Rumah Adat Jambi, Mengenal Hunian Kajang Leko yang Khas Yuk!

Berita viral seputar Food dan Travel
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Viral Food Travel tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rumah adat Jambi merupakan bukti kehebatan nenek moyang yang kini telah menjadi salah satu warisan budaya kebanggaan Indonesia. Rumah adat sejatinya adalahbangunan yang menggambarkan karakter dan nilai yang ada pada masyarakatnya.
Rumah adat Jambi sebagai satu dari rumah adat asal Sumatera memiliki ciri khas tersendiri. Melalui buku Yuk, Mengenal Rumah Tradisional Sumatra (2017) oleh Wilujeng Dwi Windhiari, berikut ciri istimewanya:
Merupakan rumah panggung
Terbagi menjadi beberapa ruangan
Memiliki tangga berjumlah ganjil
Dilengkapi dengan bubungan atap memanjang
Bahan bangunan berasal dari alam
Rumah Adat Jambi Kajang Leko
Rumah adat Jambi ini adalah hunian dari Suku Marga Batin yang ada di Kampong Lamo, Rantau Panjang.
Mengutip buku Arsitektur Tradisional Daerah Jambi (1986) karya Djafar dan Anas Madjid, istilah Kajang Lako atau Kajang Leko ini berhubungan dengan bubungan rumah yang mirip dengan bentuk perahu. Orang Batin juga kerap menyebut rumah adat ini dengan istilah rumah lamo yang berarti rumah lama.
Mengapa dinamai demikian? Karena berdasarkan sejarah, rumah Kajang Lako diperkirakan sudah berumur sekitar 400 tahun.
Bangunan Rumah Adat Jambi Kajang Leko
Bangunan Kajang Leko adalah rumah panggung berbentuk persegi dengan lebar 9 meter dan panjang 12 meter. Bentuk persegi panjang dari rumah tradisional ini bertujuan untuk mempermudah penyusunan dan fungsi ruangan yang juga berpegang pada hukum-hukum islam.
Sebagai contoh, jika diadakan musyawarah adat, semua yang hadir akan menempati ruangan yang telah ditetapkan adat. Begitu juga dengan letak ruangan laki-laki dan perempuan yang berpisah dan berjauhan.
Material Bangunan Rumah Adat Jambi Kajang Leko
Kajang Leko sebagai rumah adat Jambi memiliki bubungan atap seperti perahu dengan langit-langit pembatas dan anyaman ijuk yang berfungsi untuk menahan air hujan dan menyimpan peralatan. Dindingnya terbuat dari kayu, kerangka dan lantainya terbuat dari bambu, serta pengikat antar materialnya berasal dari rotan.
Bagian Rumah Adat Jambi Kajang Leko
Ruang pelamban: ruang multifungsi yang ada di depan rumah untuk mencuci piring, menjemur, menyimpan perabotan, memelihara tanaman, dan menunggu tamu.
Ruang gaho: ruang yang digunakan sebagai dapur, penyimpanan tabung air, dan barang kebutuhan sehari-hari yang terletak di sebelah kiri rumah.
Ruang masinding: ruang yang berfungsi sebagai tempat pertemuan dan upacara adat khusus laki-laki.
Ruang tengah: fungsinya sama dengan ruang masinding, namun dikhususkan untuk wanita.
Ruang balik melintang: ruang utama upacara adat yang khusus untuk pemuka adat, alim ulama, ninik mamak dan cerdik.
Ruang balik menalam: tiga bagian ruang di dalam rumah induk yang terdiri atas ruang makan, kamar tidur orang tua, dan kamar tidur anak gadis.
Perlambangan Rumah Adat Jambi Kajang Leko
Rumah adat Jambi yakni Panggung Kajang Leko dengan bentuknya yang persegi panjang merupakan penghormatan kepada ninik mamak, jaminan terhadap perlindungan anak-anak, kehidupan yang berkecukupan, dan juga keharmonisan dalam masyarakat.
(SYA)
