Food & Travel
·
25 Januari 2021 14:53

Cerita Rakyat Indonesia: Kisah Keong Mas, Putri Cantik dari Jawa Timur

Konten ini diproduksi oleh Viral Food Travel
Cerita Rakyat Indonesia: Kisah Keong Mas, Putri Cantik dari Jawa Timur (315561)
Ilustrasi Keong Mas, dok. www.kaimasa.com
Cerita rakyat Indonesia Keong Mas sangat terkenal di Jawa Timur. Kisah ini menceritakan tentang dua saudara perempuan yang memiliki nasib yang berbeda dan membuat salah satu di antara mereka gelap mata, sehingga melakukan hal yang membahayakan.
ADVERTISEMENT
Namun, kebaikan akan terus menang mengalahkan kejahatan. Begitu juga dengan Keong Mas, ia menemukan kebahagiaan setelah mendapat perlakuan buruk dari saudaranya sendiri.
Alkisah pada zaman dahulu kala di sebuah kerajaan yang makmur dan sentosa, hiduplah dua orang putri raja bernama Candra Kirana dan Dewi Galuh. Mereka hidup berbahagia dan serba berkecukupan.
Suatu hari berkunjunglah seorang pangeran yang tampan dan rupawan dari Kerajaan Kahuripan ke Kerajaan Daha. Pangeran tersebut bernama Raden Inu Kartapati.
Kedatangan pangeran tersebut untuk melamar Candra Kirana dan sangat disambut baik oleh ayah Candra Kirana, yaitu Kertamarta. Sang raja menerima lamaran tersebut dan Candra Kirana akhirnya ditunangkan dengan Raden Inu.
Namun, pertunangan tersebut membuat saudara satu-satunya Candra Kirana, yaitu Dewi Galuh merasa iri dengki. Karena Dewi Galuh merasa Raden Inu lebih cocok dengannya dibanding saudara perempuannya itu.
ADVERTISEMENT
Dewi Galuh gelap mata hingga akhirnya ia pergi ke kediaman nenek sihir dan meminta bantuannya untuk membuat Candra Kirana menjadi sesuatu yang menjijikan dan mengerikan, sehingga dijauhi oleh Raden Inu.
Nenek sihir pun menuruti permintaan Dewi Galuh dan tidak lama Candra Kirana menjadi Keong Mas, lalu membuangnya ke sungai.
Di lain hari, seorang nenek yang baik hatinya mencari ikan dengan jala di sungai. Tanpa disadarinya Keong Mas tersangkut di jala nenek tersebut dan terbawa pulang.
Cerita Rakyat Indonesia: Kisah Keong Mas, Putri Cantik dari Jawa Timur (315562)
Ilustrasi Keong Mas, dok. dongengterbaru.blogspot.com
Keesokan harinya nenek kembali ke sungai, namun malang nasibnya karena tidak ada satu pun ikan yang tertangkap di jalanya. Sang nenek lalu pulang dengan rasa sedih dan betapa kagetnya ia melihat banyak macam makanan sudah tersedia di meja makan.
ADVERTISEMENT
Nenek tersebut bertanya-tanya siapakah yang memasakkan semua masakan itu untuknya. Kejadian tersebut terjadi setiap hari, sehingga nenek menjadi penasaran.
Pada suatu pagi sebelum pergi ke sungai, nenek mengintip apa yang terjadi di rumahnya. Betapa kagetnya ia melihat Keong Mas berubah menjadi wanita cantik dan tanpa memikirkan apa pun lagi menyapa wanita cantik tersebut.
"Siapakah kamu ini wahai putri cantik dan dari manakah asalmu?," tanya sang nenek.
"Aku adalah putri kerajaan Daha yang disihir menjadi keong emas oleh nenek sihir utusan saudaraku karena merasa iri kepadaku?," kata Keong Mas,
Setelah menjawab pertanyaan nenek, Candra Kirana berubah kembali menjadi Keong Mas.
Sementara itu, Raden Inu tak mau diam saja ketika tahu Candra Kirana menghilang. Ia pun mencarinya dengan cara menyamar menjadi rakyat biasa.
ADVERTISEMENT
Nenek sihir pun akhirnya tahu dan mengubah dirinya menjadi gagak untuk mencelakakan Raden Inu. Raden Inu kaget sekali melihat burung gagak yang bisa berbicara dan mengetahui tujuannya. Ia menganggap burung gagak itu sakti dan menurutinya, padahal Raden Inu diberikan arah yang salah.
Di perjalanan Raden Inu bertemu dengan seorang kakek yang sedang kelaparan, diberinya kakek itu makan. Ternyata kakek itu adalah orang sakti yang baik, ia menolong Raden Inu dari burung gagak itu.
Kakek tersebut membantu mengusir burung gagak hingga menjadi asap. Sang kakek juga memberi tahu Raden Inu di mana Candra Kirana berada.
Raden Inu segera berjalan menelusuri hutan dan setelah berhari-hari ia menemukan Candra Kirana yang sedang memasak di sebuah gubuk yang sangat reok. Akhirnya kutukan dari nenek sihir pun hilang karena perjumpaan itu.
ADVERTISEMENT
Lalu Raden Inu memboyong tunangannya beserta nenek yang baik hati tersebut ke istana, dan Candra Kirana menceritakan perbuatan Dewi Galuh pada Baginda Kertamarta. Baginda meminta maaf kepada Candra Kirana dan sebaliknya Dewi Galuh mendapat hukuman yang setimpal.
Karena Dewi Galuh merasa takut, maka dia melarikan diri ke hutan. Akhirnya pernikahan Candra Kirana dan Raden Inu pun berlangsung dengan pesta yang sangat meriah dan mereka hidup bahagia selamanya.