Food & Travel
·
22 Juli 2021 6:00
·
waktu baca 2 menit

Rumah Adat Sulawesi Utara, Walawengko dan Silidan yang Khas

Konten ini diproduksi oleh Viral Food Travel
Rumah Adat Sulawesi Utara, Walawengko dan Silidan yang Khas (97452)
searchPerbesar
Ilustrasi rumah adat Sulawesi Utara. Sumber: Kemdikbud
Rumah adat Sulawesi Utara merupakan hunian yang ditinggali oleh suku setempat. Rumah hunian di Sulawesi Utara yang terkenal dan menjadi kebanggaan adalah Rumah Walengko atau Pewaris serta Rumah Komalik dan Silidan.
ADVERTISEMENT
Rumah adat Sulawesi Utara sebagai bangunan khas Pulau Sulawesi memiliki ciri tersendiri. Buku Rumah Adat Nusantara (2017) milik Intania Poerwaningtias dan Nindya K.Suwarto menyebutkan rumah berbentuk panggung karena menghindari hewan buas. Adapun bagian bawah rumah digunakan sebagai tempat penyimpanan.

Rumah Adat Sulawesi Utara

1. Rumah Walewangko atau Rumah Pewaris
Rumah Walewangko atau Rumah Pewaris adalah tempat tinggal bagi Suku Minahasa yang tinggal di Sulawesi Utara. Hunian tradisional ini berbentuk panggung, memiliki tangga di sisi kiri dan pintu masuk yang terletak di sebelah kanan.
Rumah Walewangko terbagi atas dua bagian, yakni lesar atau beranda sekey yang berfungsi untuk menerima tamu dan pores yang berfungsi sebagai ruang keluarga untuk beraktivitas.
Sejarah Rumah Walewangko atau Pewaris
ADVERTISEMENT
Buku Arsitektur Benteng dan Rumah Adat di Sulawesi (2018) yang ditulis oleh Kasdar menyebutkan bahwa Minahasa dahulu adalah daerah semenanjung yang disinggahi oleh bangsa Portugis dan Spanyol karena tanahnya sangat subur.
Menariknya, raja pertama dari Manado yang disebut Muntu Untu juga merupakan keturunan dari bangsa Spanyol. Nah, diyakini bahwa keberadaan raja pertama ini merupakan cikal bakal masyarakat Minahasa mengenal rumah adat karena sejak itu mereka mulai mengenal teknologi sederhana.
Dahulu mereka membuat Walewangko menggunakan kayu dengan perkakas pertukangan.
Rumah Adat Sulawesi Utara, Walawengko dan Silidan yang Khas (97453)
searchPerbesar
Ilustrasi rumah adat Sulawesi Utara. Sumber: Kemdikbud
Ciri khas Rumah Walewangko atau Pewaris
Arsitektur bagian depan bangunan Walewangko atau Pewaris ini terletak pada dua tangga yang terletak di bagian kiri dan kanan rumah.
Menurut kepercayaan, dua tangga ini berguna untuk mengusir roh jahat. Jadi, jika ada roh yang naik melalui salah satu tangga, ia kemudian akan turun kembali menggunakan tangga satunya.
ADVERTISEMENT
Bagian Rumah Walewangko atau Pewaris
Rumah Walewangko dibagi dalam beberapa bagian yakni,
  1. Bagian depan: bagian utama yang tidak dilengkapi dengan dinding sehingga sama seperti beranda. Bagian rumah ini berfungsi sebagai tempat ketua adat atau kepala suku dalam memberian maklumat kepada rakyat.
  2. Bagian serambi depan: bagian rumah berdinding dan terletak setelah pintu masuk yang digunakan untuk menerima tamu, melaksanaan upacara adat, dan menjamu undangan.
  3. Dapur
  4. Tempat tidur
  5. Tempat makan.
2. Rumah Komalik dan Silidan
Rumah adat Sulawesi Selatan bernama Rumah Komalik dan Silidan ini dihuni oleh Suku Bolang Mongondow.
Sejarah Rumah Komalik dan Silidan
Dahulu, Kerajaan Mondondow bersaing dengan Kerajaan Minahasa. Kerajaan ini berjaya di abad 13 hingga beberapa dekade sehingga melahirkan sebuah kelompok sosial yang saling melindungi dan tolong-menolong.
ADVERTISEMENT
Dari masyarakat inilah kemudian terbangun sebuah rancangan rumah yang terbuat dari kayu.
Lalu di masa pemerintahan Raja Abo Tadohe (1660-1670) warganya diperintahkan untuk membuat rumah yang disebut dengan Silidan di mana bentuknya di bangun atas kesepakatan bersama, pertimbangan adat, dan pertimbangan kemampuan pemiliknya.
Ciri khas Rumah Komalik dan Silidan
rumah ini bentuknya sama seperti rumah adat milik masyarakat Minahasa namun memiliki atap melintang yang curam dan bagian plafonnya terdapat lantai yang kokoh.
Hal ini bertujuan untuk anak gadis pemilik rumah yang akan dipingit di mana ia akan tinggal di atas plafon dengan menenun dan belajar kemandirian.
(SYA)