Rumah Adat Honai, Mengenal Bangunan Adat Suku Dani Yuk!

Berita viral seputar Food dan Travel
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Viral Food Travel tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rumah adat Honai? Kalian pasti sudah sangat familiar ya dengan salah satu hunian tradisional asal Papua yang satu ini.
Salah satu keunikan yang menjadikan rumah adat Honai begitu harum namanya adalah bentuk unik dari arsitektur rumah yang terlihat seperti sebuah jamur.
Tahukah kamu suku mana yang mendiami rumah mungil layaknya jamur ini? Ya, jawabannya adalah Suku Dani yang bermukim di Lembah Baliem. Lembah ini terletak di Wamena, yang merupakan ibu kota dari Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua.
Apakah kamu ingin mengetahui lebih mengenai rumah tradisonal yang satu ini? Yuk simak informasi mengenai rumah adat Honai yang akan diulik lebih lanjut berikut!
Rumah Adat Honai dihuni Oleh Suku Dani
Dilansir melalui laman Portal Informasi Indonesia, rumah adat Honai adalah tempat tinggal Suku Dani. Masyarakat suku ini bermukim di sebuah lembah gunung dengan ketinggian yang mencapai 1.600-1.700 di atas permukaan laut, bernama Lembah Baliem.
Diinformasikan pula bahwa Honai ditemukan oleh Richard Archbold dalam ekspedisinnya di tahun 1983. Masyarakat Suku Dani biasanya hidup di sebuah perkampungan yang terdiri dari beberapa silimo dan memiliki pola permukiman yang berbentuk U ataupun melingkar.
Fungsi Rumah Adat Honai
Suku Dani menjadikan rumah adat Honai sebagai tempat tinggal. Akan tetapi, Honai juga merupakan tempat penyimpanan hasil ladang, makanan, peralatan perang, dan perburuan serta yang paling unik adalah digunakan sebagai tempat pengasapan bagi mumi.
Tak hanya berfungsi untuk melangsungkan kegiatan sehari-hari seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Honai menjadi tempat tersendiri untuk mendidik anak laki-laki tentang bagaimana caranya bertanggung jawab dan bertahan hidup.
Suku Dani juga menggunakan Honai untuk mengatur strategi perang supaya mereka bisa memenangkan pertempuran.
Arsitektur Rumah Adat Honai
Rumah adat Honai dibangun oleh Suku Dani berdasarkan hasil pengamatan mereka terhadap sarang burung. Unik sekali bukan?
Melalui buku berjudul Rumah Bundar (2018) oleh Fangnania T. Rumthe, dahulu Suku Dani tidak tinggal di dalam rumah melainkan di bawah pohon-pohon besar. Namun mereka mulai membuat Honai setelah secara tidak sengaja melihat burung saat sedang membangun sarang dengan ranting dan rumput kering. Oleh karena itu, material rumah bundar ini berasal dari alam.
Berikut material pembangun bagian rumah adat Honai:
atap rumah dibuat dari jerami dan rumput alang-alang
dinding rumah Honai disusun dari papan kayu yang kasar atau biasa disebut dengan papan cincang runcing
tiang bangunan dibuat dari balok kayu agar bisa menyangga Honai
penutup lantai dibuat oleh rumput atau jerami
pengikat yang berfungsi sebagai sambungan antar bangunan dibuat dari tali yang terbuat rotan dan sulur kayu.
Itu dia tadi informasi penting yang perlu diketahui mengenai rumah adat Honai milik masyarakat Suku Dani. Ternyata sangat menarik ya?
(SYA)
