Rumah Adat Sumatera Selatan, Mengenal Limas yang Khas

Berita viral seputar Food dan Travel
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Viral Food Travel tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rumah adat Sumatera Selatan merupakan satu dari banyaknya aneka ragam budaya Indonesia, terkhusus Pulau Sumatera yang digadang sebagai pulau keenam terbesar di dunia. Nah, apakah kamu mengenal rumah adat Sumatera Selatan?
Jika belum, yuk mengenal salah satunya yang bernama rumah limas melalui informasi berikut ini!
Rumah Adat Sumatera Selatan
Rumah Limas
Rumah adat Sumatera Selatan yang terkenal adalah rumah limas. Buku berjudul Yuk, Mengenal Rumah Tradisional Sumatra (2017) karya Wilujeng Dwi Windhiari menyebutkan bahwa rumah adat ini disebut limas karena atapnya yang menyerupai limas.
Bangunan Rumah Limas
Rumah limas adalah rumah adat yang sangat luas dan bertingkat-tingkat. Hunian tradisional ini terbuat dari kayu.
Rangka dari rumah limas adalah kayu seru, tiangnya dibangun dengan kayu ulin, sementara dinding, pintu, dan lantainya dibuat dengan kayu tembesu.
Bagian Rumah Limas
Rumah limas dengan ciri khasnya yang bertingkat-tingkat ini memiliki beberapa lantai dan ruangan yang disebut dengan kekijing.
Berikut adalah bagian rumah yang ada pada rumah limas:
Kekijing pertama: bagian ini disebut dengan pagar tenggalung yang merupakan ruangan tanpa pagar pembatas dan berfungsi untuk menerima tamu ketika ada upacara adat.
Kekijing kedua: biasa disebut dengan jogan yang merupakan tempat berkumpulnya laki-laki.
Kekijing ketiga: tempat untuk menerima handai tolan yang sudah berumur.
Kekijing keempat: tempat yang memiliki fungsi sebagai penerima undangan dengan tingkat kekerabatan yang dekat dan dihormati
Keijing kelima: biasa disebut dengan gegajah karena menjadi ruangan yang paling luas. Saking luasnya, ruangan ini kembali dibagi menjadi tiga ruangan yakni pangkeng yang merupakan pembatas antar ruangan, amben tuo yang merupakan ruang keluarga inti, dan danamben yang merupakan balai musyawarah.
Filosofi Rumah Limas
Rumah limas yang terdiri atas lima tingkat merupakan simbol dari lima jenjang dalam kehidupan masyarakat yakni usia, jenis, bakat, pangkat, dan martabat.
Tak hanya itu, tingkatan pada rumah limas juga merupakan penanda garis keturunan seseorang . Tingkat pertama untuk golongan kiagus, tingkat kedua untuk kemas dan massagus, sementara tingkat ketiga untuk raden.
Lalu kehadiran tanduk yang ada pada atap rumah limas disebut dengan ornamen simbar. Tanduk ini menggambarkan mahkota yang bermakna kerukunan dan keagungan.
Mengutip jurnal Rumah Limas: Refleksi Sejarah Akulturasi Kebudayaan Masyarakat Sumatera Selatan (2018) karya Yudi Pratama, rumah limas juga berhubungan dengan dua hal lain, yakni adat dan limas.
Limas di sini bermakna angka lima dan kata emas. Jika disimpulkan, ada lima unsur emas dalam rumah limas yakni,
Emas pertama: keagungan dan kebesaran yang berarti bahwa masyarakat yang menghuni rumah adalah hamba yang taat ada Tuhannya.
Emas kedua: kerukunan dan kedamaian di mana keluarga besar yang ada di rumah limas saling menghormati dan mengasihi.
Emas ketiga: adab sopan santun yang menggambarkan masyarakat penuh sopan, santun, dan saling menghargai.
Emas Keempat: kehidupan masyarakat yang aman, subur, dan sentosa.
Emas Kelima: lambang kehidupan yang makmur dan sejahtera.
Itu dia hal menarik mengenai rumah adat Sumatera Selatan yaitu rumah limas. Unik bukan?
(SYA)
