Motif Batik Madura serta Ciri Khasnya

Berita viral seputar Food dan Travel
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Viral Food Travel tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Motif batik Madura memang tidak sepopuler batik Yogyakarta, Solo, atau Pekalongan. Meski begitu, batik Madura punya ciri khas tersendiri yang membuatnya unik.
Batik Madura sendiri sudah dikenakan sejak abad ke-17. Batik Madura pertama kali dipakai oleh penasihat spiritual di lingkungan Kerajaan Pamekasan.
Jadi, batik Madura memang sudah cukup tua, ya. Dalam awal perjalanannya, batik Madura banyak dipengaruhi motif batik Yogyakarta dan Solo, sehingga mungkin akan terdapat satu atau dua kesamaan.
Ciri Khas Batik Madura
Meski memiliki pengaruh Yogyakarta dan Solo, tapi Madura punya ciri khas tersendiri. Pulau Madura dikenal sebagai pulau penghasil garam. Hal tersebut mungkin menjadi penyebab batik Madura banyak bercorak titik-titik putih seperti butiran garam.
Dari segi warna, batik Madura juga berbeda dengan batik Yogyakarta dan Solo yang gelap. Warna batik Madura cenderung berani dan tegas, seperti warna merah, kuning, hijau, dan warna biru.
Masing-masing warna memiliki makna, yakni sebagai berikut.
Warna merah, melambangkan karakter masyarakat Madura yang kuat dan keras.
Warna hijau melambangkan warna yang regilius, karena Madura menjadi tempat lahir dan berkembangnya kerajaan Islam.
Warna kuning melambangkan bulir-bulir padi pertanian milik penduduk Madura.
Warna biru melambangkan warna laut yang mengelilingi pulau Madura.
Motif Batik Madura
Berikut sejumlah motif batik Madura yang bisa kamu koleksi. Yuk, simak apa aja!
1. Motif Mata
Motif mata berasal dari daerah Pamekasan. Objek utama pada motif mata adalah mata burung perkutut. Warna yang digunakan pada motif ini didominasi kuning, hijau, dan merah muda.
Jadi, warnanya yang cerah dan tegas sangat cocok untuk jadi pakaian pada acara-acara semi formal.
2. Motif Lancor
Batik motif lancor ini juga berasal dari Kabupaten Pamekasan seperti motif mata. Motif ini merujuk pada alun-alun kota. Warna yang digunakan didominasi biru dan merah.
Pewarna yang digunakan adalah napthol dan remasol. Pewarna napthol termasuk zat pewarna sintetis. Sementara pewarna remasol bersifat larut dalam air. Tapi remasol memiliki ketahanan luntur yang baik, kok.
Pewarna remasol pada batik lancor biasanya digunakan untuk menghasilkan warna kuning, merah mawar, hijau, hingga jingga.
3. Motif Serat Kayu
Motif serat kayu adalah motif asli Kecamatan Proppo bagian selatan. Proses pengerjaan batik serat kayu adalah dengan melapisi motif menggunakan malam (lilin khusus).
Tujuan pelapisan tersebut agar motif tidak terkena zat pewarna. Setelah itu, kain dilipat dengan ukuran 20 cm, lalu diletakkan di atas lincak.
Kain yang sudah dilipat akan ditekan-tekan, hingga malam yang melapisi motif menjadi pecah. Malam itu akan membentuk garis-garis yang mirip dengan serat kayu.
4. Motif Serat Batu
Terakhir, ada motif serat batu yang sekilas hampir mirip dengan serat kayu. Keduanya terlihat mirip dari segi warnanya. Namun, dari segi motifnya berbeda.
Proses pembuatannya juga berbeda. Pembuatan motif serat batu dilakukan dengan menyatukan dan meremas-remas kain, kemudian dicelupkan pada pewarna.
Hasilnya, kain akan memiliki corak membentuk garis-garis seperti serat batu.
Nah, itulah penjelasan soal motif batik Madura serta ciri khasnya. Semoga membantu, ya!
(DEL)
Frequently Asked Question Section
Kapan batik Madura ditemukan?

Kapan batik Madura ditemukan?
Batik Madura sendiri sudah dikenakan sejak abad ke-17. Batik Madura pertama kali dipakai oleh penasihat spiritual di lingkungan Kerajaan Pamekasan.
Apa ciri khas batik Madura?

Apa ciri khas batik Madura?
Dari segi warna, batik Madura juga berbeda dengan batik Yogyakarta dan Solo yang gelap. Warna batik Madura cenderung berani dan tegas, seperti warna merah, kuning, hijau, dan warna biru.
Apa makna warna merah pada batik Madura?

Apa makna warna merah pada batik Madura?
Warna merah, melambangkan karakter masyarakat Madura yang kuat dan keras.
