dihiasi oleh stupa serta patung singa yang terduduk. Candi ini merupakan jenis candi terbesar diantara ketiga candi lainnya yang terletak di utara Candi Bungsu.

Nah bagaimana? Sudah mengetahui tentang Candi Muara Takus dari tiga fakta di atas? Jika kamu memiliki kesempatan untuk berkunjung ke Riau, jangan lupa untu kmampir ke salah satu Cagar Budaya milik Indonesia yang satu ini ya!

(SYA)