Food & Travel
·
16 April 2021 19:21

Dua Kesenian Daerah Warga Banyumas yang Sangat Khas

Konten ini diproduksi oleh Viral Food Travel
Dua Kesenian Daerah Warga Banyumas yang Sangat Khas (232752)
Ilustrasi Kesenian Daerah. Foto: Budi Candra Setya/ANTARA FOTO
Kesenian daerah warga Banyumas memang memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri. Banyumas merupakan sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Tengah. Mengutip portal resmi Kabupaten Banyumas, secara geografis daerah ini berbatasan dengan Kabupaten Tegal, Pemalang, Cilacap, Brebes, Purbalingga, Kebumen dan Banjarnegara.
ADVERTISEMENT
Beribu kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas memiliki banyak kesenian daerah yang beragam karena letaknya yang amat strategis.
Dari banyaknya kesenian daerah yang dimiliki, berikut dua kesenian daerah warga Banyumas yang sangat khas.

Dua Kesenian Daerah Warga Banyumas

Ebeg

Dua Kesenian Daerah Warga Banyumas yang Sangat Khas (232753)
Ebeg. Foto: Fikri Adin/ANTARA FOTO
Berdasarkan laman Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya milik Kemendikbud, ebeg merupakan seni tari tradisional yang berkembang di wilayah Banyumas yang meliputi Banyumas, Purbalingga, Cilacap, dan juga Kebumen.
Dalam tari ebeg, terdapat empat fragmen pada setiap pertunjukanya. Fragmen pertama adalah fragmen buto yang dilakukan sebanyak dua kali. Lalu ada fragmen senterewe dan fragmen began putri.
Para penari biasanya akan menaiki kuda kepang yang terbuat dari bambu atau biasa disebut ebeg. Hal ini ingin menggambarkan kegagahan prajurit berkuda.
ADVERTISEMENT
Ditemani musik gamelan yang khas, tarian ini seringkali dihubungkan dengan hal-hal mistis. Karena ketika menampilkan ebeg, para penari akan mengalami kerasukan, yang kemudian dalam keadaan tidak sadar tersebut, mereka akan memakan benda berbahaya seperti pecahan kaca atau bertingkah seperti binatang-binatang tertentu.

Lengger

Dua Kesenian Daerah Warga Banyumas yang Sangat Khas (232754)
Lengger. Foto: Muhammad Ryan Wibowo/ANTARA FOTO
Tari Lengger merupakan salah satu bentuk kesenian daerah khas Banyumas yang sangat unik. Melalui website warisan tak benda milik Kemendikbud, lengger merupakan istilah gabungan yang memiliki arti yaitu dikira wanita namun ternyata laki-laki. Hal tersebut karena ketika jaman sebelum kemerdekaan, para penari laki-laki berdandan layaknya wanita untuk mengelabuhi para kompeni asing karena perbuataan mereka yang acap kali tidak senonoh.
Dikutip melalui Kelompok Studi Mahasiswa Eka Prasetya Universitas Indonesia, kesenian Lengger terbagi menjadi dua yaitu Lengger Lanang dan Lengger Wadon. Meskipun Lengger Wadon lebih dikenal oleh masyarakat, tidak demikian untuk Lengger Lanang.
ADVERTISEMENT
Lenger Lanang ditampilkan oleh laki-laki namun mereka berpenampilan layaknya perempuan, maupun sebaliknya ketika para perempuan yang tampil. Hal ini menyebabkan Lengger Lanang berada diambang kepunahan karena dianggap tidak pantas oleh kebanyakan masyarakat.
(SYA)