Konten dari Pengguna

Sejarah Suku Bugis, Napas Tilak Catatan Peradaban yang Menarik

Viral Food Travel

Viral Food Travel

Berita viral seputar Food dan Travel

·waktu baca 1 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Viral Food Travel tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi gambaran Suku Bugis. Sumber: Portal Informasi Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi gambaran Suku Bugis. Sumber: Portal Informasi Indonesia

Sejarah Suku Bugis merupakan sejarah suku nusantara yang paling menarik untuk dibahas. Suku Bugis sendiri adalah salah satu suku terbesar yang ada di Sulawesi Selatan.

Jurnal berjudul Mengenal Budaya Suku Bugis (Pendekatan Misi Terhadap Suku Bugis) (2018) oleh Shintia Maria Kapojos dan Hengki Wijaya menyebutkan bahwa Suku Bugis mendiami beberapa Kabupaten seperti Bone, Waju, dan Sinjai. Suku ini masuk dalam suku Melayu Deutro.

La Galigo dalam Sejarah Suku Bugis

Berbagai sumber menyebutkan bahwa untuk menulusuri Suku Bugis, kita dapat menilisik sebuah naskah sastra fenomenal berjudul La Galigo.

Dilansir melalui laman Portal Informasi Indonesia, La Galigo atau juga yang dikenal sebagai Sureq Galigo merupakan maha karya sastra terpanjang di dunia dengan 6.000 halaman folio atau 300.000 baris puisi yang berbentuk epos atau epik. La Galigo mengisahkan mitos penciptaan dari peradaban Suku Bugis.

Pada tahun 2011, naskah dari La Galigo telah resmi menjadi Memory of The World oleh UNESCO yang menyebutkan bahwa naskah ini telah disepakati berasal dari abad ke-14. Naskah ini memiliki pengaruh besar terhadap sejarawan dalam melihat sejarah Suku Bugis, terutama pada masa sebelum masuknya Islam.

La Galigo bercerita mengenai dunia yang kosong, yang dimulai dengan turunnya Batara Guru ke bumi, tepatnya ke daerah Luwu yang berada di utara Teluk Bone. Ia kemudian digantikan oleh anaknya La Tiuleng yang bergelar Batarra Lattu.

Penampilan karya La Galigo sebagai bagian sejarah Suku Bugis. Sumber: Portal Informasi Indonesia

Batarra Lattu kemudian memiliki anak kembar, yakni Sawerigading dan We Tenriabeng yang sengaja dipisah. Mereka bertemu ketika dewasa tanpa mengetahui bahwa mereka kakak beradik. Sawerigading berniat menikahi We Tenriabeng karena jatuh hati padanya, namun ia keburu mengetahui fakta bahwa mereka adalah saudara.

Akibat patah hati, ia lalu pergi merantau ke daratan Cina dan bertemu dengan gadis yang berwajah sama dengan adiknya bernama We Cudaiq. Mereka kemudian menikah dan dianugerahi seorang anak laki-laki yang bernama La Galigo.

Ketika dalam perjalanan pulang, kapal mereka karam. Dari situlah mereka dipercaya menjadi penguasa 'dunia bawah', sementara We Tenriabeng naik ke alam atas atau alam Dewa. Tak lama, seluruh manusia pertama dipanggil ke alam Dewata, dan meninggalkan La Galigo bersama saudara-saudaranya di 'dunia tengah' yang kemudian menjadi penguasa Luwuq.

Dinamika Sejarah Bugis

Jurnal Sejarah Perkembangan Desa Bugis – Makassar Sulawesi Selatan (2009) oleh Muhammad Zid dan Sofjan Sjaf menyebutkan bahwa sejarah Bugis bisa dilihat melalui dinamika perubahan politik, budaya, dan ekonomi dari tiga masa penting di Sulawesi Selatan yakni:

  • Masa sebelum penjajahan: zaman La Galigo adalah masa keemasan di mana ekspansi perdagangan antarpulau dan internasional melahirkan berbagai kerajaan seperti Luwu, Cina, Soppeng dan Suppa. Dominasi pelayaran Bugis sendiri merupakan yang terdepan di Nusantara kala itu.

  • Masa kolonial: didominasi perseteruan antara Belanda dan Inggris yang menyebabkan tergesernya eksistensi pelabuhan Makasar oleh kota Pelabuhan Singapura.

  • Pasca kolonial: pemberontakan DI/TII berimbas pada tamatnya kekuasaan keturunan tomanurung yang sudah ada selama berabad-abad dan mengubah struktur masyarakat Bugis serta Makassar menjadi modern dan homogen.

Dalam jurnal Budaya Bugis dan Persebarannya Dalam Perspektif Antrologi Budaya (2020) karya A. B. Takko Bandung tertulis bahwa orang Bugis-Makassar pergi merantau meninggalkan kampung halamannya ke berbagai wilayah dan negara untuk menegakkan harkat, martabat, dan kehormatan yang dinamakan si’ri. Mereka kemudian berkreasi menciptakan dan mengembangkan kebudayaannya.

Nah itu dia tadi infromasi mengenai sejarah Suku Bugis. Luar biasa sekali bukan?

(SYA)