Konten dari Pengguna

Geopark Ciletuh Sukabumi, Salah Satu Taman Geologi UNESCO di Tanah Air

Viral Food Travel

Viral Food Travel

Berita viral seputar Food dan Travel

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Viral Food Travel tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Geopark Ciletuh Sukabumi. Foto: Nick Valmores/pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Geopark Ciletuh Sukabumi. Foto: Nick Valmores/pexels

Geopark Ciletuh Sukabumi adalah sebuah wilayah konservasi dengan luas 126.100 ha yang pada tanggal 17 April 2018 lalu telah resmi menyandang status sebagai Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global. Sejak peresmiannya tersebut, tempat wisata ini mulai dikenal sebagai kawasan taman bumi.

Geopark Ciletuh terletak di daerah Ciletuh yang berada di sepanjang pesisir pantai selatan-barat Sukabumi, Kecamatan Ciemas, Jawa Barat. Berkat keindahan alam, adanya batuan serta mineral, dan keunikan morfologi yang membentuk sebuah kekayaan geologi, maka sangat tepat jika kawasan ini masuk sebagai salah satu UNESCO Global Geopark (UGG).

Nah, ternyata masih banyak fakta penting mengenai taman bumi yang satu ini. Yuk simak informasi yang telah dirangkum melalui jurnal berjudul Destination Branding Kawasan Ciletuh-Pelabuhan Ratu Sukabumi Melalui Geopark (2019) oleh Marlina Mustikaningsih, Evi Novianti, dan Diah Fatma berikut Ini!

Geopark Ciletuh Sukabumi dan 4 Faktanya

1. Geopark Ciletuh Sukabumi resmi menjadi UNESCO Global Park

Ilustrasi Geopark Ciletuh Sukabumi yang telah ditetapkan sebagai salah satu UNESCO Global Geoprak. Foto: Jaime Reimer/pexels

Ditetapkannya Ciletuh Sukabumi menjadi sebuah geopark oleh UNESCO tentu memiliki maksud dan tujuan tertentu.

Geopark sendiri merupakan kawasan lindung berskala nasional dimana terdapat situs warisan geologi penting di dalamnya yang memiliki nilai berupa daya tarik, keindahan, dan kelangkaan.

Terdapat pula tiga unsur krusial yang ada pada sebuah geopark yaitu keragaman geologi, hayati, dan budaya.

Nilai dan aspek yang ada tersebut akan terintegrasi sehingga dapat dikembangkan dan digunakan sebagai konservasi, pendidikan, pariwisata, dan pengembangan ekonomi lokal.

2. Keragaman Geologi Geopark Ciletuh Sukabumi

Keragaman geologi yang ada pada Geopark Ciletuh Sukabumi terbagi atas 9 air terjun, 6 bentang alam, 4 pulau kecil, 12 batuan unik, 2 gua laut, 11 pantai, batuan langka, fosil, dan juga geyser.

3. Keragaman Hayati Geopark Ciletuh Sukabumi

Ilustrasi keragaman hayati Geopark Ciletuh Sukabumi. Foto: Maarten van den Heuvel/pexels

Geopark Ciletuh Sukabumi memiliki keragaman hayati yang tak kalah fenomenal. Keragamaan ini terbagi menjadi dua bagian, yakni kawasan konservasi dan kawasan budidaya.

Kawasan konservasi yang ada berfokus untuk melindungi hayati dan ekosistem hutan yang dikelola oleh Balai Konservasi Sumber Daya (BKSDA). Ada 5 kawasan konservasi yakni,

  1. Cagar Alam Cibanteng

  2. Tangkuban Parahu

  3. Sukawayana

  4. Suaka Margasatwa Cikepuh

  5. Taman Wisata Alam Sukawayana.

Sementara kawasan budidaya di Geopark Ciletuh Sukabumi dikelola dan dikembangkan oleh masyarakat lokal dan dikelompokan menjadi 3 macam yaitu,

  1. Tanaman Pangan

  2. Holtikultura

  3. Perkebunan dan Biofarmaka

4. Keragaman Budaya Geopark Ciletuh Sukabumi

Ilustarsi rumah-rumah warga di Geopark Ciletuh Sukabumi. Foto: Tom Fisk/pexels

Keragaman budaya pada sebuah kawasan geopark ternyata adalah pilar bagi kesejahteraan masyarakat lokal.

Tedapat dua daerah yang berperan penting dalam keragaam budaya di Geopark Ciletuh, yaitu daerah Jampang dan Palabuhanratu.

Sosial dan budaya pada dua daerah ini akan berpadu dengan kekayaan alam sehingga menjadi potensi dan modal utama bagi sebuah kawasan geowisata.

Itulah fakta penting mengenai Geopark Ciletuh Sukabumi yang telah kamu simak. Tertarik berkunjung ke salah satu taman bumi kebanggaan Indonesia satu ini?

(SYA)