Konten dari Pengguna

Gadai STNK buat Modal tapi Ditolak, Kini Raup Omzet Rp 120 Juta per Bulan

Viral Food Travel

Viral Food Travel

Berita viral seputar Food dan Travel

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Viral Food Travel tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi produk mi lidi geli. Foto: Facebook Mie Lidi Geli
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi produk mi lidi geli. Foto: Facebook Mie Lidi Geli

Siapa suka bernostalgia dengan makanan jadul ala tahun 1990-an? Jika kamu memang menjadi pencinta makanan-makanan jadul, kamu pasti tahu mi lidi yang sering ditemui di kantin sekolah dulu.

Ternyata, mi lidi tersebut masih banyak diproduksi sampai sekarang, lho. Dengan aneka varian rasa, kamu bisa mencari tempat terdekat untuk membeli mi lidi ini.

Salah satunya adalah produk dari Mi Lidi Geli yang dipasarkan oleh Famela Nurul. Ia ternyata sudah berusaha membuat bisnis makanan ini sejak masih berusia 19 tahun.

Seperti apa, ya, kisah perjalanan bisnisnya hingga saat ini?

Ilustrasi mahasiswi. Foto: shutterstock

Bermula dari keinginannya untuk membuat jajanan jadul ini menjadi camilan yang lebih modern, akhirnya Famela me-rebranding jajanan ini. Saat itu ia masih duduk di bangku universitas, tepatnya semester 4.

Di tanggal 14 Mei 2013, ia mencoba memulai usahanya dengan modal Rp 1 juta. Semula ia mencoba mencari modal dengan menggadaikan STNK motor di suatu bank namun ditolak karena usianya yang masih kurang.

Untungnya, sang orang tua percaya kepada Famela dan memberikan uang yang dibutuhkan sebagai modal. Kali pertama ia membeli mesin untuk membentuk tekstur tepung terigu menyerupai lidi.

Ilustrasi mi lidi. Foto: shutterstock

Di awal, ia juga bekerja sama dengan sebuah produsen dari Garut, Jawa Barat, tidak jauh dari tempat kuliahnya kala itu di Universitas Padjajaran. Motivasi awalnya adalah ingin menambah uang jajan, karena ia merasa hidup pas-pasan di Kota Bandung.

Awalnya, ia memproduksi 200 buah setiap bulan, saat ini bisa mencapai angka 8.000 buah dan merambah ke swalayan-swalayan. Meskipun di awal sempat menjadi PR karena harus ikut bazaar dan sistem re-seller untuk membantu mitranya yang juga ingin menambah uang saku.

facebook embed

Setiap ecerannya dibanderol dengan harga maksimal Rp 15 ribu, dengan aneka varian rasa. Selain original, kamu bisa merasakan spicy, double spicy, bbq, keju, rumput laut, dan jagung manis. Banyak, kan pilihan rasanya? Kamu tidak perlu bingung lagi, deh saat membeli.

Kemudian ia memilih nama Mi Lidi Geli karena merasa nama ini sangatlah Indonesia. Ia juga memberikan filosofi tersendiri, setiap orang yang memakannya akan merasa geli dan dilanjutkan dengan tertawa atau bahagia.

Berkat kegigihannya, Famela bisa mendapatkan untung Rp 120 juta setiap bulannya. Angka yang tidak sedikit ya, untuk seorang pebisnis baru berusia kepala dua. Apalagi sekarang sudah melayani secara online, ekspansi bisnis yang tidak terbatas waktu dan tempat.

Apakah kamu berniat untuk membuat bisnis makanan kreatif seperti yang sudah dilakukan Famela?

embed from external kumparan