Cerita Nyi Roro Kidul dan 3 Ritual Upacara Penghormatan Penguasa Pantai Selatan

Berita viral seputar Food dan Travel
Tulisan dari Viral Food Travel tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cerita Nyi Roro Kidul merupakan sebuah legenda populer masyarakat Jawa yang menceritakan sebuah kisah mistis si penguasa laut selatan Pulau Jawa, bernama Nyi Roro Kidul.
Legenda Nyi Roro Kidul ini seakan tak pernah habis dimakan zaman. Sebab, cerita ini tetap dipercaya hingga saat ini, terkhusus di wilayah Jawa Barat, seperti Cianjur dan Ciamis yang dikenal sebagai wilayah kuat yang memegang teguh mitos penguasa laut selatan ini.
Masyarakat Cianjur Selatan sendiri kerap melakukan tradisi ritual upacara penghormatan kepada Nyi Roro Kidul. Melalui jurnal berjudul Mitos Nyi Roro Kidul Dalam Kehidupan Masyarakat Cianjur Selatan yang ditulis oleh Irvan Setiawan (2009), masyarakat di pantai selatan Kabupaten Cianjur, tepatnya di wilayah pantai APRA kecamatan Sindangbarang ini biasa melakukan 3 upacara penghormatan terhadap keberadaan dan kekuasaan Nyi Roro Kidul atas wilayah pantai mereka.
Penasaran dengan ketiga ritual penghormatan pada legenda cerita Nyi Roro Kidul masyarakat Cianjur Selatan? Yuk simak informasi berikut ini!
Tiga Ritual Penghormatan Legenda Cerita Nyi Roro Kidul
1. Nyalawena
Nyalawena merupakan sebuah ritual penghormatan terhadap Nyi Roro Kidul yang dilakukan dari hulu sungai sampai garis pantai APRA sejauh 2 km.
Nyalawena sendiri berasal dari kata salawe yang memiliki arti dua puluh lima. Angka dua puluh lima adalah tanggal di mana upacara ini selalu dilaksanakan. Istilah upacara ini juga disebut dengan Ngala Impun yang memiliki arti menangkap ikan kecil atau biasa dikenal dengan impun.
Sebelum Nyalawena dimulai, biasanya warga akan memberikan sesajen kepada Nyi Roro Kidul. Nyalawena memang diisi dengan kegiatan menangkap ikan-ikan kecil di laut, yang biasanya ditandai dengan suara gemuruh dari laut. Gemuruh ini konon katanya adalah suara yang dipercaya sebagai awal menetasnya telur-telur ikan yang kemudian menjadi impun.
2. Syukur Pasisiran
Syukur Pasisiran adalah bentuk dari ungkapan rasa syukur masyarakat Sindangbarang kepada Tuhan yang Maha Kuasa atas nikmat-Nya. Ritual ini juga merupakan sebuah ungkapan syukur kepada Nyi Roro Kidul, yang dipercaya telah memberikan limpahan hasil panen dan keselamatan bagi para nelayan selama berakativitas di sekitar pantai maupun di laut.
Syukur Pasisiran ini biasa diadakan pada hari besar daerah maupun nasional seperti Hari Jadi Kabupaten Cianjur ataupun Hari Kemerdekaan Indonesia.
Selain dilaksanakan di Pantai Apra, ritual upacara Syukur Pasisiran ini juga pernah dilaksanakan di beberapa pantai seperti Pantai Sereg, Pantai Batu Kukumbung, dan Pantai Jayati.
Syukur Pasisiran akan diawali dengan pengarakan persembahan ke bibir pantai secara berbondong-bondong saat pagi hari. Persembahan ini memang telah dipersiapkan sebelumnya. Uniknya, persembahan yang membutuhkan biaya besar, seperti kepala kerbau akan ditanggung bersama, sedangkan yang tidak membutuhkan biaya besar akan ditanggung perorangan.
Setelah mengarak persembahan, dilakukan doa bersama dan dilanjutkan dengan berpergian ke laut menggunakan perahu yang berisi barang-barang persembahan.
3. Ngaruwat
Ngaruwat merupakan sebuah upacara untuk memohon keselamatan kepada Tuhan dan juga kepada pada Nyi Roro Kidul yang dipercaya sebagai penguasa pantai selatan oleh masyarakat setempat.
Upacara ini biasa dipimpin oleh seorang juru ruwat yang biasanya berasal dari tokoh masyarakat sekitar dan diikuti oleh masyarakat umum. Namun jika dilaksanakan secara pribadi, upacara Ngaruwat ini akan diikuti oleh orang-orang tertentu, terutama orang-orang yang mempunyai hajat.
Nah itu tadi 3 ritual upacara dari legenda cerita Nyi Roro Kidul masyarakat Cianjur Selatan. Kalau kamu percaya tidak dengan legenda masyarakat yang satu ini?
(SYA)
