Food & Travel
·
22 Juli 2021 20:38
·
waktu baca 2 menit

Gerakan Tari Kipas Pakarena, Simbol Kelembutan Perempuan Sulawesi Selatan

Konten ini diproduksi oleh Viral Food Travel
Gerakan Tari Kipas Pakarena, Simbol Kelembutan Perempuan Sulawesi Selatan (38454)
searchPerbesar
Ilustrasi gerakan tari Kipas Pakarena yang menyimbolkan kelembutan perempuan Sulawesi Selatan. Sumber: Pemerintah Kota Makassar
Gerakan tari Kipas Pakarena terkenal akan geraknya yang halus karena menggambarkan kelembutan dari para perempuan. Tari tradisonal ini merupakan seni tari khas Sulawesi Selatan.
ADVERTISEMENT
Tari Kipas Pakarena, menurut Ensiklopedi Tari Indonesia (1986), adalah tari yang berdasarkan pada legenda asal dari dewi kayangan yang turun ke bumi. Ia kemudian mengajarkan berbagai pelajaran kepada wanita seperti berhias, bertenun, dan lain sebagainya.
Dilansir melalui Kemendikbud, tari Kipas Pakarena dahulu hanya ditarikan oleh para putri bangsawan dan ditampilkan dalam lingkungan istana kerajan Gowa. Tari ini tak pernah absen di setiap upacara adat maupun pesta kerajaan. Tari Kipas Pakarena sendiri berkembang di masa Raja Gowa ke-16, Sultan Hasanuddin.

Gerakan Tari Kipas Pakarena

Gerakan tari Kipas Pakarena menonjolkan gerakan yang memperlihatkan kelembutan para wanita Makassar. Biasanya kesenian tari ini akan dibawakan oleh penari perempuan yang berjumlah tiga, empat, enam atau lebih.
ADVERTISEMENT
Skripsi Makna Filosofis Tari Pakarena Tradisi Gowa Tallo di Kel. Tombolo Kec. Somba Opu Kab. Gowa (Studi Semiotika) (2019) milik Anggi Anggraini menyebutkan bahwa terdapat struktur gerakan tari Kipas Pakarena yang sulit di zaman kerajaan namun saat ini telah berubah menjadi gerakan yang lebih mudah.
Meskipun begitu, ciri khas gerakan tari Kipas Pakarena yang lemah gemulai, lembut, dan melambangkan sikap wanita Sulawesi Selatan yang santun sama sekali tidak ditinggalkan.
Tari Kipas Pakarena akan menampilkan banyak gerakan tangan yang terayun beraturan ke samping dan ke depan secara lamban di mana para penari akan memegang kipas di tangan kanannya.
Lalu kaki dalam tarian ini akan bergeser ke segala arah namun tidak terangkat dari permukaan lantai. Sementara pandangan para penari akan selalu tertuju pada lantai.
ADVERTISEMENT
Gerakan tari Kipas Pakarena yang lembut dan pelan biasanya akan diiringi oleh tabuhan gendang yang bernama Ganrang, Puik-Puik, Gong gentung, Katto-katto, dan Parappasa.
Gerakan Tari Kipas Pakarena, Simbol Kelembutan Perempuan Sulawesi Selatan (38455)
searchPerbesar
Ilustrasi gerakan tari Kipas Pakarena. Sumber: Kemlu

Ragam Gerakan Tari Kipas Pakarena

Gerakan tari Kipas Pakarena terbagi atas beberapa jenis ragam gerak antara lain:
  1. Mabbiring kassi (berjalan di tepi pantai): ragam awal gerakan di mana penari berjalan pelan ke depan sambil memegang kipas di tangan kanannya di depan dada, tangan kiri memegang sarung, dan pundak kiri berhias selendang.
  2. Bisei ri lau’(dayung ke timur): bermakna spirit kehiduan karena bergerak ke arah timur sebagai arah terbit matahari.
  3. Angingkamalino (angin tanpa hembusan): layaknya angin yang tak berhembus, gerakan ini menggambarkan rasa kekecewaan.
  4. Anni-anni (memintal benang): gerakan yang bermakna bahwa pekerjaan yang dilakukan dengan tekun kelak akan membuahkan hasil.
  5. Dalle tabbua (meniti nasib dengan sabar): mengandung makna filosofis bahwa hidup wajib dijalani dengan penuh kesabaran.
  6. Nigandang (berulang-ulang): jenis gerakan ini bermakna bahwa sesuatu harus dilakukan secara berulang-ulang tanpa berputus asa.
ADVERTISEMENT
Nah itu dia gerakan tari Kipas Pakarena yang khas dari Sulawesi Selatan. Berniat mempelajari seni tari yang satu ini?
(SYA)