Food & Travel
·
22 Juli 2021 20:38
·
waktu baca 2 menit

Gerakan Tari Pendet, Dinamis Sekaligus Sakral

Konten ini diproduksi oleh Viral Food Travel
Gerakan Tari Pendet, Dinamis Sekaligus Sakral (49847)
searchPerbesar
Ilustrasi gerakan tari Pendet. Sumber: Kemlu
Gerakan tari Pendet yang berasal dari Bali memiliki perpaduan antara gerak asal dan gerak baru yang dilakukan secara berulang. Sebagai tari tradisional Bali yang awalnya merupakaan tari pemujaan, terdapat gerakan-gerakan khas seperti menabur bunga.
ADVERTISEMENT
Tari Pendet adalah seni tari yang banyak ditampilkan di Pura sebagai wujud perlambangan untuk menyambut turunnya Dewata ke alam dunia.
Namun seiring perkembangan zaman, tari Pendet diubah oleh para seniman Bali menjadi tarian selamat datang yang tetap berpegang pada sisi sakral dan religiusnya.

Gerakan Tari Pendet

Gerakan tari Pendet dalam jurnal Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Dalam Gerak Tari Pendek (2019) oleh Gusti Ayu Made Puspawati dan Luh De Liska akan dipentaskan oleh penari wanita yang memakai pakaian adat dengan membawa sebuah bokor yang berisi bunga/canang sari, kawangen, dan lainnya.
Tari Pendet dilakukan secara masal dan dipimpin oleh pemangku sebagai pemimpin upacara yang akan membawa sebuah pasepan dan alat pedudusan yang dipenuhi kemenyan bakar.
ADVERTISEMENT
Di bagian akhir tarian, penari akan meletakan alat-alat tersebut di pelinggih dan menaburkan bunga kepada pratima sebagai simbol dari Bhatara dan Bhatari untuk penghormatan.
Tari Pendet akan diiringi oleh gong gebyar yang merupakan seperangkat gamelan khas Bali.
Gerakan Tari Pendet, Dinamis Sekaligus Sakral (49848)
searchPerbesar
Ilustrasi gerakan tari Pendet sebagai tari selamat datang. Sumber: Kemenag Provinsi NTT

Gerakan Tari Pendet sebagai Tari Kreasi Tradisional

Dalam perkembangannya, unsur gerakan tari Pendet dimodifikasi oleh dua tokoh penekun tari Bali yakni I Wayan Rindi dan I Wayan Beratha.
I Wayan Windi memodifikasi tari Pendet menjadi tari penyambutan yang tetap berpegang teguh pada pakem seni Bali yang khas dan dinamis, termasuk unsur gerakannya. Di tahun 1950, terciptalah Tari Pendet sebagai tari kreasi tradisional.
Sementara di tahun 1961, I Wayan Beratha mengembangkan lagi tari Pendet dengan menambah jumlah penari menjadi lima orang. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta menyebutkan bahwa ia kembali berkiprah untuk mengembangkan Pendet agar bisa ditarikan oleh 800 orang pada upacara pembukaan Asian Games 1962 di Jakarta.
Gerakan Tari Pendet, Dinamis Sekaligus Sakral (49849)
searchPerbesar
Ilustrasi salah satu gerakan tari Pendet. Sumber: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta
Saat ini gerakan tari Pendet memiliki gerak dinamis, variatif, saling memengaruhi, dan bertempo cepat di beberapa gerakannya. Koreografi tari Pendet juga telah dibuat menjadi lebih menarik dengan tambahan gerakan baru dan pengulangan gerak.
ADVERTISEMENT
Gerakan tari Pendet sendiri terbagi atas tujuh gerak bagian tubuh yakni,
  1. Gerakan kaki (gegajalan) terdiri atas lima gerak yaitu telapak kaki sama serong (tampak sirangpada), berjalan ke muka (ngandang arep), jalan cepat (milpil), dan bergeser cepat (nyregseg).
  2. Gerakan tangan (pepiletan) tersusun atas gerak haluan dengan tangan yang berputar ke dalam (luk nagasatru) dan haluan tangan yang seiring (luk nerudut).
  3. Gerakan jari (tetangan) terbagi atas gerak jari dicakup (Nyakupbawa) dan melambai-lambai (Ulap-ulap).
  4. Gerakan badan (leluwesan) memiliki gerak pangkal lengan bergetar (Ngejatpala).
  5. Gerakan mimik (entiah-tjerengu) terdiri atas gerak riang gembira (luru) dan tersenyum (kenjung manis).
  6. Gerakan leher (dedengkek) memiliki gerak leher yang menggeleng halus (uluwangsul) dan gelengan leher yang keras (ngotag).
  7. Gerakan mata terbagi menjadi gerakan kiri dan kanan (nyeledet) dan gerakan mata yang berputar (ngelier).
ADVERTISEMENT
Itu dia gerakan tari Pendet yang telah disimak. Menarik bukan?
(SYA)