Konten dari Pengguna

Dikhianati Partner Usaha, Pemilik Bakso Lobster Viral di Bekasi Pecah Kongsi

Viral Food Travel

Viral Food Travel

Berita viral seputar Food dan Travel

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Viral Food Travel tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bakso Lobster Bekasi. Dok.@jastip.baksolobsterbekasi
zoom-in-whitePerbesar
Bakso Lobster Bekasi. Dok.@jastip.baksolobsterbekasi

Belakangan ini tengah viral sebuah kedai bakso lobster di Bekasi yang konon, untuk bisa menyantapnya kamu harus mengantre hingga tiga jam. Bakso Lobster Geger Armada begitu nama tempat makan yang tepatnya berlokasi di Perumahan Permata Regensi 2, Cibitung.

Bakso lobster tersebut punya tampilan yang menarik. Terlebih baksonya disajikan bersama seekor lobster utuh termasuk kepalanya. Sementara daging lobsternya tidak dicampur dalam adonan bakso, melainkan kamu bisa nikmati seusai menguliti daging bakso yang menyelimuti di bagian luar cangkangnya.

Meski tengah menjadi salah satu makanan viral, rupanya ada kisah haru di balik usaha pemiliknya yang bernama Ayu. Hal ini ia ungkapkan langsung kepada food vlogger Felix Kurniawan yang memiliki akun YouTube Anak Kuliner. Saat itu, Felix memang tengah mengunjungi Bakso Lobster Geger Armada untuk mereview.

Ayu menceritakan, bahwa ia sempat dikhianati partner usahanya yang saat ini merupakan pemilik kios yang ia sewa untuk berjualan bakso lobster.

video youtube embed

"Iya tadinya di sebelah sana sekarang pindah. Pokoknya yang punya saya ada bannernya Bakso Geger Armada itu ada lima cabang, tempatnya lebih gede," ungkapnya.

Dalam video berdurasi 11 menit itu, sembari menikmati bakso yang sudah dipesan, Felix menjelaskan bahwa banyak food vlogger yang sebelumnya mendatangi tempat yang lama. Semakin ramai mereka pun pecah kongsi, dan akhirnya menyewa tempat baru persis di seberang kios yang terdahulu.

Ayu juga mengisahkan cerita harunya tersebut lebih lengkap di chanel YouTube Cerita Kita Official. Dalam vlog berdurasi 36 menit itu, Ayu menceritakan bahwa memang sejak 2011 ia sudah berdagang bakso dan selalu mengikuti tren.

Sebelum berjualan bakso lobster ia sempat berjualan bakso unik lain; seperti bakso balungan hingga lava mozzarella. Ia juga belajar membuat bakso dengan orang lain sehari membayar Rp 300 ribu.

video youtube embed

Lebih lanjut, ia pun mengklarifikasi bahwa sebelumnya kios yang pertama ia tempat awalnya berjualan kupat tahu.

"Jadi di tempat yang lama, sekarang namanya Bakso Permata itu dulunya jualan kupat tahu tapi agak sepi. Akhirnya kita kerjasama karena memang suaminya pemilik Bakso Permata itu tetangga kita. Akhirnya suami saya buka ajak kerjasama dengan jualan bakso di tempat tersebut, banner saya bikinin, bakso saya masukin. Nah mulai viral tuh," tutur Ayu dalam video tersebut.

Semenjak viral kejanggalan pun mulai dirasakan Ayu. Partnernya tersebut mengatakan akan tutup toko setiap Jumat dan Sabtu, namun ada seorang pelanggan dari Tambun yang bercerita kepadanya bahwa mau makan di hari tersebut.

Ternyata partnernya tersebut berjualan dan bahkan sudah memproduksi bakso sendiri, padahal ide dan resep tersebut merupakan hasil pencarian Ayu dan sang suami.

"Ia juga mengaku kepada vlogger entah siapa waktu itu bahwa dia punya nama bakso sendiri, ngomongnya bukan Bakso Geger Armada padahal posisi masih kerjasama dengan kita. Akhirnya ayahnya (sang suami) mengambil keputusan untuk mencabut bannernya dan membuka tempat baru," kisahnya.

Hmm, berat juga, ya perjuangan Ayu dan sang suami yang terpaksa harus merasakan pengkhianatan dari orang yang sudah ia anggap keluarga sendiri.

Kini pun, terdapat dua pedagang bakso lobster di Perumahan Permata Regensi 2. Tinggal kamu pilih mau makan di tempat bakso lobster yang mana?

embed from external kumparan