Konten dari Pengguna

Lagu Daerah Sulawesi Utara, Ini 5 Nyanyian Khas Minahasa

Viral Food Travel

Viral Food Travel

Berita viral seputar Food dan Travel

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Viral Food Travel tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi memainkan lagu daerah Sulawesi Utara. Sumber: pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi memainkan lagu daerah Sulawesi Utara. Sumber: pexels

Lagu daerah Sulawesi Utara adalah musik yang berasal dari tanah Sulawesi, diciptakan oleh masyarakat setempat, berbahasa sesuai dengan wilayah asal, dan diiringi alat musik tradisional sehingga begitu khas dan spesial.

Nah, penasaran tidak dengan lagu daerah yang dimiliki oleh orang Minahasa sebagai penduduk asli asal Sulawesi Utara?

Kalau iya, yuk simak daftar lengkapnya yang telah dirangkum melalui jurnal SMS dalam Lagu-Lagu Daerah Minahasa sebagai Pesan Budaya Bagi Orang Minahasa dalam Membangun Bangsa oleh Rosijanih Arbie, Nontje Masengi, dan Elisa Regar berikut ini!

Lagu Daerah Sulawesi Utara

1. Elur en Kayo’mba’an

Elur en Kayo’mba’an dalam bahasa Indonesia berarti damailah selamanya. Lagu ini merupakan gambaran keindahan alam Minahasa sebagai karunian Tuhan yang menjadikan masyarakat harus turut serta menjaganya dan hidup mengasishi antar sesama.

Lirik Elur en Kayo’mba’an

Am puruk ing kuntung pa rege-regesan

Makatembo-tembomai inataran

Kasale’en kaaruyen wo kalelon

Tumembomai ing kayo’mba’an

Kami mengalei e… karia e… katuari

Se cita ‘mbaya an do’ong ta ya’sa

Maesa e nate wo membe-berenan

Eluren Ngkayo’mba’an ya’sa.

2. Ung Genang

Ung Genang memiliki arti cinta. Lagu Ung Genang bercerita tentang keraguan perempuan kepada pasanganya. Secara tidak langsung lagu ini juga menggambarkan citra perempuan Minahasa yang transparan dan berani untuk mengambil sikap.

Ung Genang juga meminta lelaki untuk memberikan wujud cinta yang dipenuhi dengan kesunguhan dan kepastian

Lirik Ung Genang

Ung genang ku wia nikou…o sa ko udit rumendem

Sa ko udit rumendem kita marua esa matu’a

Ta’an wo kumuramo…o ung genang ku wia niko

Ung genang ku wia niko talo soyopa siwo-siwonu.

Ilustrasi not balok dari lagu daerah Sulawesi Utara. Sumber: pexels

3. Menesel

Lagu daerah Sulawesi Utara yang memiliki arti menyesal ini memiliki pesan sosial bagi para perempuan muda untuk berhati-hati jika menjalin hubungan yang belum diikat oleh sebuah pernikahan.

Lagu ini bercerita mengenai seorang gadis yang hamil sebelum menikah sehingga secara terpaksa harus bertanggung jawab dengan melakukan pernikahan dan meninggalkan masa remaja serta orang-orang terkasihnya.

Lirik Menesel

Menesel wo kumurape’…

adu sayang tare menesel adu sayang…

minajadimo Menesel wo kumurape’…

adu sayang tare menesel adu sayang…minajadimo

Makagenang-genang tuminggal si mama sayang

makagenang genang tuminggal si papa

Terlebih-lebih tuminggal kemuda’an sayang…

lebe-lebe pe’ tuminggal se karia.

4. O Ina ni Keke

O Ina ni Keke berpesan kepada orang Minahasa agar selalu mengetahui maksud dan tujuan jika ingin pergi ke satu tempat tertentu.

Lirik O Ina ni Keke

O ina ni keke mange wi sako…, mange a ki wenang tumeles wale ko

O ina ni keke mange wi sako…, mange a ki wenang tumeles wale ko

Weane weane weane toyo …, da’imo siapa ko tare ma kiwe

Weane weane weane toyo …, da’imo siapa ko tare ma kiwe.

5. Esa Mokan

Lagu Daerah Sulawesi Utara satu ini berisi kekhawatiran sesorang mengenai kesetiaan pasangannya. Dipesankan bahwa orang Minahasa harus menyerahkan segala urusan kehidupan kepada Tuhan dengan berdoa, termasuk salah satunya dalam urusan percintaan.

Lirik Esa Mokan

Esa mokan genangku wia ni kou…teamo marua rua genang e karia

Mengale-ngale uman wia si opo wailan pakatuan pakalawiren kita nuaya.

(SYA)